<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875</id><updated>2012-02-16T15:08:40.788+07:00</updated><category term='berita-muslim'/><category term='Konsultasi Syariah'/><category term='artikel'/><category term='Galeri Fhoto'/><category term='bisnis-syariah'/><category term='E-Book'/><title type='text'>::wataubatan nasyuha::</title><subtitle type='html'>Blog Nuansa Islami</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-2128525819345572608</id><published>2010-09-27T10:05:00.002+07:00</published><updated>2010-09-27T10:08:28.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita-muslim'/><title type='text'>19 Ormas Islam Gelar Penyataan Sikap di Asahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://asahannews.com/wp-content/uploads/2010/09/IPPNU.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 266px;" src="http://asahannews.com/wp-content/uploads/2010/09/IPPNU.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ancam Buat Aksi Tandingan Soal Penistaan Agama&lt;br /&gt;Sebanyak 19 pimpinan ormas Islam di antaranya Forum Komunikasi Dai Muda Asahan, Pimpinan cabang Ikatan pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Asahan, Gerakan Muda Mathlalul Anwar, Dewan Pimpinan cabang (DPC) Pemuda Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ansor dan juga Pimpinan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asahan, dan FUIN , Kamis (23/9) menggelar pernyataan sikap tentang penistaan agama. Mereka juga mengancam akan membuat aksi tandingan, jika pemerintah dan aparat penegak hukum tak bisa mengatasi permasalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam pernyataan sikap ini, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Asahan meminta Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) di daerah ini menjalankan fungsinya secara maksimal. Tujuannya, untuk menghindari disintegrasi nasional akibat pergesekan antar umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini ditegaskan FUIB dalam pernyataan sikap bersama forum ini dalam menyikapi semakin meningkatnya pergesekan antar umat beragama yang terjadi di daerah ini. Dalam konfrensi persnya, di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asahan, Kamis (22/9), FUIB menilai, ancaman disintergrasi nasional akibat pergesekan antar umat beragama tersebut semakin meningkat yang dibuktikan dari terjadinya sejumlah kasus pergesekan antar umat beragama di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami mencatat sudah terdapat beberapa kasus pergesekan antar umat beragama di daerah ini yang bisa menyulut kerusuhan yang merupakan ancaman bagi disintegrasi nasional,” ujar Ketua Forum Komunikasi da’I Muda, Asahan, Raja Dedi Hermansyah sebagai juru bicara forum ini dalam jumpa pers yang mereka gelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kasus tersebut di antaranya adalah pelemparan musholla di Desa Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pulau saat umat Islam sedang melaksanakan taddarus, penghinaan terhadap tata cara salat tarawih oleh salah seorang warga Simpang Sibogat, Kecamatan Kota Kisaran Barat, serta berbagai kasus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menilai, kasus-kasus penghinaan agama ini terjadi disebabkan dari ketidakbecusan aparat kepoliisan dalam menindaklanjuti perkara-perkara yang berbau SARA tersebut. Padahal menurut Dedy, persoalan ini adalah masalah paling sensitif yang perlu ditangani secara serius sesuai dengan proses hukum. Karena bukan saja dapat membahayakan disintegrasi nasional, namun juga konflik berdarah di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataan sikap ini, para petinggi ormas juga menyatakan sikapnya yakni mengutuk setiap penistaan dan penghinaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau memang kepolisian dan pemerintah daerah tidak punya sikap tegas dalam menyikapi setiap peristiwa penistaan dan penghinaan agama ini, maka sudah bisa dipastikan potensi konflik antar umat beragama akan semakin meningkat dan akhirnya memuncak yang dapat menyulut konflik sosial berkepanjangan dan menjadi ancaman disintegrasi,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Dedi mengingatkan, pernyataan sikap bersama ini adalah sekaligus sebagai salah satu bentuk aspirasi dari umat Islam. Karena itu, paparnya, pemerintah daerah dan seluruh aparat yang terkait segera menyikapi dan meyusun langkah strategis agar pergsesekan-pergesekan antar umat beragama yang biasanya dipicu dari perbuatan penistaan dan penghinaan terhadap agama ini tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita hanya mengingatkan bahwa kita juga bisa membuat aksi tandingan, jauh jika masalah ini tidak bisa dijalankan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang senada juga diungkapkan ulama senior Asahan, Nahruddin Faqih. Pimpinan dari ormas Islam Mathla’ul Anwar ini menilai pemerintah daerah dan instansi terkait perlu menyikapi ini. Selain itu dia juga menilai peran serta pers sebagai alat komunikasi massa sangat besar dalam menyadarkan masyarakat tentang hidup beragama. Namun dia menyesalkan dalam pemberitaan kasus-kasus pergesekan antar umat beragama di sejumlah media massa yang terjadi di daerah ini menurut dia masih tidak berimbang dan berat sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Media dalam memberitakan sejumlah kasus penistaan dan penghinaan agama yang terjadi di daerah ini masih belum berimbang dan berat sebelah,”&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;KISARAN METRO&lt;br /&gt;metrosiantar.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-2128525819345572608?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/2128525819345572608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=2128525819345572608&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2128525819345572608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2128525819345572608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/ancam-buat-aksi-tandingan-soal.html' title='19 Ormas Islam Gelar Penyataan Sikap di Asahan'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821073283107366100</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-etNnxSQPRyE/Ttry1KqdC5I/AAAAAAAAALU/4PoU8pQtAGc/s220/profil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8365464995264296218</id><published>2010-09-25T18:20:00.003+07:00</published><updated>2010-09-25T18:38:23.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis-syariah'/><title type='text'>Bisnis Syariah</title><content type='html'>Multi Level marketing sangat banyak sekali hadir di Indonesia, sudah barang tentu kita sebagai ummat muslim mengambil sikap untuk menjalankan sebuah bisnis yang bergerak di bidang MLM.&lt;br /&gt;Tak jarang kita melihat produk produk yang di pasarkan oleh mereka berasal dari produk luar negri. Terkadang kita tidak berpikir akan halal dan haramnya produk yang kita pasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dengan sistem multi level juga kita terkadang menepis akan keabsahannya tentang boleh tidaknya bisnis multi level itu di jalankan. Dengan berbekal iming iming itulah yang sering menutup mata kita untuk tidak membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.exerindonesia.com/backadmin/staticpage/plugins/ImageManager/demo_images/dsyar1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 700px;" src="http://www.exerindonesia.com/backadmin/staticpage/plugins/ImageManager/demo_images/dsyar1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terlepas dari itu semua, kita wajib bangga ada sebuah perusahan multi level yang hadir dari hasil karya anak bangsa,&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;a href="http://bisnis.exerindonesia.com/?id=IEX0009820W"&gt;PT.Exer Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PT Exer Indonesia&lt;/strong&gt; adalah perusahaan networking nasional yang memiliki komitmen untuk selalu membangun kekayaan tanaman herbal Indonesia yang menduduki peringkat kedua terbesar di dunia. Disamping itu juga kami memiliki komitmen meningkatkan sumber daya bangsa indonesia untuk menjadi entrepreneur - entrepreneur yang sukses yang memiliki jati diri untuk membangun kepercayaan dan rasa nasionalisme yang tinggi demi membangun kekayaan dan ekonomi bangsa Indonesia. Penyuluhan dan demo produk merupakan salah satu bentuk kegiatan dari PT EXER INDONESIA kepada khalayak ramai, dengan berbagai kegiatan dan bentuk hadiah tunai yang diberikan kepada &lt;/p&gt;    &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Distributor PT EXER INDONESIA&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PT.Exer Indonesia&lt;/strong&gt; mengembangkan produk nutrisi yang merupakan perpaduan antara pengobatan cara Nabi ( Thibunnabawy ) dengan produk-produk herbal Indonesia. Kekayaan tanaman herbal Indonesia adalah yang terbesar no 2 di dunia, setelah Brazil, oleh karena itulah menjadi kewajiban bagi kita sekalian untuk turut memajukan kekayaan alam kita, agar kita tidak selalu tergantung dengan produk-produk asing. &lt;/p&gt;    &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PT. Exer Indonesia&lt;/strong&gt; membuka peluang bagi anda yang ingin berbisnis secara wirausaha, dengan konsep Network Marketing. Bagi anda yang berminat untuk meningkatkan penghasilan anda, memiliki bisnis anda sendiri, dan dengan modal usaha yang relatif kecil, serta dapat anda jalankan dengan fleksibel, tidak terikat dengan waktu dan tempat kerja, maka anda dapat bergabung dengan kami.&lt;/p&gt;    &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Raihlah impian anda dengan melakukan kegiatan yang konsisten dan berkesinambungan. Teguhkan impian anda. Bersabarlah dalam berusaha, karena kesuksesan itu sangat tergantung pada anda yang dapat menjaga motivasi untuk selalu bekerja. Kesuksesan dapat diraih setelah anda mampu melalui kegagalan-kegagalan, kejenuhan, serta keputus-asaan dalam bekerja.Kami yakin anda akan berhasil meraih impian. Semoga segala sesuatu yang kita kerjakan akan selalu mendapatkan keberkahan dan petunjuk dari Allah SWT, Amin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi anda yang berminat silahkan &lt;a href="http://bisnis.exerindonesia.com/?id=IEX0009820W"&gt;Klik ini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOARD OF COMISIONER : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   1. Ir. H. MUHSIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   2. H. MUHAMMAD SYAKIR SULA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;SHARIAH ADVISORY BODY :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   1. H. AMANG SYAFRUDIN LC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   2. H.ABU RIDHO LC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;BOARD OF DIRECTOR :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   BERRY TORNADO.SH (Presdir)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span&gt;      &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;      &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p   style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial,sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;GOVERNMENT REGISTRATION :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p   style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial,sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SIUP NO .00534/1.824.52, Jakarta tgl 09 Juni 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;DEPKEH HAM RI : Nomor C-11959 HT 1.01.TH.2006&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;T.D.P: Nomor 09.03.1.51.49898&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SK DOMISILI : Nomor 1066/1.824.1/06&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;NPWP: Nomor 02.504.022.1-013.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;DEWAN SYARIAH NASIONAL MUI :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Rekomendasi MLM Syariah Nomor : U -299/DSN-MUI/XI/2007&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BATAN :&lt;/strong&gt; Sertifikat Uji Anti Mikroba dengan no sertifikat : 67/RR 04 03/DIKS/VII/2006&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; &lt;/p&gt;    &lt;strong&gt;Rekomendasi MUI&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-8365464995264296218?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/8365464995264296218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=8365464995264296218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8365464995264296218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8365464995264296218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/bisnis-syariah.html' title='Bisnis Syariah'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-119967139825588505</id><published>2010-09-25T17:59:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T18:04:06.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita-muslim'/><title type='text'>Polisi Israel Kembali Bentrok Dengan pemuda Palestina di Al Quds</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.muslimdaily.net/berita/palestinadicekel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 330px; height: 220px;" src="http://www.muslimdaily.net/berita/palestinadicekel.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Polisi penjajah Israel membunuh seorang Palestina di sebuah lingkungan Arab di Yerusalem pada hari Rabu, memicu bentrokan antara polisi dan pemuda Palestina, hingga ke dalam kompleks masjid Al-Aqsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Polisi mengatakan mereka memasuki alun-alun untuk mendorong pemuda Palestina dalam aksi lempar batu keluar area rembok ratapan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Palestina berlindung masuk ke mesjid, tempat suci Islam ke tiga dan kiblat yang pertama, dan tidak ada laporan tentang korban atau konfrontasi lebih lanjut, seorang jurubicara mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi penjajah Israel mengatakan terdapat satu orang Palestina yang meninggal, Samir Serhan, pernah ditahan di masa lalu karena ikut dalam unjuk rasa menentang penjajahan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Palestina dan para pejabat setempat mengatakan tidak jelas apa penyebab yang memicu kekerasan yang meletus sebelum fajar. Anggota keluarga Serhan mengatakan bahwa Serhan memiliki lima anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan meletus lagi selama perjalanan pemakaman, dengan para pemuda Palestina melemparkan batu pada mobil polisi dan kendaraan lainnya, menurut seorang fotografer AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi Israel mengatakan dua mobil kendaraan sipil, dan tiga warga Israel telah luka ringan oleh batu.&lt;br /&gt;Israel merebut Yerusalem Timur dan Tepi Barat dari Yordania dalam perang 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibukota, status yang tidak diakui secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina menginginkan Al Quds sebagai ibukota negara mereka saat merdeka.&lt;p&gt;[&lt;strong&gt;muslimdaily.net/&lt;/strong&gt;alarby]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-119967139825588505?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/119967139825588505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=119967139825588505&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/119967139825588505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/119967139825588505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/polisi-israel-kembali-bentrok-dengan.html' title='Polisi Israel Kembali Bentrok Dengan pemuda Palestina di Al Quds'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-15701803192624513</id><published>2010-09-25T17:54:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T19:17:21.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Syariah'/><title type='text'>Konsultasi Syariah</title><content type='html'>Bagi anda yang ingin berkonsultasi tentang Syariah, silahkan anda berkunjung ke web berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ustsarwat.com/web/home"&gt;Ustadz Ahmad Sarwat, Lc&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ustadzkholid.com/"&gt;Ustadz Kholid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://konsultasi.wordpress.com/tim-konsultan/"&gt;Ustadz Muhammad Shiddiq al-Jawi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.zainalabidin.org/?page_id=99"&gt;Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ujecentre.com/index.php?com=berita&amp;id=4372"&gt;Ustadz. H. Jefri Al Bukhori&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alquranseluler.com/index.php/news/48/71/d,konsulDetail.html"&gt;Alquran Seluler&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://serambimadinah.com/index.php?option=com_contact&amp;view=contact&amp;id=11%3Austadz-dr-muhammad-nur-ihsan&amp;catid=60%3Aasatidzah&amp;Itemid=58"&gt;Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://konsultasisyariah.com/"&gt;Konsultasi Syariah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-15701803192624513?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/15701803192624513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=15701803192624513&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/15701803192624513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/15701803192624513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/konsultasi-syariah.html' title='Konsultasi Syariah'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-9001104593016784679</id><published>2010-09-25T17:09:00.004+07:00</published><updated>2010-09-25T17:51:37.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Book'/><title type='text'>Download E-book</title><content type='html'>&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://quran.kawanda.net/" target="_blank"&gt;alquran digital translation online&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://is.aswatalislam.net/DisplayFilesP.aspx?TitleID=15&amp;amp;TitleName=Quran_-_Abdul_Aziz_AlAhmed" target="_blank"&gt;download MP3 Alquran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://syariahpublications.com/?page_id=11" target="_blank"&gt;dwnload syariah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://esnips.com/web/buku-islam" target="_blank"&gt;download E-book islami 1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://geocities.com/fsms_sunnah/" target="_blank"&gt;download E-book islami 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,2160.0.html" target="_blank"&gt;download kumpulan e-book &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,3289.0.html" target="_blank"&gt;download Freeware Islamic &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,1122.0.html" target="_blank"&gt;download freeware 1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://review.chip.co.id/forum/showthread.php?t=55390&amp;amp;page=1" target="_blank"&gt;download freeware 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.oke.or.id/" target="_blank"&gt;download pendidikan umum&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,920.0.html" target="_blank"&gt;nulis arab di Komputer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kamus.javakedaton.com/" target="_blank"&gt;Translite arab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://toggletext.com/kataku_trial.php" target="_blank"&gt;translete ing-ind ind-ing&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.inbahasa.com/main/" target="_blank"&gt;Translite bahasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;Up load gambar gratis !!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.eggdisk.com/" target="_blank"&gt;up load file gratis !!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,3514.0.html" target="_blank"&gt;download game&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ansav.com/index.php/download/" target="_blank"&gt;Ansav 32 ::anti Virus &gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://asahanku.datadiri.com/" target="_blank"&gt;bisnis masa depan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://asahannews.wordpress.com/" target="_blank"&gt;berita kab.Asahan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.karir.com/" target="_blank"&gt;cari kerja(karirr.com)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,4229.15.html" target="_blank"&gt;ikuti info lowongan pekerjaan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-9001104593016784679?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/9001104593016784679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=9001104593016784679&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9001104593016784679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9001104593016784679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/download-e-book.html' title='Download E-book'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-5850508146397573074</id><published>2010-09-25T16:12:00.004+07:00</published><updated>2010-09-25T17:51:09.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Fhoto'/><title type='text'>galeri fhoto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ290kflRQI/AAAAAAAAABw/qMij-bvtloM/s1600/im6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ290kflRQI/AAAAAAAAABw/qMij-bvtloM/s320/im6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520777429073085698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29sLSsXOI/AAAAAAAAABo/Bf9jft5FUIo/s1600/im5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29sLSsXOI/AAAAAAAAABo/Bf9jft5FUIo/s320/im5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520777284869184738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29lkKSY5I/AAAAAAAAABg/eiUGCWw_crc/s1600/im4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29lkKSY5I/AAAAAAAAABg/eiUGCWw_crc/s320/im4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520777171285730194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29edVWrzI/AAAAAAAAABY/n5fc533hpYQ/s1600/im3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29edVWrzI/AAAAAAAAABY/n5fc533hpYQ/s320/im3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520777049194016562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29W47uGeI/AAAAAAAAABQ/-obVqhl0xHc/s1600/im2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29W47uGeI/AAAAAAAAABQ/-obVqhl0xHc/s320/im2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520776919163738594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29OWJGqfI/AAAAAAAAABI/Vm08fcs66rE/s1600/im1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ29OWJGqfI/AAAAAAAAABI/Vm08fcs66rE/s320/im1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520776772385679858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-5850508146397573074?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/5850508146397573074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=5850508146397573074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5850508146397573074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5850508146397573074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/galeri-fhoto.html' title='galeri fhoto'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f4VRsbG9E0c/TJ290kflRQI/AAAAAAAAABw/qMij-bvtloM/s72-c/im6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-5460237670734771295</id><published>2010-09-24T11:41:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>simak : Makna Idul Fitri</title><content type='html'>Idul Fitri adalah hari raya yang datang berulangkali setiap tanggal 1 Syawal, yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya kata fitri di sini diartikan “berbuka” atau “berhenti puasa” yang identik dengan makan minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri disambut dengan makan-makan dan minum-minum yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terminologi yang Salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna idul fitri sendiri juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai ‘Kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci‘ sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang muslim selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Makna Idul Fitri yang Asli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami, Inilah makna Idul Fitri yang asli.&lt;br /&gt;Kesalahan Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kesalahan besar apabila Idul Firi dimaknai dengan ‘Perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum‘ sehingga tadinya dilarang makan di siang hari, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan kemudian. Karena Ramadhan sudah usai maka keniaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang shaleh mustman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrahan dan nilai ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kitapunyai, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Rasa penuh harap kepada AllahSWT (Raja’). Harap akan diampuni dosa-dosa yang berlalu. Janji Allah SWT akan ampunan itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.&lt;br /&gt;   2. Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasayang kita lakukan telah sarat dengan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja Di siang bulan Ramadhan kitaberpuasa, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataari yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi SAW yang mengatakan banyakorangyang hanya sekedar berpuasa saja: “Banyak sekali orang yang berpuasa, yang hanya puasanya sekedar menahan lapar dan dahaga“.&lt;br /&gt;   3. Mempertahankan nilai kesucian yang baru saja diraih. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa sehantsnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah SWT: “Hai orang yang beriman, bertagwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan ber-agama Islam ” (QS. Ali Imran: 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 39/Thn. XIII  -  26 September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-5460237670734771295?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/5460237670734771295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=5460237670734771295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5460237670734771295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5460237670734771295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2010/09/simak-makna-idul-fitri.html' title='simak : Makna Idul Fitri'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821073283107366100</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-etNnxSQPRyE/Ttry1KqdC5I/AAAAAAAAALU/4PoU8pQtAGc/s220/profil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8397818451064160694</id><published>2009-08-25T16:58:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Puasa dan Kejujuran</title><content type='html'>Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari&lt;br /&gt;tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai&lt;br /&gt;kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi&lt;br /&gt;realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah&lt;br /&gt;berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum&lt;br /&gt;yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok manusia jujur telah menjadi makhluk langka di bumi ini. Kita lebih&lt;br /&gt;mudah mencari orang-orang pintar daripada orang-orang jujur. Keserakahan&lt;br /&gt;dan ketamakan kepada materi kebendaan, mengakibatkan manusia semakin  jauh&lt;br /&gt;dari nilai-nilai kejujuran dan terhempas dalam kubangan materialisme dan&lt;br /&gt;hedonisme  yang cendrung menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada masa sekarang, banyak manusia tidak mempedulikan jalan-jalan yang&lt;br /&gt;halal dan haram  dalam mencari uang dan jabatan . Sehingga kita sering&lt;br /&gt;mendengar ungkapan-ungkapan kaum materialis, “Mencari yang haram&lt;br /&gt;saja sulit, apalagi yang halal”. Bahkan selalu diucapkan&lt;br /&gt;orang,”kalau jujur akan terbujur”,”kalau lurus akan&lt;br /&gt;kurus”,kalau ihklas akan tergilas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan bahwa manusia zaman kini telah dilanda&lt;br /&gt;penyakit mental yang luar biasa, yaitu penyakit korup dan ketidak jujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi muhammad Saw pernah memprediksi, bahwa suatu saat nanti, diakhir&lt;br /&gt;zaman,manusia dalam mencari harta,tidak mempedulikan lagi mana yang halal&lt;br /&gt;dan mana yang haram. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Nabi pada masa kini telah menjadi realitas sosial yang mengerikan,&lt;br /&gt;bahkan implikasinya telah menjadi patologi sosial yang parah, seperti&lt;br /&gt;menjamurnya korupsi, pungli, suap, sogok,uang pelicin dsb. Banyak kita&lt;br /&gt;temukan pencuri-pencuri berdasi melakukan penyimpangan-penyimpangan dalam&lt;br /&gt;mengelola proyek. Manusia berlomba-lomba mengejar kekayaan dan kemewahan&lt;br /&gt;dunia secara massif, tanpa mempedulikan garisan-garisan syariah dan&lt;br /&gt;moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era reformasi yang telah berlangsung lebih lebih sepuluh tahun, praktek&lt;br /&gt;kolusi,korupsi dan suap menyuap masih saja menjadi kebiasaan masyarakat&lt;br /&gt;kita . Untuk mengatasi dan mengurangi segala destruktip tersebut, puasa&lt;br /&gt;merupakan ibadah yang paling ampuh dan efektif, asalkan pelaksanaan puasa&lt;br /&gt;tersebut dilakukan dengan dasar iman yang mantap kepada Allah, dan ihtisab&lt;br /&gt;(mawas diri), serta penghayatan yang mendalam tentang hikmat yang&lt;br /&gt;terkandung di dalam puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa melatih kejujuran&lt;br /&gt;Berbeda dengan sifat ibadah yang ada, puasa adalah ibadah sirriyah&lt;br /&gt;(rahasia). Dikatakan sirriyah, karena yang mengetahui seseorang itu&lt;br /&gt;berpuasa atau tidak, hanyalah orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah&lt;br /&gt;SWT.&lt;br /&gt;      Dalam ibadah puasa, kita dilatih dan dituntut untuk berlaku jujur.&lt;br /&gt;Kita dapat saja makan dan minum seenaknya di tempat sunyi yang tidak&lt;br /&gt;terlihat seorangpun. Namun kita tidak akan mau makan atau minum,&lt;br /&gt;karena kita sedang berpuasa. Padahal, tidak ada orang lain yang tahu&lt;br /&gt;apakah kita  puasa atau tidak. Namun kita yakin, perbuatan kita itu&lt;br /&gt;dilihat Allah swt..&lt;br /&gt;      Orang yang sedang berpuasa juga dapat dengan leluasa berkumur sambil&lt;br /&gt;menahan setetes air segar ke dalam kerongkongan, tanpa sedikitpun&lt;br /&gt;diketahui orang lain. Perbuatan orang itu hanya diketahui oleh orang&lt;br /&gt;yang bersangkutan. Hanya Allah dan diri si shaim itu saja yang&lt;br /&gt;benar-benar mengetahui kejujuran atau kecurangan dalam menjalankan&lt;br /&gt;ibadah puasa. Tetapi dengan ibadah puasa, kita tidak berani berbuat&lt;br /&gt;seperti itu, takut puasa batal.&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa dilatih untuk menyadari kehadiran Tuhan. Ia dilatih&lt;br /&gt;untuk menyadari bahwa segala aktifitasnya pasti diketahui dan diawasi oleh&lt;br /&gt;Allah SWT.Apabila kesadaran ketuhanan ini telah menjelma dalam diri&lt;br /&gt;seseorang  melalui training  dan didikan puasa, maka Insya Allah akan&lt;br /&gt;terbangun sifat kejujuran.&lt;br /&gt;Jika manusia jujur telah lahir, dan menempati setiap sektor dan instansi,&lt;br /&gt;lembaga bisnis atau lembaga apa saja, maka tidak adalagi korupsi, pungli,&lt;br /&gt;suap-menyuap dan penyimpangan-penyimpangan moral lainnya.&lt;br /&gt;Kejujuran merupakan mozaik yang sangat mahal harganya. Bila pada diri&lt;br /&gt;seorang manusia telah melekat sifat kejujuran, maka semua pekerjaan dan&lt;br /&gt;kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dapat di selesaikan dengan baik dan&lt;br /&gt;terhindar dari penyelewengan-penyelewengan. Kejujuran juga menjamin&lt;br /&gt;tegaknya keadilan dan kebenaran.&lt;br /&gt;Secara psikologis, kejujuran mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya,&lt;br /&gt;seorang yang tidak jujur akan tega menutup-nutupi kebenaran dan tega&lt;br /&gt;melakukan kezaliman terhadap hak orang lain.Ketidakjujuran selalu&lt;br /&gt;meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya  mengancam stabilitas sosial.&lt;br /&gt;Ketidak jujuran selalu berimplikasi kepada ketidakadilan. Sebab orang yang&lt;br /&gt;tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material&lt;br /&gt;pribadi atau golongannya.&lt;br /&gt;    Berlaku jujur, sungguh menjadi bermakna pada masa sekarang,, masa yang&lt;br /&gt;penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Pentingnya kejujuran    telah banyak&lt;br /&gt;disapaikan Rasulullah SAW. Diriwayatkat bahwa, Rasulullah pernah&lt;br /&gt;didatangi oleh seorang pezina yang ingin taubat dengan sebenarnya.&lt;br /&gt;Rasulullah menerimanya dengan satu syarat, yaitu,agar orang tersebut&lt;br /&gt;berlaku jujur dan tidak bohong&lt;br /&gt;Syarat yang kelihatan sangat ringan untuk sebuah pertaubatan besar, tetapi&lt;br /&gt;penerapannya dalam segala aspek kehidupan sangat berat.Dan ternyata syarat&lt;br /&gt;jujur tersebut sangat ampuh untuk menghentikan perbuatan zina. Jika ia&lt;br /&gt;tetap berzina secara sembunyi-sembunyi, lalu bagaimana ia harus menjawab&lt;br /&gt;jika Rasulullah menanyainya tentang apakah ia masih berzina atau&lt;br /&gt;tidak.Untuk menghindari berbohong kepada Nabi, maka si pezina mengakhiri&lt;br /&gt;prilakunya yang dusta itu dan kemudian benar-benar bertaubat dengan penuh&lt;br /&gt;penghayatan.&lt;br /&gt;Dari riwayat itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa kejujuran sangat&lt;br /&gt;signifikan dalam membersihkan prilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi,&lt;br /&gt;penipuan, manipulasi, suap-menyuap dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dewasa ini kesadaran untuk menumbuhkan sifat kejujuran sebagai buah dari&lt;br /&gt;ibadah puasa, kiranya  perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan&lt;br /&gt;kejujuran yang melekat pada ibadah puasa, perlu dikembangkan sebagai&lt;br /&gt;bagian dari kehidupan riel dalam masyarakat. Sebab apabila kejujuran telah&lt;br /&gt;disingkirkan, maka kondisi masyarakat akan runyam. Korupsi dan kolusi&lt;br /&gt;terjadi di mana-mana, pungli merajalela, kemungkaran sengaja dibeking oleh&lt;br /&gt;oknum-oknum tertentu demi mendapatkan setoran uang.&lt;br /&gt;Fenomena kebohongan dan tersingkirnya sifat kejujuran, mengantarkan&lt;br /&gt;masyarakat dan bangsa kita pada beberapa musibah nasional yang berlangsung&lt;br /&gt;secara beruntun dan silih berganti tiada henti. Terjadinya malapetaka&lt;br /&gt;berupa krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia adalah cermin paling&lt;br /&gt;jelas dari makin hilangnya sukma. kejujuran dan semakin mekarnya kepalsuan&lt;br /&gt;dalam kehidupan bangsa kita.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi kasus-kasus yang gawat seperti itu, pesan-pesan profetik&lt;br /&gt;keagamaan seperti pesan luhur ibadah puasa dapat ditransformasikan untuk&lt;br /&gt;membongkar sangkar kepalsuan dan mem bangun kejujuran.&lt;br /&gt;Ada yang secara pesimis berpendapat, bahwa  membangun kejujuran pada era&lt;br /&gt;materialisme adalah suatu utopia (angan-angan) mengingat mengakarnya sifat&lt;br /&gt;ketidak jujuran dalam masyarakat dan bangsa kita. Sebagai orang beriman&lt;br /&gt;yang menyandang peringkat khairah ummah, sikap pesimis di atas harus&lt;br /&gt;dibuang jauh-jauh.Sebab gerakan amarma’ruf nahi mungkar yang&lt;br /&gt;dilandasi iman, harus tetap dilancarkan, agar konstelasi dunia ini tidak&lt;br /&gt;semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas menunjukkan, bahwa kesemarakan ramadhan dari tahun ke tahun&lt;br /&gt;semakin meningkat, namun ironisnya, bersamaan dengan itu penyimpangan dan&lt;br /&gt;ketidakjujuran masih berjalan terus. Padahal, suatu bulan kita dilatih dan&lt;br /&gt;didik untuk berlaku jujur, menjadi orang yang dapat dipercaya. Bila selama&lt;br /&gt;satu bulan itu, orang-orang yang berpuasa benar-benar berlatih secara&lt;br /&gt;serius dengan penuh penghayatan terhadap hikmah puasa, maka  pancaran&lt;br /&gt;kejujuran  akan terpantul dari dalam jiwa mereka. Kalau puasa Ramadhan&lt;br /&gt;yang dilakukan tidak melahirkan manusia-manusia jujur, berarti kualitas&lt;br /&gt;puasa orang tersebut masih  sebatas lapar dan dahaga. Karena puasa yang&lt;br /&gt;dilakukan tidak memantulkan refleksi  kejujuran. Kalau orang yang&lt;br /&gt;berpuasa, masih mau menerima suap dari orang-orang yang mencari pekerjaan,&lt;br /&gt;berarti kualitas ibadah orang tersebut masih sangat rendah. Kalau orang&lt;br /&gt;yang berpuasa, masih mau melakukan mark up dalam proyek, korupsi dan&lt;br /&gt;kolusi, berarti puasa yang dilakukan masih jauh dari  tujuan puasa.&lt;br /&gt;Kalau pasca puasa Ramadhan, kejujuran semakin tipis atau&lt;br /&gt;sirna,pungli,korupsi dan kolusi tetap menjadi kebiasaan, barang kali puasa&lt;br /&gt;yang dilakukan tidak didasari iman, tetapi mungkin ia melakukan puasa&lt;br /&gt;hanya karena mengikuti tradisi.  Untuk mewujudkan manusia jujur, perlu&lt;br /&gt;peningkatan iman dan penghayatan kesadaran kehadiran Tuhan. Tanpa upaya&lt;br /&gt;ini, kejujuran tak kan lahir dari orang yang berpuasa Cara awalnya ialah&lt;br /&gt;dengan mengikuti Training ESQ atau Pesantren Qalbu. Hasilnya sudah&lt;br /&gt;terbukti secara sifnifikan di mana-mana. Banyak BUMN omzetnya meningkat&lt;br /&gt;secara signifikan setelah para direktur dan managernya ikut training ESQ&lt;br /&gt;(Emosional Spitual Quentiont). yang dilaksanakan oleh Ary Ginanjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : pesantren virtual&lt;br /&gt;Oleh   : Ustadz Agustianto, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-8397818451064160694?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/8397818451064160694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=8397818451064160694&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8397818451064160694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8397818451064160694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-kejujuran.html' title='Puasa dan Kejujuran'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6472076547604563635</id><published>2009-08-10T21:50:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Puasa Demi Menggapai Ridho Ilahi</title><content type='html'>Saudaraku, semoga Allah merahmatimu, syariat Islam yang mulia ini telah memberikan kelapangan dan kemudahan bagi ummat manusia. Tidaklah Allah membebankan suatu kewajiban kepada seseorang melainkan dengan memperhatikan kemampuannya. Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah Allah membebankan kepada seseorang kecuali menurut kemampuannya.” (Qs. Al Baqoroh: 286).&lt;br /&gt;Demikian pula ibadah puasa yang disyari’atkan kepada kita. Apabila seseorang justru dikhawatirkan tertimpa bahaya dengan melakukan puasa maka dia diperbolehkan bahkan lebih utama untuk tidak berpuasa ketika itu, seperti orang yang sedang sakit dan bepergian jauh. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Qs. Al Baqoroh: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, silakan simak 5 artikel bersambung dengan tajuk “Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi” pada link di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Ilahi" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-1.html" target="_blank"&gt;Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi (bag. 1)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Ilahi" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-2.html" target="_blank"&gt;Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi (bag. 2)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Ilahi" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-3.html" target="_blank"&gt;Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi (bag. 3)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Ilahi" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-4.html" target="_blank"&gt;Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi (bag. 4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Ilahi" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-5.html" target="_blank"&gt;Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi (bag. 5)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/puasa-demi-menggapai-ridho-ilahi.html"&gt;muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6472076547604563635?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6472076547604563635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6472076547604563635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6472076547604563635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6472076547604563635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/08/puasa-demi-menggapai-ridho-ilahi.html' title='Puasa Demi Menggapai Ridho Ilahi'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-2372897806954001131</id><published>2009-08-02T10:10:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Akhirat</title><content type='html'>Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seharusnya setiap muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan dan hari esok manusia yang sesungguhnya, yang kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat di atas Imam Qotadah berkata: “Senantiasa tuhanmu (Allah) mendekatkan (waktu terjadinya) hari kiamat, sampai-sampai Dia menjadikannya seperti besok.” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfan (hal. 152 – Mawaaridul Amaan). Beliau (Abu Qatadah) adalah Qotadah bin Di’aamah As Saduusi Al Bashri (wafat setelah tahun 110 H), imam besar dari kalangan tabi’in yang sangat terpercaya dan kuat dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 409)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah ta’ala meridhai sahabat yang mulia Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang mengingatkan hal ini dalam ucapannya yang terkenal: “Hisab-lah (introspeksilah) dirimu (saat ini) sebelum kamu di-hisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat), dan timbanglah dirimu (saat ini) sebelum (amal perbuatan)mu ditimbang (pada hari kiamat), karena sesungguhnya akan mudah bagimu (menghadapi) hisab besok (hari kiamat) jika kamu (selalu) mengintrospeksi dirimu saat ini, dan hiasilah dirimu (dengan amal shaleh) untuk menghadapi (hari) yang besar (ketika manusia) dihadapkan (kepada Allah ta’ala):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya).” (Qs. Al Haaqqah: 18). (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab beliau Az Zuhd (hal. 120), dengan sanad yang hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan ucapan di atas sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan (kita) sedangkan akhirat telah datang di hadapan (kita), dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mengagumi/mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini (waktunya) beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok (di akhirat) adalah (saat) perhitungan dan tidak ada (waktu lagi untuk) beramal.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az Zuhd (hal. 130) dan dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab beliau Jaami’ul ‘uluumi wal hikam (hal. 461)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kamu di dunia seperti orang asing…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari no. 6053)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan bimbingan bagi orang yang beriman tentang bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya dalam kehidupan di dunia. Karena orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara dan tidak terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, serta terus merindukan untuk kembali ke kampung halamannya. Demikianlah keadaan seorang mukmin di dunia yang hatinya selalu terikat dan rindu untu kembali ke kampung halamannya yang sebenarnya, yaitu surga tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam ‘alaihis salam dan istrinya Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah nasehat tertulis yang disampaikan Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘alaihis salam diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman (akibat perbuatan dosanya)…” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfaan (hal. 84 – Mawaaridul Amaan))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengungkapkan makna ini Ibnul Qayyim berkata dalam bait syairnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah (kita menuju) surga ‘adn (tempat menetap) karena sesungguhnya itulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal kita yang pertama, yang di dalamnya terdapat kemah (yang indah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kita (sekarang dalam) tawanan musuh (setan), maka apakah kamu melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan (bisa) kembali ke kampung halaman kita dengan selamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/9-10), juga dinukil oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 462))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap hidup ini menjadikan seorang mukmin tidak panjang angan-angan dan terlalu muluk dalam menjalani kehidupan dunia, karena “barangsiapa yang hidup di dunia seperti orang asing, maka dia tidak punya keinginan kecuali mempersiapkan bekal yang bermanfaat baginya ketika kembali ke kampung halamannya (akhirat), sehingga dia tidak berambisi dan berlomba bersama orang-orang yang mengejar dunia dalam kemewahan (dunia yang mereka cari), karena keadaanya seperti seorang perantau, sebagaimana dia tidak merasa risau dengan kemiskinan dan rendahnya kedudukannya di kalangan mereka.” (Ucapan Imam Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 461), dengan sedikit penyesuaian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna inilah yang diisyaratkan oleh sahabat yang meriwayatkan hadits di atas, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu ketika beliau berkata: “Jika kamu (berada) di waktu sore maka janganlah tunggu datangnya waktu pagi, dan jika kamu (berada) di waktu pagi maka janganlah tunggu datangnya waktu sore, serta gunakanlah masa sehatmu (dengan memperbanyak amal shaleh sebelum datang) masa sakitmu, dan masa hidupmu (sebelum) kematian (menjemputmu).” (Diriwayatkan oleh imam Al Bukhari dalam kitab Shahihul Bukhari, no. 6053).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan inilah makna zuhud di dunia yang sesungguhnya, sebagaimana ucapan Imam Ahmad bin Hambal ketika beliau ditanya: Apakah makna zuhud di dunia (yang sebenarnya)? Beliau berkata: “(Maknanya adalah) tidak panjang angan-angan, (yaitu) seorang yang ketika dia (berada) di waktu pagi dia berkata: Aku (khawatir) tidak akan (bisa mencapai) waktu sore lagi.” (Dinukil oleh oleh Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 465))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekallah, dan sungguh sebaik-baik bekal adalah takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik bekal untuk perjalanan ke akhirat adalah takwa, yang berarti “menjadikan pelindung antara diri seorang hamba dengan siksaan dan kemurkaan Allah yang dikhawatirkan akan menimpanya, yaitu (dengan) melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.” (Ucapan Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 196))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesuai dengan keadaan seorang hamba di dunia dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan perbuatan maksiat, begitu pula keadaannya di akhirat kelak. Semakin banyak dia berbuat baik di dunia semakin banyak pula kebaikan yang akan di raihnya di akhirat nanti, yang berarti semakin besar pula peluangnya untuk meraih keselamatan dalam perjalanannya menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara makna yang diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: “Setiap orang akan dibangkitkan (pada hari kiamat) sesuai dengan (keadaannya) sewaktu dia meninggal dunia.” (HR. Muslim, no. 2878). Artinya: Dia akan mendapatkan balasan pada hari kebangkitan kelak sesuai dengan amal baik atau buruk yang dilakukannya sewaktu di dunia. (Lihat penjelasan Al Munaawi dalam kitab beliau Faidhul Qadiir (6/457))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan utama takwa adalah dua kalimat syahadat: Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, sebaik-baik bekal yang perlu dipersiapkan untuk selamat dalam perjalanan besar ini adalah memurnikan tauhid (mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah dan menjauhi perbuatan syirik) yang merupakan inti makna syahadat Laa ilaaha illallah dan menyempurnakan al ittibaa’ (mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi perbuatan bid’ah) yang merupakan inti makna syahadat Muhammadur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, semua peristiwa besar yang akan dialami manusia pada hari kiamat nanti, Allah akan mudahkan bagi mereka dalam menghadapinya sesuai dengan pemahaman dan pengamalan mereka terhadap dua landasan utama Islam ini sewaktu di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah (ujian keimanan) dalam kubur yang merupakan peristiwa besar pertama yang akan dialami manusia setelah kematiannya, mereka akan ditanya oleh dua malaikat: Munkar dan Nakir (Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat At Tirmidzi (no. 1083) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahiihah, no. 1391) dengan tiga pertanyaan: Siapa Tuhanmu?, apa agamamu? dan siapa nabimu? (Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Ahmad (4/287-288), Abu Dawud, no. 4753 dan Al Hakim (1/37-39), dinyatakan shahih oleh Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi.). Allah hanya menjanjikan kemudahan dan keteguhan iman ketika mengahadapi ujian besar ini bagi orang-orang yang memahami dan mengamalkan dua landasan Islam ini dengan benar, sehingga mereka akan menjawab: Tuhanku adalah Allah, agamaku adalah Islam dan Nabiku adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat di atas ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Al Bara’ bin ‘Aazib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim ketika ditanya di dalam kubur (oleh Malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah (Laa Ilaaha Illallah) dan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah (Muhammadur Rasulullah), itulah (makna) firman-Nya: Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (HR.Al Bukhari (no. 4422), hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2871))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk peristiwa besar pada hari kiamat, mendatangi telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang penuh kemuliaan, warna airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan baunya lebih harum daripada minyak wangi misk (kesturi), barangsiapa yang meminum darinya sekali saja maka dia tidak akan kehausan selamanya (Semua ini disebutkan dalam hadits yang shahih riwayat imam Al Bukhari (no. 6208) dan Muslim (no. 2292). Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan minum darinya). Dalam hadits yang shahih (Riwayat Imam Al Bukhari (no. 6211) dan Muslim (no. 2304) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) juga disebutkan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Karena mereka sewaktu di dunia berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti), dan yang paling parah di antara mereka adalah orang-orang (ahlul bid’ah) yang menyelisihi (pemahaman) jama’ah kaum muslimin, seperti orang-orang khawarij, Syi’ah Rafidhah dan para pengikut hawa nafsu, demikian pula orang-orang yang berbuat zhalim yang melampaui batas dalam kezhaliman dan menentang kebenaran, serta orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar secara terang-terangan, semua mereka ini dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini (yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). (Kitab Syarh Az Zarqaani ‘Ala Muwaththa-il Imaami Maalik, 1/65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau (Ibnu Abdil Barr) adalah Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Barr An Namari Al Andalusi (wafat 463 H), syaikhul Islam dan imam besar ahlus Sunnah dari wilayah Magrib, penulis banyak kitab hadits dan fikih yang sangat bermanfaat. Biografi beliau dalam kitab Tadzkiratul Huffaazh (3/1128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula termasuk peristiwa besar pada hari kiamat, melintasi ash shiraath (jembatan) yang dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam, di antara surga dan neraka. Dalam hadits yang shahih (Riwayat imam Al Bukhari (no. 7001) dan Muslim (no. 183) dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu) disebutkan bahwa keadaan orang yang melintasi jembatan tersebut bermacam-macam sesuai dengan amal perbuatan mereka sewaktu di dunia. “Ada yang melintasinya secepat kerdipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda pacuan yang kencang, ada yang secepat menunggang onta, ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang merangkak, dan ada yang disambar dengan pengait besi kemudian dilemparkan ke dalam neraka Jahannam” – na’uudzu billahi min daalik – (Ucapan syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliau Al Aqiidah al Waasithiyyah, hal. 20) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin ketika menjelaskan sebab perbedaan keadaan orang-orang yang melintasi jembatan tersebut, beliau berkata: “Ini semua (tentu saja) bukan dengan pilihan masing-masing orang, karena kalau dengan pilihan (sendiri) tentu semua orang ingin melintasinya dengan cepat, akan tetapi (keadaan manusia sewaktu) melintasi (jembatan tersebut) adalah sesuai dengan cepat (atau lambatnya mereka) dalam menerima (dan mengamalkan) syariat Islam di dunia ini; barangsiapa yang bersegera dalam menerima (petunjuk dan sunnah) yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka diapun akan cepat melintasi jembatan tersebut, dan (sebaliknya) barangsiapa yang lambat dalam hal ini, maka diapun akan lambat melintasinya; sebagai balasan yang setimpal, dan balasan (perbuatan manusia) adalah sesuai dengan jenis perbuatannya.” (Kitab Syarhul Aqiidatil Waasithiyyah, 2/162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan akhir yang baik (yaitu Surga) bagi orang-orang yang bertakwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perjalanan manusia akan sampai pada tahapan akhir; surga yang penuh kenikmatan, atau neraka yang penuh dengan siksaan yang pedih. Di sinilah Allah ta’ala akan memberikan balasan yang sempurna bagi manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَمَّا مَنْ طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى، وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (Qs.  An Naazi’aat: 37-41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka balasan akhir yang baik hanyalah Allah peruntukkan bagi orang-orang yang bertakwa dan membekali dirinya dengan ketaatan kepada-Nya, serta menjauhi perbuatan yang menyimpang dari agama-Nya. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوّاً فِي الْأَرْضِ وَلا فَسَاداً وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Qashash: 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman As Sa’di berkata: “…Jika mereka (orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini) tidak mempunyai keinginan untuk menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, maka konsekwensinya (berarti) keinginan mereka (hanya) tertuju kepada Allah, tujuan mereka (hanya mempersiapkan bekal untuk) negeri akhirat, dan keadan mereka (sewaktu di dunia): selalu merendahkan diri kepada hamba-hamba Allah, serta selalu berpegang kepada kebenaran dan mengerjakan amal shaleh, mereka itulah orang-orang bertakwa yang akan mendapatkan balasan akhir yang baik (surga dari Allah ta’ala).” (Taisiirul Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan, hal. 453)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita merenungi tahapan-tahapan perjalanan besar ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup supaya selamat dalam perjalanan tersebut? Kalau jawabannya: belum, maka jangan putus asa, masih ada waktu untuk berbenah diri dan memperbaiki segala kekurangan kita -dengan izin Allah ta’ala- . Caranya, bersegeralah untuk kembali dan bertobat kepada Allah, serta memperbanyak amal shaleh pada sisa umur kita yang masih ada. Dan semua itu akan mudah bagi orang yang Allah berikan taufik dan kemudahan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Fudhail bin ‘Iyaadh pernah menasehati seseorang lelaki, beliau berkata: “Berapa tahun usiamu (sekarang)”? Lelaki itu menjawab: Enam puluh tahun. Fudhail berkata: “(Berarti) sejak enam puluh tahun (yang lalu) kamu menempuh perjalanan menuju Allah dan (mungkin saja) kamu hampir sampai”. Lelaki itu menjawab: Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Maka Fudhail berkata: “Apakah kamu paham arti ucapanmu? Kamu berkata: Aku (hamba) milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, barangsiapa yang menyadari bahwa dia adalah hamba milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya pada hari kiamat nanti), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya) maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya selama di dunia), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya) maka hendaknya dia mempersiapkan jawabannya.” Maka lelaki itu bertanya: (Kalau demikian) bagaimana caranya (untuk menyelamatkan diri ketika itu)? Fudhail menjawab: “(Caranya) mudah.” Leleki itu bertanya lagi: Apa itu? Fudhail berkata: “Engkau memperbaiki (diri) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (perbuatan dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (perbuatan dosamu) di masa lalu dan pada sisa umurmu.” (Dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam, hal. 464)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau (Fudhail bin ‘Iyaadh) adalah Fudhail bin ‘Iyaadh bin Mas’uud At Tamimi (wafat 187 H), seorang imam besar dari dari kalangan atba’ut tabi’in yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seorang ahli ibadah (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 403)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan doa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam HR. Muslim, no. 2720) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) untuk kebaikan agama, dunia dan akhirat kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penentu (kebaikan) semua urusanku, dan perbaikilah (urusan) duniaku yang merupakan tempat hidupku, serta perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku (selamanya), jadikanlah (masa) hidupku sebagai penambah kebaikan bagiku, dan (jadikanlah) kematianku sebagai penghalang bagiku dari semua keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 20 Shafar 1430 H&lt;br /&gt;sumber : muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-2372897806954001131?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/2372897806954001131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=2372897806954001131&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2372897806954001131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2372897806954001131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/08/perjalanan-menuju-akhirat.html' title='Perjalanan Menuju Akhirat'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6032602993230187223</id><published>2009-08-02T09:04:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>BUAH ITU BERNAMA CINTA MUHAMMAD</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Syauqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Rumah Zakat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kita membahas tentang begitu selarasnya ajaran nabi kita Muhammad SAW dengan ilmu-ilmu modern. Kita juga belajar tentang kekuatan keyakinan. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyampaikan strategic vision-nya kepada para sahabat, visi itu adalah “Kita akan menaklukkan Parsi dan Romawi”.. Ternyata kabar itu bocor dan tersebar sampai terdengar masyarakat kafir Quraisy…mereka pun mengejek Nabi sampai suatu ketika Rasulullah Muhammad bertemu mereka di depan Ka’bah. Apa yang disampaikan Nabi menjawab ejekan mereka, “Al Yauma awil Ghod”. Tunggu saja kalian akan melihat kemenangan itu, hari ini atau besok hari! Begitu yakinnya Rasul mendeklarasikan keyakinannya padahal kaum muslimin saat itu baru berjumlah empat puluh orang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan Februari lalu syukur Alhamdulillah Allah memberi kesempatan saya melanjutkan usia, yang keempat puluh satu tepatnya. Saya juga berterima kasih atas doa sobat zakat semua, semoga tidak ada yang bertambah pada diri saya selain keshalehan dan rezeki yang berkah dan melimpah. Sejak kecil saya selalu suka membaca kisah atau profil tokoh-tokoh besar peradaban, dan rasanya setiap kesuksesan mereka yang tergores indah dalam catatan sejarah setiap kemuliaannya selalu ada dalam pribadi Rasulullah Muhammad SAW. Dengan kata lain jika kita mau mempelajari dan mampu berlatih untuk meneladani kepribadian Nabi pada dasarnya telah merangkum seluruh keluarbiasaan sifat, sikap, dan seluruh hal baik dari semua tokoh besar di dunia. Lalu apa hubungannya dengan usia saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ayat memonumenkan kemuliaan Rasulullah SAW, \\\"Wa innaka la\\\'ala khuluqin \\\'azhim” (QS. Al-Qalam : 4),  banyak penerjemah yang mengartikan ayat ini sebagai , \\\"Dan engkau itu wahai Muhammad, benar-benar memiliki budi pekerti yang agung. Padahal sebenarnya kandungannya sungguh lebih dahsyat dari ini, menjadi \\\"Dan engkau itu wahai Muhammad, sungguh berada di atas seluruh akhlak/budi pekerti yang agung”. Maknanya apa? Jadi seluruh dan segala macam akhlak mulia lagi agung semua ‘tunduk’ pada kemuliaan Rasul Muhammad SAW. Semua akhlak mulia tak hanya terkumpul dalam pribadinya namun bahkan jika ‘dipersonifikasi’ menjadi makhluk, akhlak-akhlak tadi hormat karena begitu agungnya beliau. Posisi Nabi berada di atas semua sifat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa manfaatnya jika kita meneladani Rasulullah SAW?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelajari dan meneladani Rasul sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, kita bisa temukan begitu banyak yang menulis sejarah Muhammad adalah non muslim. Dan tidak dipungkiri mereka yang mempelajari dan meneladani akan juga mendapat buah kemuliaan dari pribadinya. Menjadi sukses dalam berbisnis misalnya, sukses menjadi pemimpin negara, sukses mengelola emosi dan relasi dan buah manfaat lainnya. Dalam konteks ini mereka mendapatkan “Fadhilah” atau buah manfaat dari berilmu pengetahuan. Dan sungguh kita berharap mereka yang sudah begitu mencintai Muhammad tak sekedar berhenti sebagai Mohammedian tapi secara kaaffah menggenapkannya sebagai muslim. Disinilah peran penting iman sebagai penyempurna peneladanan (ittiba’) kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. Sebagaimana memang salah satu rukun iman adalah iman kepada para Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan di atas, apa saja manfaat kita meneladani Rasulullah? Yang jelas kita akan mendapatkan 2 manfaat kebaikan; kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi kali ini mari kita cermati apa saja yang akan kita raih di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Kecintaan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya Allah akan mencintai orang yang mencintai siapa saja yang dicintai-Nya mulai para Rasul, para Anbiyya, para ulama, hamba-hamba Allah yang jujur, para syuhada dan hamba-hamba Allah yang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya ketika kita berbisnis, saat kita mencintai karyawan kita, memberikan penghargaan terbaik pada mereka tentu keluarganyapun akan juga memberikan kecintaannya dan penghormatannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Rahmat Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menerjemahkan dengan banyak makna tapi yang pasti mendapat rahmat pasti sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Jika ditanya, apa sih hadiah terbesar yang paling Anda inginkan? Rumah tipe 21 (dua hektar satu rumah)? Mercy S-Class, saham terbesar di Burj Al Dubai….atau Surga? Jika yang terakhir..mungkin inilah definisi rahmat terbesar.. “Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta\\\\\\\'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar).” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Hidayah Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah atau petunjuk datang berjenjang. Ada yang merasa sedih jika sudah azan masih ‘terjebak’ pada rapat atau jadwal pejabat tapi ada yang biasa saja…Ada yang menyesal kecapekan sehingga tak mampu bangun sholat malam, ada yang bisa bangun sholat shubuh tepat waktu saja sudah bahagia. Karenanya mari kita minta hidayah agar terus ditambahkan kepada kita. Tidak hanya hidayah untuk ‘benar’ secara spiritual namun juga hidayah dalam makna petunjuk untuk dapat sukses di dunia, dalam berkarier, berbisnis, membangun keluarga, timwork dan sebagainya. Dengan mencintai Rasulullah SAW sebenarnya kita sedang membaca petunjuk atau kiat sukses menuju target cita-cita yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Harga Diri (Izzah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pelajari kepribadian Nabi, apakah pernah merasa pesimis, berkompromi pada kepengecutan dan hal-hal lain yang merendahkan harga diri? Tentu tidak! Seperti riwayat di awal tadi dalam jumlah sedikit saja beliau berani lantang menaklukkan Parsi dan Romawi, dua imperium terbesar saat itu. Buah itulah yang akan kita dapatkan dengan meneladani akhlak Rasul. Apa puncak harga diri yang bisa kita contohkan saat ini : Menolak agresi Israel di sidang PBB, istiqomah menolak korupsi, disiplin tepat waktu, bangga dengan produk Indonesia……silakan Anda isi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menang pasti ada pertarungan, ada perlombaan. Saat ini apakah kita sedang ‘bersantai’ untuk perlombaan kelas teri atau sedang berjibaku dalam perjuangan panjang, keras dan saling  mengalahkan? Kiasan ini untuk mengingatkan apakah kita sadar bahwa sejatinya kita sedang berperang?  Melawan kondisi umat Islam tak kunjung ‘cerdas’, melawan agresi pikiran negatif yang mengajak pada hura-hura atau sebaliknya menikmati kemelaratan? Melawan ideologi yang menjauhkan kita pada Dien Islam kita…Karenanya untuk meraih kemenangan sejati kita harus terus bersemangat melakukan produktivitas..Jika kondisi saat ini kita merasa biasa saja, aman-aman saja..wah sepertinya semangat menjadi pemenang itu tidak ada. Kalau begitu tutup buku saja..dan yang pasti Rasulullah SAW tidak akan tersenyum puas kepada kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari semakin kita cintai Rasul! Semua teknik, taktik dan strategi kemenangan dan kemuliaan ada semua pada pribadinya. Maka sering-seringlah kita bergaul dengan orang-orang yang selalu mencintainya! : sumber : rumahzakat.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6032602993230187223?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6032602993230187223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6032602993230187223&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6032602993230187223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6032602993230187223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/08/buah-itu-bernama-cinta-muhammad.html' title='BUAH ITU BERNAMA CINTA MUHAMMAD'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6951601950875175322</id><published>2009-07-24T16:40:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Laa Takhof wa Laa Tahzan, Jangan Sedih dan Janganlah Bimbang</title><content type='html'>Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. [QS. Al-Baqarah: 38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengirim Nabi Adam ke bumi untuk menjadi khalifah-Nya. Namun Allah berjanji akan memberi petunjuk melalui malikat-Nya agar Adam dan keturunannya dapat menjalankan tugas mereka sebagai hamba dan khalifah Allah dengan sukses dan meraih kemenangan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah: 277] &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebahagiaan&lt;br /&gt;Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Ali Imran: 170]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh, seorang motivator terkenal, merumuskan kebahagiaan sebagai tidak adanya ketidak-bahagiaan. Apa yang beliau maksud dengan ketidak-bahagiaan? Ketidak-bahagiaan yang beliau maksud adalah keadaan di mana hadir rasa khawatir dan atau rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khauf, ketakutan dan kekhawatiran, merupakan penghalang bagi seseorang dari mengambil tindakan. Ketakutan yang berlebihan akan mengalahkan keyaqinan seseorang untuk sukses. Bahkan al-khauf yang tidak pada tempatnya dapat membuat seseorang lupa kepada janji-janji Allah. Bahkan boleh dikatakan meragukan janji-janji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seseorang enggan berbagi dengan sesama karena takut menjadi miskin. Maka Allah berfirman dalam hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqarah: 268]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan sering membisikkan ke dalam hati orang-orang yang ingin bersedekah dengan berkata, “Janganlah kau sedekahkan hartamu, nanti kau akan menjadi miskin!” Tetapi Allah menguatkan kita dan berfirman, “Sedekahkanlah, maka Aku mengampunimu dan memberimu karunia yang luas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sikap orang-orang beriman. Mereka selalu melihat segala hal dari sisi positif. Mereka menjadikan bantahan terhadap mereka sebagai penguat pendirian mereka. Semakin mereka dibantah, semakin kuat pendirian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Al-Wakil.” [QS. Ali Imran: 173]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman yang penuh keyaqinan kepada Allah tidak akan takut atau pun gentar menghadapi perang-kejiwaan yang dilontarkan kepada mereka. Justeru mereka bertambah yaqin kepada Allah dan semakin menyerahkan diri mereka untuk diatur oleh Allah, Rasul-Nya dan pemimpin mereka yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggapai Kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kita mendengarkan adzan setidaknya sebanyak lima kali. Dalam adzan ada lafazh “Hayya ‘alal falah”. Al-Falah dapat berarti kemenangan, kesuksesan, kebahagiaan, kejayaan, keberhasilan, dsb. Bagaimana menggapainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [QS. Al-'Ashr]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merugilah manusia yang telah diberikan waktu dan kehidupan, namun tidak memanfaatkannya di jalan kebaikan dan kebenaran. Hanya orang-orang yang mengisi kehidupannya dalam optimisme, beramal shalih, bekerja dan berusaha dengan baik dan benar, kemudian saling menguatkan, saling memotivasi kepada jalan kebenaran serta memotivasi untuk tetap sabar dan setia pada kebaikan, itulah yang menggapai kebahagiaan haqiqi. Kebahagiaan yang lebih besar dari sekedar materi dunia dan seisinya. Karena orang yang tetap sabar dalam kebaikan akan memperoleh tidak hanya materi atau pun dunia dan segala isinya, tetapi juga nilai-nilai, hal-hal immateril, segala apa yang terkandung dalam jiwa yang luhur, serta menjadi dekat dengan Allah. Orang yang setia kepada kebaikan haqiqi akan menjadi kekasih Allah SubhanaHu wa Ta’ala. Inilah kebahagian seajti yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [QS. Al-Fatihah: 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini begitu banyak manusia dengan segala macam sifat dan keadaannya. Di antara mereka ada yang sukses dan disukai banyak orang, namun juga ada yang rusak, menjadi sampah masyarakat, dan dibenci banyak orang. Lihatlah kedua type itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bertemu dengan orang sukses, katakanlah, “Dia orang sukses, dan saya akan menjadi seperti dia jika saya mengikuti langkah-langkah yang ditempuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bertemu dengan orang gagal, katakanlah pada diri Anda, “Dia orang yang gagal, dan saya akan menjadi seperti dia jika saya mengikuti langkah-langkah yang ditempuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Yunus: 62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisa`: 69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [QS. Al-Baqarah: 1-5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an adalah kitab yang lebih hebat dari Science of Getting Rich, Seven Habits, dan buku-buku yang sejenis. Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan kesuksesan dunia, tetapi kesuksesan dunia dan akhirat. Tinggal Anda mau mengikutinya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti Petunjuk Itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-An'am: 48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-A'raf: 35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imran: 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita mengikuti langkah-langkah mereka, semakin kebiasaan mereka juga menjadi kebiasaan kita, maka semakin kita menjadi dekat dengan Allah. Juga semakin keputusan dan perbuatan kita menjadi tepat sesuai yang disukai serta diridhoi Allah. Pada saat itu, apa yang kita fikirkan, kita ucapkan, dan kita perbuat akan semakin memancarkan citra Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah SAW telah bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman : “Barangsiapa yang memusuhi wali-wali-Ku, sesungguhnya Aku menyatakan perang ke atasnya. Dan tidaklah seorang hamba itu mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku cintai melainkan dengan apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Berterusanlah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan mengerjakan (amalan-amalan) nawafil (sunnah) hinggalah Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku adalah penglihatannya yang dengannya ia melihat dan tangannya yang dengannya ia memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengurniakannya dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya.” (HQR. Imam Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakilkan Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. [QS. Al-Baqarah: 286]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah: 112]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda khawatir tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepada Anda, atau Anda khawatir akan gagal dalam suatu hal, maka hilangkan kekhawatiran itu. Kerjakan saja apa yang mampu Anda kerjakan, lalu serahkan apa yang tidak mampu Anda kerjakan kepada Allah. Berusaha itu urusan kita, sedangkan hasil itu urusan Allah. Kerjakan urusan kita, dan biarkan Allah mengurus urusan-Nya. Jika kita berusaha dan menyerahkan diri kepada Allah, maka tidak ada kekhawatiran dalam diri kita dan tidak pula kesedihan. Karena kita yaqin bahwa kita telah berusaha sebaik mungkin yang kita mampu. Dan kita akan siap menerima segala ketentuan dari Allah Yang Mahakuasa. Dan Allah akan memberi kita balasan atas usaha baik kita, apakah di dunia ini maupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. [QS. Al-Mu`min: 44]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. [QS. Al-Ahqaf: 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al-Qur`an itu mengajarkan banyak kebaikan dan memastikan pengikutnya yang istiqomah untuk sukses dunia dan akhirat. Mario Teguh sering menggunakan istilah ’setia kepada kebaikan’ sebagai ganti istilah ‘istiqomah’. Karena istiqomah dalam Islam tentu saja bukan teguh di dalam kesesatan, tetapi teguh dalam mengikuti kebaikan-kebaikan yang diajarkan Al-Qur`an. Teguh dalam mengikuti langkah-langkah para Nabi, para wali, para shiddiqiin (orang-orang benar), shalihin (orang-orang shalih), dan syuhada (orang-orang yang mati dalam membela dan mempertahankan ajaran kebaikan, yaitu Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Pelajari dan Amalkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, [QS. Fathir: 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengkaji Al-Qur`an dan Al-Hadits! Yaqinlah bahwa Al-Islam adalah ajaran yang sempurna! Selamatlah manusia yang mengamalkannya dengan keimanan kepada Allah; selamat di dunia, juga di akhirat. Tidak ada alasan yang masuk aqal untuk meninggalkan ajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul! Sungguh, Rasulullah telah menyuruh kita untuk memegang Al-Qur`an dengan erat melalui perkataannya, “Gigitlah Al-Qur`an dengan gigi gerahammu.” Dan bersabarlah dalam berjalan menuju Allah. Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam menuju Allah, maka Allah tunjukkan jalan-Nya yang lurus. Maka janganlah kita berputus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ya’qub berkata: ) “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. [QS. Yusuf: 87]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : swaramuslim.net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6951601950875175322?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6951601950875175322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6951601950875175322&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6951601950875175322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6951601950875175322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/07/laa-takhof-wa-laa-tahzan-jangan-sedih.html' title='Laa Takhof wa Laa Tahzan, Jangan Sedih dan Janganlah Bimbang'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6790228615169322411</id><published>2009-07-24T16:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Etika Yang diajarkan dalam Islam</title><content type='html'>Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bissmillahirrohmaan irrohiim’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS. Al-Imran (3) ayat 110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. QS.An-Nisa (4) ayat 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.  Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."QS.Al-Maidah ( 5) ayat 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. QS. An-Nisaa (4) ayat 93.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”, QS.Al-Furqon (25) ayat 68.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketika saya menerima pesan singkat yang isinya pada intinya menghalalkan terjadinya peledakan Hotel Marriott dan Ritz Carlton, sungguh saya sangat sedih, dan bertanya tanya, betulkah yang mengirim pesan singkat pada saya adalah seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya (maaf Ilmu Agama saya masih sangat minim, karena saya belajar Islam setelah saya berumah tangga dan sudah memiliki dua orang anak) dan tidak satupun agama yang mengajarkan pada pemeluknya untuk mengajarkan perbuatan tercela, terlebih ajaran Islam, justru ajaran Islamlah yang paling menentang perbuatan tercela tersebut, seperti membunuh, merusak dan bahkan bunuh diri, tidak satupun ayat dalam Al-Qur’an yang membenarkan kita melakukan perbuatan tercela yang mencelakakan orang lain, atau mencelakan diri sendiri, bahkan Islam mengajarkan kita agar berakhlaq mulia, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW, sebagaimana tertuang dalam QS dan Ayat ayat tersebut diatas, bahkan kita seluruh kaum muslimin diajarkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam memiliki sifat Kritis dan teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al-Hujurat (49) ayat 6. yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari Rasullah berkata kepada Asyaj Abdul Qais:”Sesungguhnya ada dua perkara di dalam dirimu yang disukai Allah, yaitu kritis dan ketelitian”&lt;br /&gt;(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam bersikap Lembut dan Pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al-Imran (3) ayat 159. “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Rasulullah bersabda:”Barangsiapa meninggalkan sikap lembut, maka ia telah meninggalkan kebaikan semuanya”. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam berlaku Jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. QS.Al-Muthafifin (83) ayat 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”sesunggunya kejujuran membawa kepada kebaikan, kebaikan mengantarkan kepasa surga, dan seorang akan berbuat jujur sehingga ia dijuluki orang jujur”. (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam bersikap Sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah (2) ayat 153.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”, QS. Al-Baqarah (2) ayat 155&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bersabar maka Allah akan bersabar untuknya, tidak ada pemberian Allah yang lebih kepada hambaNya kecuali kesabaran” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Umat Islam Tawadlu’ atau rendah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS.Lukman (31) ayat 18. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar aku bertawadlu’,&lt;br /&gt;sehingga tidak ada orang merasa sombong dan lebih tinggi dari lainnya dan tidak ada orang menghianati lainnya” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada orang yang bertawadlu kepada Allah, kecuali Allah akan&lt;br /&gt;mengangkatnya” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS.Al-Anfal (8) ayat 27. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, ketika bicara bohong, ketika&lt;br /&gt;janji mengingkari dan ketika dipercayai menghianati”. (HR. Bukhari&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Umat Islam Memiliki rasa Malu yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasa malu itu selalu mendatangkan kebaikan” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malu itu bagian dari iman” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam berkata manis dan muka yang ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Takutkan kalian dari neraka walaupun dengan sebutir kurma, kalau&lt;br /&gt;tidak bisa maka bisa dengan perkataan yang manis” (HR. Bukhari&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalimat yang baik merupakan sedekah” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar umat Islam Berbakti kepada kedua orang tua dan handai taulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS.An-Nisa (4) ayat 36. "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah s.a.w.;” Apa perbuatan yang paling disukai Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah:”Sholat di waktunya”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud:”Lalu apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah:”Berbuat baik kepada kedua orang tua” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Umat Islam Memperbanyak hubungan Silaturrahim atau berhubungan dengan halayak luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. QS. An-Nisa (4) ayat 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa ingin diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar baik ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits diatas jelaslah bahwa agama Islam, agama yang Rahmatan Lil’alamiin, serta masih banyak lagi ajaran ajaran Agama Islam yang mangarahkan serta membuat pemeluk agama Islam yang mengajarkan umatnya agar berbudi luhur, bukan mengajarkan untuk berprilaku yang menyimpang serta pengrusakan baik Akhlak, mental serta prilaku penyimpangan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam Bisawab ,  Hanya Allah yang Tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waassalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;penulis : Mujiarto Karuk ( kotasantri.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6790228615169322411?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6790228615169322411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6790228615169322411&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6790228615169322411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6790228615169322411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/07/etika-yang-diajarkan-dalam-islam.html' title='Etika Yang diajarkan dalam Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-372720483058205823</id><published>2009-07-24T16:26:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tidak Diperkenankan Haji Bagi Lansia dan Anak-anak Tahun Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alsofwah.or.id/images/bdi-1-240709.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 106px;" src="http://www.alsofwah.or.id/images/bdi-1-240709.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para Menteri Kesehatan Bangsa Arab: “Tidak Diperkenankan Haji Bagi Lansia dan Anak-anak Tahun Ini”&lt;br /&gt;Jumat, 24 Juli 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo- Para Menteri kesehatan Arab sepakat atas pelarangan orang tua “Lansia” dan anak-anak yang berusia kurang dari 12 tahun serta para pasien yang menderita penyakit menahun (kronis) untuk menunaikan ibadah haji tahun ini dengan alasan kekhawatiran dengan keberadaan Virus Flu “H1 N1” yang populer dengan sebutan “Flu Babi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Saudi Abdullah ar-Rabi’ah setelah usai dari konferensi Menteri-menteri kesehatan Arab dan para aktivis WHO di Kairo pada hari Rabu 22/7/2009 menyatakan, “Bahwasanya Kerajaan Saudi tidak membatasi Jumlah Maksimal bagi para peserta Haji dan Umroh tahun ini, hanya saja kerajaan menenetapkan ketentuan-ketentuan (UU) baru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ar-Rabi’ah menambahkan, “Kita tidak akan merubah prosentase (jumlah peserta haji) setiap Negara, hanya saja kita merubah beberapa syarat tertentu, yang sudah pasti akan berkurangnya jumlah peserta haji tahun ini disebabkan ketentuan-ketentuan/ kebijakan-kebijakan ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara WHO Ibrahim al-Kardani mengatakan kepada Reuterz, “Beberapa golongan akan dihindarkan untuk tidak menunaikan haji, khususnya orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dan anak-anak yang berumur kurang dari 12 tahun, serta orang-orang yang menderita penyakit yang menahun (kronis). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun sakit-sakit yang tergolong menahun (kronis) meliputi: Depresi, diabetes, jantung, hati, ginjal, obesitas (kegemukan) yang berpotensi penyebab penyakit-penyakit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan, bahwa keputusan tersebut harus disetujui oleh Pemerintah-pemerintah dan menteri-menteri kesehatan, termasuk pemerintah Saudi, namun Direktur Regional WHO Husein al-Jaza’iry berkata, "Bahwasanya yang lebih utama adalah adanya kesepakatan atas keputusan tersebut terlebih dahulu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jaza’iry menerangkan bahwa pemerintah Arab Saudi memiliki Peralatan yang memadai untuk menangani penyakit menular di antara para peserta haji yang begitu banyaknya setiap tahun”, dan berkata, "Pemerintah Arab Saudi sekarang ini memiliki sangat banyak pengalaman. Karena Arab Saudi terbiasa menghadapi setiap tahun antara 25 dan 30 kasus kolera dan al-Hamdulillah tidak pernah terjadi wabah apa pun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Arab Saudi pada bulan juni lalu telah menghimbau para orang tua “Lansia”, pasien penderita penyakit kronis, dan kaum muslimin lainnya yang tidak memiliki kondisi yang fit dan sehat untuk menangguhkan pemberangkatan haji pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekitar lebih dari 3000 juta kaum Muslimin dari 160 negara mendatangi Mekkah al-Mukarromah guna menunaikan syiar-syiar suci setiap tahunnya. (IOL/A.NBL) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : syiar-alsofwah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-372720483058205823?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/372720483058205823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=372720483058205823&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/372720483058205823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/372720483058205823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/07/tidak-diperkenankan-haji-bagi-lansia.html' title='Tidak Diperkenankan Haji Bagi Lansia dan Anak-anak Tahun Ini'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6825913357901944507</id><published>2009-05-21T18:09:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>BERSIKAP ADIL</title><content type='html'>Adil atau keadilan adalah sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita semua.&lt;br /&gt;Imam al-Mawardi (salah seorang ulama pengikut madzhab Imam asy-Syafi'i) berkata, dalam kitab beliau yang berjudul Adab ad-Dunya wa ad-Diin, "Sesungguhnya di antara perkara yang dapat membuat baik keadaan dunia ini adalah keadilan yang menyeluruh dan mencakup semua sisi kehidupan. Keadilan akan mengajak manusia untuk berbuat baik terhadap sesama, membangkitkan semangat untuk melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala. Dengan keadilan, dunia akan dipenuhi dengan kemakmuran, harta benda akan berkembang dan bertambah banyak, penguasa akan merasa aman dan pemerintahannya akan berumur panjang. Tidak ada sesuatu yang lebih cepat menghancurkan dunia dan merusak serta mengotori hati-hati manusia daripada kezhaliman yang merupakan lawan dari keadilan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adil adalah memutuskan perkara sesuai dengan ketentuan Allah Ta'ala dalam al-Quran dan ketentuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam as-Sunnah, bukan hanya sekedar bergantung kepada akal manusia semata. Dengan pengertian ini dapat kita katakan bahwa hukum Allah memberikan kepada anak laki-laki sebanyak dua bagian anak perempuan dalam masalah pembagian harta warisan adalah hukum yang adil. Begitu pula hukum Allah membolehkan poligami dan mengharamkan poliandri dalam masalah pernikahan adalah hukum yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil juga didefinisikan sebagai sikap pertengahan antara meremehkan dan berlebih-lebihan dalam suatu perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil merupakan salah satu sifat dari sifat Allah Ta'ala, sebagaimana adil juga merupakan salah satu sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Maka siapakah yang dapat berbuat adil jika Allah dan rasulNya (dianggap) tidak berbuat adil?" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim memandang keadilan secara umum adalah termasuk kewajiban yang paling utama dan pasti, sebab Allah Ta'ala memerintahkan setiap muslim untuk berlaku adil di dalam firmanNya, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat." (QS. an-Nahl: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Dia mencintai orang-orang yang senantiasa berbuat adil dalam firmanNya, "Dan berlaku adillah; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." (QS. al-Hujurat: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala memerintahkan kita untuk berbuat adil di dalam perkataan dan di dalam menetapkan hukum. Allah Ta'ala berfirman, "Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu)" (QS. al-An'am: 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil." (QS.an-Nisa': 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang muslim yang baik akan selalu berusaha untuk dapat berbuat adil dalam perkataan maupun dalam perkara hukum. Ia akan senantiasa berbuat adil dalam segala urusannya sampai keadilan menjadi akhlak yang tidak terpisahkan darinya. Ia akan menjauhi segala macam bentuk ketidakadilan, kesewenang-wenangan, kezhaliman dan penyelewengan. Ia menjadi orang yang adil yang tidak condong kepada hawa nafsu, syahwat dan fitnah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan ridha dan kecintaan Allah Ta'ala serta kemuliaan dan kenikmatan dariNya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah disediakan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya di sisi kanan (Allah) Yang Maha Pemurah, Maha Agung lagi Maha Tinggi -dan kedua tanganNya adalah kanan-. Mereka adalah orang yang adil dalam menetapkan hukum, adil terhadap keluarga dan adil dalam kekuasaan." (HR. Muslim [1827])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada (hari kiamat), hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah, ." (HR. al-Al-Bukhari [660])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan memiliki banyak aspek yang dapat ditunjukkan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  a.. Adil terhadap Allah Ta'ala, yaitu dengan tidak berbuat syirik dalam beribadah kepadaNya, mengimani nama-namaNya dan sifat-sifat-Nya, menaatiNya dan tidak bermaksiat kepadaNya, senantiasa berdzikir dan tidak melupakanNya serta mensyukuri nikmat-nikmatNya dan tidak mengingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  b.. Adil terhadap sesama manusia, yaitu dengan memberikan hak-hak mereka dengan sempurna tanpa menzhaliminya, sesuai dengan apa yang menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  c.. Adil terhadap keluarga (anak dan istri), yaitu dengan tidak melebihkan dan mengutamakan salah seorang di antara mereka atas yang lainnya atau kepada sebagian atas sebagian yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  d.. Adil dalam perkataan, yaitu dengan berkata baik dan jujur tidak berdusta, berkata kasar, bersumpah palsu, mengghibah saudara seiman dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  e.. Adil dalam berkeyakinan, yaitu dengan meyakini perkara-perkara yang disebutkan dalam al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahih dengan keyakinan yang pasti tanpa keraguan sedikitpun dan tidak meyakini hal-hal yang tidak benar yang menyelisihi keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  f.. Adil dalam menetapkan hukum dan memutuskan perselisihan yang terjadi antara sesama manusia, yaitu dengan menjadikan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai sumber hukum dan pemutus perkara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara Buah Keadilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  a.. Orang yang adil akan mendapatkan keamanan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  b.. Apabila orang yang adil berkuasa, maka keadilannya akan memelihara kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  c.. Keridhaan dari Allah Ta'ala terhadap orang yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  d.. Orang yang adil tidak akan mengganggu dan menyakiti orang lain ataupun makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  e.. Pemilik sifat adil berhak untuk mendapatkan kekuasaan, kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  f.. Keadilan akan membawa pemiliknya untuk berpegang teguh dengan kebenaran dan meninggalkan kebatilan tanpa ada basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  g.. Keadilan dalam Islam mencakup segala sisi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  h.. Keadilan merupakan jalan menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah radhiallahu 'anhu meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda, "Pernah ada seorang lelaki yang membeli sebidang tanah dari seseorang. Kemudian sang pembeli menemukan dalam tanah tersebut sebuah bejana berisi emas. Ia pun berkata kepada sang penjual tanah, "Ambillah emasmu ini dariku karena sesungguhnya aku hanya membeli tanah darimu dan tidak membeli emas ini!" Sang penjual berkata, "Sesungguhnya yang aku jual kepadamu adalah tanah dan apa yang ada di dalamnya." Kedua orang itu pun pergi menemui seorang hakim untuk memutuskan perselisihann yang terjadi di antara mereka. Sang hakim bertanya kepada keduanya, "Apakah kalian berdua memiliki anak?" Salah seorang dari keduanya menjawab, "Saya memiliki seorang anak laki-laki." Adapun yang lainnya menjawab, "Saya memiliki seorang anak perempuan." Sang hakim pun berkata, "Kalau begitu, nikahkanlah anak-anak kalian! Kemudian manfaatkanlah emas ini untuk memenuhi kebutuhan kalian berdua dan bersedekahlah darinya!" (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Herman Abul Hasan&lt;br /&gt;Sumber: 1. Minhajul Muslim. 2. Mausu'ah Nadhratin Na'im&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6825913357901944507?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6825913357901944507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6825913357901944507&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6825913357901944507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6825913357901944507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/05/bersikap-adil.html' title='BERSIKAP ADIL'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-7946569592494243782</id><published>2008-11-02T10:07:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kafir tersembunyi</title><content type='html'>Jika seorang manusia tidak waspada akan Mata Allah yang selalu&lt;br /&gt;mengawasinya dimanapun - di setiap waktu , maka dia bukanlah seorang&lt;br /&gt;mukmin. Kalian harus membayangkan dalam hati, bahwa Mata Allah selalu&lt;br /&gt;bersama kalian. Jika kalian melupakan "Mata Tuhan" maka kalian&lt;br /&gt;sedang dalam genggaman ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang manusia melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah,&lt;br /&gt;Nabi dan Awliya, maka dia di golongkan sebagai seorang "kafir&lt;br /&gt;tersembunyi" . Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik&lt;br /&gt;berupa kufr yang nampak dan yang tidak tampak. Untuk itu kalian harus&lt;br /&gt;waspada akan perbuatan yang terlihat mata dan juga perbuatan yang&lt;br /&gt;tersembunyi. Perhatikan setiap tingkah laku dan yang akan kalian&lt;br /&gt;kerjakan, sehingga semuanya membuat Allah, Nabi dan Awliya bahagia.&lt;br /&gt;Jika perbuatan itu membuat "Mereka " bahagia, maka boleh kalian&lt;br /&gt;kerjakan, jika tidak, kalian harus meninggalkannya. &lt;br /&gt;Jika seorang manusia menimbang segala perbuatannya didunia ini, maka&lt;br /&gt;tidak akan ada yang perlu ditimbang lagi saat Hari Pengadilan nanti.&lt;br /&gt;Nabi bersabda : " Adalah lebih membahagiakan bagi Allah jika&lt;br /&gt;seseorang duduk sejam untuk berpikir dan menimbang segala&lt;br /&gt;perbuatannya daripada dia beribadah selama 70 tahun." Mengapa ?&lt;br /&gt;karena kalian bisa menghapus 70 tahun ibadah dengan sebuah perbuatan&lt;br /&gt;yang Allah tidak meridhainya; namun jika kalian menimbangnya dulu&lt;br /&gt;dengan merenungkannya, maka kalian mampu meninggalkan perbuatan itu&lt;br /&gt;dan menghindari petakanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Death Experiences&lt;br /&gt;by Susan Fine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan bercerita tentang sebuah rahasia. Kadang-kadang hati dan&lt;br /&gt;nafas saya berhenti untuk sekian menit, ya saya meninggal... dan saya&lt;br /&gt;pergi menuju neraka.&lt;br /&gt;Banyak orang mengira diri mereka baik, melupakan atau tidak peduli&lt;br /&gt;dengan keburukan yang mereka lakukan. Jika mereka percaya akan&lt;br /&gt;neraka, mereka mengira seseorang dimasukkan kesana sebagai hukuman,&lt;br /&gt;tinggal selamanya di sana. Guru-guru sufi kami mengajarkan bahwa&lt;br /&gt;kitalah yang menghukum diri sendiri dan mengirim ke neraka atau&lt;br /&gt;kesurga. Neraka bukan sebagai tempat hukuman, tapi untuk&lt;br /&gt;pembersihan. Inilah hal yang paling susah, paling berat untuk&lt;br /&gt;membersihkan diri, sedangkan kita tidak tahu tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang suci membersihkan pengikutnya sebelum mereka meninggal.&lt;br /&gt;Cintailah para nabi, guru-guru, awliya – semoga rahmat tercurah pada&lt;br /&gt;mereka. Dan ajaran pada kitab suci menyiapkan kita untuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap saya " meninggal ", saya temukan tempat berbeda-beda di neraka.&lt;br /&gt;Ada satu tempat dimana saya melihat segala hal buruk yang telah saya&lt;br /&gt;lakukan dengan anggota badan ini. Segala hal yang tidak kita ingat,&lt;br /&gt;perbuatan buruk yang sama sekali tidak kita sadari, tubuh ini begitu&lt;br /&gt;menderita saat kita memukul orang , membanting pintu, memukul&lt;br /&gt;dinding atau berjalan bagai bulldozer diatas bumi tanpa menghormati&lt;br /&gt;Tuhan dan ciptaan-Nya. Semua orang yang berada di tempat itu amat&lt;br /&gt;menderita, terus menerus menangis. Saya berada disana saat berusia&lt;br /&gt;12 tahun. Sungguh tempat yang mengerikan. Sayapun menangis, " Ini&lt;br /&gt;tidak adil ! saya hanya seorang anak kecil! saya tak tahu tempat apa&lt;br /&gt;ini dan apa yang membuat saya datang ke sini. "&lt;br /&gt;Lalu ada sebuah suara : "Itulah yang dikatakan semua orang yang&lt;br /&gt;berada disini," saya mendengar ribuan orang menangis, mengatakan&lt;br /&gt;hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah sangat tua, mereka&lt;br /&gt;meraung –raung, " Saya masih kecil waktu itu, saya tidak tahu apa-&lt;br /&gt;apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi tempat yang lebih mengerikan, dimana kalian mendengar&lt;br /&gt;segala hal buruk yang pernah terucap oleh lidah , kata-kata yang&lt;br /&gt;dulu pernah kalian tujukan pada orang-orang, bahkan kata-kata yang&lt;br /&gt;kalian tidak sadar bahwa itu menyakitkan bagi mereka; bercanda yang&lt;br /&gt;mengakibatkan sakit hati ; kata-kata fitnah ; setiap ucapan yang&lt;br /&gt;pernah diteriakkan atau dibisikkan secara rahasia ; setiap teguran&lt;br /&gt;keras ; tuduhan yang salah; hinaan ; semuanya kembali berteriak pada&lt;br /&gt;kalian di tempat ini dan tubuh terasa amat pedih terbakar oleh api&lt;br /&gt;namun sama sekali tidak hancur. Saat itu saya berusia 18 tahun&lt;br /&gt;karena kasus pneumonia. Sebuah tempat dimana hanya ada api, suara-&lt;br /&gt;suara, rasa malu dan kepedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada tempat yang lebih parah lagi, dimana segala pikiran&lt;br /&gt;buruk timbul ; saat-saat dimana kita meragukan Tuhan, marah dan&lt;br /&gt;jijik akan ciptaan-Nya, menyesali diri sendiri atau merasa superior&lt;br /&gt;dibanding yang lain. Semua dosa ini terjadi dalam pikiran, semua&lt;br /&gt;diperlihatkan pada kalian dan pikiran-pikiran itu seperti menggigit&lt;br /&gt;dan mendorong kalian. Kalian tahu bahwa pikiran itu tidak terbatas&lt;br /&gt;dan dipenuhi dengan penderitaan yang tidak terbatas pula, sungguh&lt;br /&gt;sangat menyiksa. Sangat susah untuk pergi dari tempat itu, pikiran&lt;br /&gt;kita tak mampu kabur dari sana. Bahkan untuk menghafal satu doa&lt;br /&gt;saja, pikiran kita susah melakukannya. Tidak ada memori, pikiran&lt;br /&gt;buruk masa lalu terus menerus muncul, berulang-ulang. Jika satu do'a&lt;br /&gt;muncul spontan di kepala, satu kali saja, menyebut salah satu nama&lt;br /&gt;Allah yang terlintas dipikiran - maka semuanya menjadi diam,&lt;br /&gt;kepedihan hilang, dan kita dapat pergi meninggalkan tempat itu -&lt;br /&gt;namun kegaduhan itu membuat kita susah untuk mencari ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang pernah meninggal, pergi ke tempat-tempat seperti&lt;br /&gt;itu. Lalu kembali ke raganya saat dokter menekan alat-alat pada&lt;br /&gt;tenggorokan, memompa jantungnya agar bisa berdenyut kembali. Mereka&lt;br /&gt;lalu berkata ," Oh, jika saya hafal satu doa, maka di dalam neraka&lt;br /&gt;sana, doa itu tidak akan pernah terlupakan. Dan jika tujuan saya&lt;br /&gt;hanya Tuhan saja maka saya akan selamat. " Namun untuk selanjutnya&lt;br /&gt;mereka akan berpikir, " Pasti saya sudah berpikiran yang bukan-bukan&lt;br /&gt;waktu tidak sadarkan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling tidak enak adalah setelah kalian pergi ke neraka, nafas&lt;br /&gt;kalian berhenti, jantung berhenti berdetak, lalu Tuhan membuat&lt;br /&gt;semuanya "hidup" lagi. Kalian kembali pada kehidupan dengan&lt;br /&gt;kenyataan bahwa sekarang kalian bukanlah tubuh yang berkeliaran di&lt;br /&gt;dunia ini, bukan pula lidah dan suara-suara yang bisa bernyanyi&lt;br /&gt;ataupun mengumpat seenaknya, bukan pula pikiran yang berkelana dan&lt;br /&gt;dipenuhi gambaran-gambaran menyenangkan. Kalian telah sadar bahwa&lt;br /&gt;kehidupan ini bukan untuk selamanya, kematian bukanlah final, tidak&lt;br /&gt;satupun yang pasti, siapapun kalian, jutaan orang di bumi atau di&lt;br /&gt;neraka tidak lebih baik atau lebih buruk dari kalian sendiri,&lt;br /&gt;kalianpun merasa sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesadaran" mampu meninggalkan suatu tempat, menuju kemanapun&lt;br /&gt;didunia ini atau bahkan ke tempat-tempat di neraka dan di surga.&lt;br /&gt;Selubung diangkat saat terjadi kematian, tali telah dipotong saat&lt;br /&gt;kembali pada kehidupan ini, dan segala hal yang dikira baik atau&lt;br /&gt;penting sebelum hal ini terjadi, sekarang menjadi tidak berarti sama&lt;br /&gt;sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Spiritualitas Dengan Hati&lt;br /&gt;Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khidir a : " Kapan Adam diciptakan ?"&lt;br /&gt;Jibril as : "Adam yang mana yang kamu bicarakan ?"&lt;br /&gt;Khidir as : " Bukankah Adam-mu sama dengan Adam-ku ?"&lt;br /&gt;Jibril as : " Itu Adam yang terakhir. Ada 124.000 Adam-&lt;br /&gt;Adam yang telah datang dan pergi. Setiap dari mereka mempunyai&lt;br /&gt;Hari Kiamat, dan sekarang kita sedang berada di masa Adam yang&lt;br /&gt;terakhir."&lt;br /&gt;Khidir as : " Jadi kapan sebenarnya Allah menciptakan&lt;br /&gt;dunia ini ?"&lt;br /&gt;Jibril as : " Aku akan memberitahumu apa yang aku tahu&lt;br /&gt;saja."&lt;br /&gt;Khidir as : " Aku sedang mendengarkan. Ceritakanlah! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibrilpun mulai bercerita, " Suatu ketika, aku bertanya pada Allah&lt;br /&gt;agar menunjukkan Ciptaan-Nya padaku. Allah berkata padaku, `Ya&lt;br /&gt;Jibril, pergilah ke tempat itu dimana kamu akan mendapat&lt;br /&gt;pengetahuan. ' "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika turun membawa wahyu untuk Nabi, Jibril hanya menggunakan 2&lt;br /&gt;sayap dari 600 sayap-sayap yang beliau punyai. Hanya dengan kedua&lt;br /&gt;sayapnya, cukup untuk menutupi tempat antara tempat asalnya sampai&lt;br /&gt;ke bumi. Beliau tidak membuka seluruh sayapnya, karena terlalu kecil&lt;br /&gt;jaraknya. Namun ketika Allah memintanya untuk pergi ke suatu tempat,&lt;br /&gt;Jibril mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku buka seluruh sayapku untuk pergi ke tempat itu, dengan kecepatan&lt;br /&gt;yang Allah berikan padaku yang tidak seorangpun mengetahuinya. Aku&lt;br /&gt;terus terbang dan terbang dalam Waktu Allah. Ketika aku merasa lelah,&lt;br /&gt;akupun berhenti. Ketika aku berhenti, aku melihat semua waktu dan&lt;br /&gt;jarak yang telah kutempuh seperti lautan pasir kristal. Kristal-&lt;br /&gt;kristal itu amat kecil dan bercahaya. Lalu aku bertanya pada&lt;br /&gt;Allah :'Tempat apakah ini ?' Tuhan-pun menjawab : `Ini hanyalah sudut&lt;br /&gt;yang sangat kecil dari tempat yang Aku maksud. Ini belum sampai di&lt;br /&gt;pertengahan `tempat' itu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kembali membuka sayap-sayapku dan terbang menjelajah `Waktu'&lt;br /&gt;lainnya, dua kali besarnya dari waktu yang pertama. Namun masih saja&lt;br /&gt;aku belum sampai di tengah `tempat' yang aku tuju, dimana-mana hanya&lt;br /&gt;terlihat kristal-kristal kecil dan mengkilap. Pada akhirnya, Allah&lt;br /&gt;berkata kepadaku, ` Ya Jibril, sekarang mintalah untuk terbang dengan&lt;br /&gt;Kekuatan-KU. " Lalu dengan Kekuatan Allah, aku bergerak dengan&lt;br /&gt;kecepatan yang tidak akan pernah terbayangkan oleh manusia. Sampailah&lt;br /&gt;aku di pertengahan `tempat ` itu. Aku melihat sebuah pohon berwarna&lt;br /&gt;hijau dan seekor burung yang juga berwarna hijau bertengger disana.&lt;br /&gt;Setiap detik burung itu terbang turun, kemudian mengambil sebutir&lt;br /&gt;kristal, memakannya dan terbang kembali ke atas pohon. Akupun&lt;br /&gt;bertanya,&lt;br /&gt;'Ya Allah, apakah itu ? `&lt;br /&gt;`Burung itu adalah kekasih-Ku Muhammad saw.'&lt;br /&gt;`Dan apakah kristal-kristal itu ?'&lt;br /&gt;`Setiap butir kristal itu adalah sebuah jagad raya yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Muhammad adalah Nabi bagi seluruh jagad raya itu. Apa yang sedang&lt;br /&gt;kamu lihat adalah Ciptaan-Ku yang tiada batas akhirnya. Dan Muhammad&lt;br /&gt;saw adalah Nabi-Nabi mereka, Awliyanya adalah 124.000 awliya. Begitu&lt;br /&gt;Nabi memakan butiran jagad raya itu, Akupun menciptakan yang baru,&lt;br /&gt;dan hal itu tidak akan pernah berakhir.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kebesaran Nabi kita, jangan pernah meremehkan kekuatan&lt;br /&gt;beliau. Kadang ketika saya mengatakan apa yang saya dengar dari&lt;br /&gt;Syaikh, saya menggunakan ` kata-kata yang menyilaukan' sehingga&lt;br /&gt;membuat hati bahagia, namun dibalik itu ada ribuan dan ribuan&lt;br /&gt;rahasia serta hikmah yang tiada batas dari Samudra Pengetahuan yang&lt;br /&gt;tidak akan pernah berakhir. Kami tidak akan berhenti berbicara dan&lt;br /&gt;pengetahuan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sebagaimana Ciptaan&lt;br /&gt;Allah tidak pernah berakhir, pengetahuanpun tidak akan pernah&lt;br /&gt;berakhir ; karena ilmu pengetahuan adalah Ciptaan Allah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran kita adalah pikiran yang diciptakan. Dengan pikiran yang&lt;br /&gt;terbatas, kalian tidak akan mampu memahami apa yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;Pikiran hanya terbatas pada pengetahuan yang dimilikinya. Kalian&lt;br /&gt;tidak akan mampu memahami Tuhan dengan pikiran itu. Pikiran tidak&lt;br /&gt;mungkin memahami Yang menciptakannya. Sesuatu yang diciptakan tidak&lt;br /&gt;akan mampu memahami Penciptanya. Namun hati mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa quli-r-ruhu min amri Rabbik. Firman Allah dalam Qur'an : "Ya Nabi,&lt;br /&gt;katakan pada umatmu bahwa ruh dan jiwa berasal dari-Ku." Karena&lt;br /&gt;itulah, kita mampu memahaminya. Pikiran dan tubuh berasal dari bumi&lt;br /&gt;sedang ruh berasal dari Allah. Wa nafakhtu fihi min ruhi " Telah Aku&lt;br /&gt;tiupkan Ruhku pada Adam." Itulah mengapa Tuhan memerintahkan iblis&lt;br /&gt;untuk bersujud, bukan bagi tubuh Adam, namun bagi ruhnya, karena ruh&lt;br /&gt;itu berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan memusatkan diri melalui roh. kita bisa memahami&lt;br /&gt;kearifan dan pengetahuan yang tersembunyi. Apakah penghalang antara&lt;br /&gt;kita dalam menggunakan roh? yaitu ego kita. Saya menghadapi masalah&lt;br /&gt;di Amerika ini, mereka selalu mengatakan,&lt;br /&gt;" Kami telah diajari untuk bangga pada diri sendiri sejak kami kecil.&lt;br /&gt;Untuk meninggikan ego kami." Saya katakan bahwa itu adalah senjata&lt;br /&gt;setan yang paling merusak untuk menyerang kalian. Hal itu dibenarkan&lt;br /&gt;bila kalian bangga karena melakukan sesuatu yang baik. Namun ego-pun&lt;br /&gt;akan mengecoh kalian dengan senjata itu – kesombongan – agar kalian&lt;br /&gt;jauh dari spiritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menatap sebuah cermin. Pecahkan cermin itu dalam hati kalian&lt;br /&gt;dan jangan pernah lagi memandang diri sendiri pada cermin itu. Yang&lt;br /&gt;nyata bukanlah gambaran yang ada di cermin, tapi yang diluar cermin.&lt;br /&gt;Tanpa ego, kalian akan mencapai kenyataan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Qubrusi al-Haqqani&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-7946569592494243782?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/7946569592494243782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=7946569592494243782&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7946569592494243782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7946569592494243782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/11/kafir-tersembunyi.html' title='Kafir tersembunyi'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-2189895076475545643</id><published>2008-08-29T16:54:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Doa-doa Pilihan</title><content type='html'>Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang&lt;br /&gt;dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena&lt;br /&gt;itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan&lt;br /&gt;kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan&lt;br /&gt;dalam beberapa riwayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka&lt;br /&gt;ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang&lt;br /&gt;nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ&lt;br /&gt;الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk&lt;br /&gt;berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup,&lt;br /&gt;para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik&lt;br /&gt;dari seribu bulan. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah&lt;br /&gt;SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا&lt;br /&gt;بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ&lt;br /&gt;وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ &lt;br /&gt;Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka&lt;br /&gt;ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan&lt;br /&gt;tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang&lt;br /&gt;yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah&lt;br /&gt;dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.&lt;br /&gt;(HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan&lt;br /&gt;berikutya. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa&lt;br /&gt;Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya,&lt;br /&gt;apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya&lt;br /&gt;ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka&lt;br /&gt;akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang&lt;br /&gt;puasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka&lt;br /&gt;dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi&lt;br /&gt;sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu&lt;br /&gt;sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-­dosanya&lt;br /&gt;diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala,&lt;br /&gt;maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa&lt;br /&gt;orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang&lt;br /&gt;yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ&lt;br /&gt;فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa&lt;br /&gt;berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga&lt;br /&gt;berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.”&lt;br /&gt;Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti&lt;br /&gt;melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-Doa Bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat&lt;br /&gt;dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan&lt;br /&gt;Ramadhan." (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Doa Lailatul Qadr:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada&lt;br /&gt;ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Doa Shalat Witir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR&lt;br /&gt;Daruquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon&lt;br /&gt;Ridha-Mu, Surga­Mu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari&lt;br /&gt;neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Doa Buka Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-­Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa&lt;br /&gt;haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan&lt;br /&gt;kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;.................................................................&lt;br /&gt;KH A Nuril Huda&lt;br /&gt;Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-2189895076475545643?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/2189895076475545643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=2189895076475545643&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2189895076475545643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2189895076475545643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/08/keistimewaan-bulan-ramadhan-dan-doa-doa.html' title='Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Doa-doa Pilihan'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-1822377634759732726</id><published>2008-07-19T23:09:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>74 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya&lt;br /&gt;Muhammad yang bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa ba’du:&lt;br /&gt;Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun&lt;br /&gt;perbuatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan&lt;br /&gt;menjauhi segala larangan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah&lt;br /&gt;melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir&lt;br /&gt;serta qadar yang baik ataupun yang buruk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan&lt;br /&gt;memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at&lt;br /&gt;dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan&lt;br /&gt;mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam&lt;br /&gt;mengamalkannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu,&lt;br /&gt;demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam&lt;br /&gt;keadaan suci dari hadats dan najis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya&lt;br /&gt;dan Fajr (shubuh). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang&lt;br /&gt;putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan&lt;br /&gt;kaum muslimin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang&lt;br /&gt;ada pada shalat berjamaah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orangorang&lt;br /&gt;yang berhak menerimanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai&lt;br /&gt;setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah&lt;br /&gt;agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.&lt;br /&gt;17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab&lt;br /&gt;engkau akan berdosa karenanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam&lt;br /&gt;lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau&lt;br /&gt;mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang&lt;br /&gt;yang mampu dan janganlah menunda-nunda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi&lt;br /&gt;larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu&lt;br /&gt;di hari qiyamat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun&lt;br /&gt;dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah&lt;br /&gt;engkau dari kelalaian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah&lt;br /&gt;engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun&lt;br /&gt;dari anak panah Iblis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau&lt;br /&gt;berjalan dengan kesombongan/keangkuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi&lt;br /&gt;laki-laki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu&lt;br /&gt;menyerupai laki-laki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.”&lt;br /&gt;(HR. Bukhari Dan Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang&lt;br /&gt;halal agar doamu diijabah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;29. Ucapkanlah "bismillah" ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah&lt;br /&gt;"alhamdulillah" apabila engkau telah selesai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan&lt;br /&gt;tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.&lt;br /&gt;31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari&lt;br /&gt;kiamat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan&lt;br /&gt;makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan&lt;br /&gt;yang halal untuknya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun&lt;br /&gt;perantaranya, karena pelakunya terlaknat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan&lt;br /&gt;murka kepadamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah&lt;br /&gt;kebaikan untuk mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian.&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah maha&lt;br /&gt;mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.”&lt;br /&gt;(Luqman: 17) Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apa apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan&lt;br /&gt;janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam&lt;br /&gt;bermaksiat kepada-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina.&lt;br /&gt;Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;41. Wajib bagimua untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan&lt;br /&gt;silaturahim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia&lt;br /&gt;menyakitimu maka bersabarlah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali&lt;br /&gt;keimanan yang paling kuat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari&lt;br /&gt;bermajelis dengan orang-orang yang jelek. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka&lt;br /&gt;bahagia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras,&lt;br /&gt;kasar dan tergesa-gesa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu "assalamualaikum" dan tidak cukup hanya&lt;br /&gt;dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk&lt;br /&gt;dosa yang paling besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara&lt;br /&gt;manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang&lt;br /&gt;dia benci jika mengetahuinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu&lt;br /&gt;merupakan amalan yang paling utama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan&lt;br /&gt;mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan&lt;br /&gt;kepada kelompok lain dengan wajah yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun&lt;br /&gt;engkau benar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali&lt;br /&gt;dengan taqwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan&lt;br /&gt;(perkataan) mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang&lt;br /&gt;paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan&lt;br /&gt;menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: "yarhamukallah" apabila dia&lt;br /&gt;mengucapkan: "alhamdulillah" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan&lt;br /&gt;karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada&lt;br /&gt;Allah . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala&lt;br /&gt;kenikamatan yang ada. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau&lt;br /&gt;telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada&lt;br /&gt;keluarganya dan seluruh shahabatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim&lt;br /&gt;Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-1822377634759732726?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/1822377634759732726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=1822377634759732726&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1822377634759732726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1822377634759732726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/07/74-wasiat-untuk-para-pemuda.html' title='74 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-483931164656280782</id><published>2008-07-16T23:22:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Makna Tauhid</title><content type='html'>Sesungguhnya kaidah Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar; satu-satunya yang diterima dan diridloi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa untuk hamba-hamba Nya, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada Nya, kunci kebahagiaan dan jalan hidayah, tanda kesuksesan dan pemelihara dari berbagai perselisihan, sumber semua kebaikan dan nikmat, kewajiban pertama bagi seluruh hamba, serta kabar gembira yang dibawa oleh para rasul dan para nabi adalah IBADAH HANYA KEPADA ALLAH Subhaanahu Wa Ta'aalaa SEMATA TIDAK MENYEKUTUKANNYA, bertauhid dalam semua keinginannya terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, bertauhid dalam urusan penciptaan, perintah-Nya dan seluruh asma (nama-nama) dan sifat-sifat Nya. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An Nahl: 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون&lt;br /&gt;Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS Al Anbiyaa’ : 25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At Taubah: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ(2)أَلاَ لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ&lt;br /&gt;“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS Az Zumar: 2-3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”(QS Al Bayyinah: 5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya.” (Majmu’ Fatawa 15/25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka syetan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Syetan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jika syetan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, syetan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bid’ah dan khurafat. (Al Istighatsah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal 293, lihat Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayyaan, hal 4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setiap dakwah Islam yang baru muncul tidak dibangun di atas tauhid yang murni kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan tidak menempuh jalan yang telah dilalui oleh para salaful ummah yang shalih, maka akan tersesat hina dan gagal, meski dikira berhasil, tidak sabar ketika berhadapan dengan musuh, tidak kokoh dalam al haqq dan tidak kuat berhadapan (dengan berbagai rintangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kita saksikan banyak contoh-contoh dakwah yang dicatat dalam sejarah berbicara kenyataan yang menyedihkan ini dan akhir yang buruk. Dakwah-dakwah yang berlangsung bertahun-tahun, yang telah mengorbankan nyawa dan harta kemudian berakhir dengan kebinasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Namun seorang mu’min yang yakin dengan janji Allah yang pasti benar, tidak akan putus asa dan menjadi kendor, tidak akan gentar menghadapi berbagai cobaan dan tidak akan menerima jika sekian banyak percobaan-percobaan itu berlangsung silih berganti tanpa ada manfaat yang diambil atau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. (Sebagaimana hadits dari sahabat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no 6133) dan Imam Muslim (no 2998) serta Imam Ahmad dalam Musnadnya (2/379) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sudah ada teladan dan contoh yang paling bagus pada diri Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat. (QS Al Ahzaab: 21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Inilah manhaj pertama dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam berdakwah kepada tauhid, memulai dengan tauhid dan mendahulukan tauhid dan semua urusan yang dianggap penting. (Diringkas dari Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayyaan, hal 2-6)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فضل التوحيد&lt;br /&gt;(KEUTAMAAN TAUHID) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Berbicara tentang keutamaan tauhid sebenarnya terkandung unsur kewajiban untuk bertauhid. Sebab “tidak berarti bahwa adanya keutamaan pada sesuatu berarti bahwa sesuatu itu tidak wajib, karena keutamaan merupakan hasil atau buah yang ditimbulkan. Seperti sholat jama’ah yang telah jelas keutamaannya dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة &lt;br /&gt;“Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendiri, dua puluh tujuh derajat.” (HR Imam Bukhari [Kitab Adzan, bab Keutamaan Shalat Jama’ah] dan Imam Muslim (Kitab Al Masajid [masjid-masjid], Bab Keutamaan Shalat Jam’ah) Keutamaan yang ada pada shalat jama’ah ini tidak berarti bahwa shalat jama’ah ini tidak wajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jadi tidak selalu berarti bahwa ketika kita berbicara tentang keutamaan tauhid berarti tauhid itu tidak wajib, sebab tauhid adalah kewajiban yang paling pertama. Tidak mungkin suatu amal akan diterima tanpa tauhid. Tidak mungkin seorang hamba bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tanpa tauhid. Sekaligus bahwa tauhid juga memiliki keutamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Faidah tauhid sangat banyak, diantaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Tauhid adalah penopang utama yang memberikan semangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa; sebab orang yang bertauhid akan beramal untuk dan karena Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik ketika ia sendiri maupun ketika bersama orang banyak. Sedangkan orang yang tidak bertauhid, misalnya seperti orang yang riya`, ia hanya akan bersedekah, shalat dan berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa kalau ada orang yang melihatnya. Oleh karena itu sebagian ulama salaf mengatakan: Sesungguhnya saya sangat ingin bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan melakukan ketaatan yang hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Orang-orang yang bertauhid akan mendapatkan ketenangan dan petunjuk, sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الذين ءامنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al An’aam ayat 82) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Nya semata yang tidak ada sekutu bagi Nya, dan mereka tidak menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sedikitpun dalam berbagai hal. Mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan pada hari Qiamat dan mendapatkan petunjuk di dunia dan akhirat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin –hafizhalullah- mengatakan: Firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (Wahum Muhtaduun; dan merekalah orang-orang yang mendapatkan hidayah) maksudnya di dunia, (mendapatkan hidayah) menuju syari’at Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan ilmu dan amal. Mendapat hidayah dengan ilmu adalah hidayah irsyaad, sedangkan mendapat hidayah dengan amal adalah hidayah taufiq. Mereka juga mendapatkan hidayah di akhirat menuju surga. Hidayah di akhirat ini, untuk orang-orang yang zhalim (mereka mendapatkan hidayah) jalan menuju neraka jahim, sebaliknya untuk orang-orang yang tidak zhalim mendapat hidayah jalan menuju surga (yang penuh kenikmatan). Banyak diantara ulama tafsir yang mengatakan tentang firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (أُولَئِكَ لَهُمُ الأَْمْنُ) mereka adalah orang-orang yang mendapatkan rasa aman: Rasa aman itu di akhirat sedangkan hidayah itu di dunia. Pendapat yang lebih tepat bahwa rasa aman dan hidayah itu bersifat umum, baik di dunia maupun di akhirat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayat ini turun dirasakan berat oleh para sahabat -radliyallaahu 'anhum-. Mereka mengatakan: “Siapakah diantara kita yang tidak menzholimi dirinya sendiri ?” Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menjelaskan: “Maksud ayat tersebut bukan seperti yang kalian kira, yang dimaksud zholim dalam ayat tersebut adalah syirik, tidakkah kalian mendengar perkataan lelaki yang sholeh, Luqman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الشرك لظلم عظيم &lt;br /&gt;“Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang sangat besar.” (QS Luqman: 13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis zholim: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Zholim yang paling besar yaitu syirik dalam hak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Zholim yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, dengan tidak memberikan haknya, seperti orang yang berpuasa dan tidak berbuka, orang yang shalat malam terus dan tidak tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)      Zholim yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, misalnya memukul, membunuh, mengambil harta dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ada kezholiman maka akan terwujud keamanan. Namun apakah keamanan yang smepurna ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya: jika imannya sempurna dan tidak dicampuri ma’shiyat maka akan terwujud rasa aman yang mutlak (sempurna), jika iamnnya tidak sempurna maka yang akan terwujud adalah rasa aman yang kurang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: Orang yang melakukan dosa besar. Ia akan aman dari ancaman tinggal kekal di neraka, tetapi tidak aman dari adzab yang akan menimpa dirinya, tergantung kehendak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (apakah diampuni atau di adzab?). Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS An Nisaa` ayat 116) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini (QS Luqman ayat 13) Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa nyatakan sebagai pemutus antara Nabi Ibrahim 'alaihis salaam dengan kaumnya ketika beliau mengatakan kepada mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وكيف أخاف ما أشركتم ولا تخافون أنكم أشركتم بالله ما لم ينزل به عليكم سلطانا فأي الفريقين أحق بالأمن إن كنتم تعلمون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?” (QS Al An’am: 81) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ ءامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأَْمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ &lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al An’aam ayat 82) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الشرك&lt;br /&gt;SYIRIK  &lt;br /&gt;             Pembatal ke-Islaman seseorang yang paling besar adalah syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Oleh karena itu kita temukan dalam al Qur`an Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa mengingatkan kita (agar menjauhkan) syirik, orang-orang yang melakukan syirik dan akibat yang akan mereka rasakan, dalam banyak ayat. Lafadz syirik dan bentukannya disebutkan berulang-ulang dalam al Qur`an lebih dari 160 kali. Demikian juga dalam sunnah, kita temukan sangat banyak hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan bahayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN SYIRIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa: Syirik adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang terjadi antara dua orang atau lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah syar’i: Syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa maksudnya menjadikan sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik dalam rububiyahnya ataupun uluhiyahnya, tetapi istilah syirik lebih sering digunakan untuk syirik dalam uluhiyahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau: menyamakan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam hal-hal yang menjadi hak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM SYIRIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syirik adalah larangan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang paling besar. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat An Nisaa` ayat 36: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik juga merupakan perbuatan haram yang pertama (harus ditinggalkan). Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Al An’aam ayat 151: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGGUNAKAN KATA SYIRIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Jika anda mendapat istilah syirik dalam buku aqidah maka maksudnya bisa berarti syirik akbar atau syirik ashghar. Maka anda jangan menghina orang-orang yang mendakwahkan tauhid bahwa mereka selalu menghukumi segala sesuatu dengan syirik. Fahamilah setiap ungkapan pada tempatnya yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Oleh karena itu anda perlu mengetahui bahwa syirik dalam pengertian syar’I digunakan untuk tiga makna: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Meyakini ada sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam kekuasaan, rububiyah, mencipta, memberi rizqi dan mengatur alam. Siapa yang meyakini bahwa ada orang yang mengatur alam ini dan mengatur seluruh urusannya, maka ia telah menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam rububiyah dan telah kafir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Dalil-dalil (argumen-argumen) yang menunjukkan bathilnya keyakinan akan adanya dzat lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang memiliki hak rububiyah sangat banyak dan begitu jelas, baik dalil yang bisa kita saksikan dari alam ini maupun dalil sam’i (al Qur`an dan as Sunnah). Diantaranya firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Saba` ayat 22: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَوَاتِ وَلاَ فِي الأَْرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik jenis ini tidak terjadi pada semua orang kafir di zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa adalah pencipta dan pengatur alam. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَْرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS Al Ankabut: 61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأَْرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).” (QS Al Ankabut: 63) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Meyakini adanya dzat selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang bisa memberikan manfaat atau madlarat, dzat ini merupakan perantara antara Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan makhluq, maka sebagian jenis ibadah ditujukan padanya. Inilah yang dinamakan syirik dalam uluhiyyah. Syirik inilah yang banyak dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy. Mereka mengatakan tentang sembahan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى&lt;br /&gt;(mereka berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS Az Zumar: 3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keyakinan yang tersebar di kalangan mereka, sebagaimana friman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Ghafir ayat 12: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan keadaan mereka dalam surat Shaad: 4-5 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ () أَجَعَلَ الآْلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan bahwa tauhid kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan meninggalkan syirik adalah sebab diutusnya para rasul. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Ar Ra`d ayat 36: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik akan merusak dan menghapus semua amal dan hal ini berlaku pada seluruh umat. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Az Zumar ayat 65: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ &lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa memerintahkan (hamba-hamba Nya) untuk beribadah kepada Nya dan melarang menyekutukan (syirik kepada) Nya dalam banyak ayat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS An Nisaa` ayat 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An Nahl ayat 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَنْ لاَ تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ () وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (QS Yasiin ayat 60-61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mempertimbangkan (dapat perhatian, pujian dan lain-lain) dari selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam perkataan maupun perbuatan. Adapun mempertimbangkan perhatian atau pujian dalam perbuatan seperti riya yang dilakukan oleh orang yang rajin ibadah, misalnya ketika shalat, ia panjangkan berdiri, ruku’ dan sujudnya kemudian ia tampakkan kekhusyu’annya di hadapan orang banyak, ketika ia puasa, ia tampakkan bahwa dirinya sedang puasa, misalnya dengan mengatakan: “Apa anda tidak tahu bahwa hari ini Senin (atau Kamis) ?” “Apa anda tidak puasa ?” Atau ia katakan: “Hari ini saya undang anda untuk berbuka puasa bersama ?” Demikian pula haji dan jihad. Ia pergi haji dan jihad tetapi tujuannya riya`. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyanya orang-orang yang cinta dunia seperti orang yang angkuh dan sombong ketika berjalan, memalingkan mukanya atau menggerakkan kendaraannya dengan gerakan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya` dengan teman atau orang yang berkunjung ke rumahnya, seperti orang yang memaksakan diri meminta seorang ‘alim atau seorang yang dikenal ahli ibadah untuk datang ke rumahnya agar dikatakan bahwa fulan telah mengunjungi rumahnya, atau sebaliknya ia kunjungi mereka (orang-orang ‘alim dan ahli ibadah) agar dikatakan bahwa kami telah mengunjungi fulan atau kami telah bertemu dengan ‘alim fulan dan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang riya dengan perkata yang dilakukan oleh orang-orang ahli agama seperti orang yang memberikan nasehat di majlis-majlis, kemudian ia menghafal hadits-hadits dan atsar-atsar khusus untuk acara-acara tertentu agar bisa berbicara dan debat dengan orang-orang, sehingga tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut, tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki ilmu yang kuat dan perhatian yang besar terhadap keadaan ulama-ulama salaf, tetapi ketika kita lihat di rumahnya bersama keluarganya, ia adalah orang jauh dari keadaan tersebut. Contoh lain adalah menggerak-gerakkan kedua bibir untuk berdzikir di hadapan orang banyak dan menampakkan kemarahan terhadap kemunkaran di hadapan orang, tetapi ketika ia berada di rumah ia tidak mengingkari atau lalai melakukan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perbuatan ini mengurangi kesempurnaan tauhid dan ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan tercelanya perbuatan ini, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألا أخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال ؟ قال: قلنا: بلى, قال: الشرك الخفي أن يقوم الرجل يصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kalian saya beritahu tentang perbuatan yang bagi saya itu lebih saya takuti daripada Al Masih Ad Dajjal? Kami katakan: Ya,” Ia berkata: “Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Syirik khafiyy (yang tersembunyi) yaitu seseorang mengerjakan shalat kemudian ia perbaiki shalatnya karena ia mengetahui ada orang yang melihatnya.” (Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah hadits ini hasan. Shahih Sunan Ibni Majah 2/310 hadits no 3389). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من سمع سمع الله به ومن راءى راءى الله به&lt;br /&gt; “Siapa yang memperdengarkan amalnya maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan memperdengarkan (aibnya) dan siapa yang riya` maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan akan menampakkan (aibnya pada hari Qiamat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM SYIRIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam mengungkapkan pembagian syirik meski intinya tidak terlepas dari tiga penggunaan kata syirik yang telah dibahas di atas. Namun pembagian yang merangkum semuanya bisa kita katakan bahwa syirik terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Syirik Akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik ini terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Syirik yang berkaitan dengan dzat Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam rububiyah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Syirik ini terbagi lagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam ta’thil, seperti syirik yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   Syirik yang dilakukan oleh orang yang menjadikan sembahan lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tetapi tidak menafikan asma (nama-nama), sifat-sifat dan rububiyah Nya, seperti syirik yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang menjadikan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sebagai salah satu dari tiga Tuhan (trinitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Syirik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam uluhiyyah. Syirik ini ada empat jenis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam berdo’a; yaitu berdo’a kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   Syirik dalam niat, keinginan dan kehendak. Beramal karena ditujukan kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menyebabkan pahalanya hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)   Syirik dalam keta’atan; yaitu seorang hamba taat kepada makhluk dalam perbuatan ma’shiyat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4)   Syirik dalam mahabbah; yaitu seorang hamba mencintai makhluk seperti cintanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Syirik Ashghar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik Ashghar terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Yang Zhahir (tampak); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         mengerjakan amal dengan riya`. Melakukan perbuatan untuk selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang zhahir (tampak)nya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, tetapi dalam hatinya tidak ikhlas karena Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         dengan ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, perkataan: Ma Syaa Allah wa Syi`ta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Yang Khafiyy (samar); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu sesuatu yang kadang-kadang, terjadi dalam perkataan atau perbuatan manusia tanpa ia sadari bahwa itu adalah syirik. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas -radliyallaahu 'anhuma- bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الشرك فى أمتي أخفى من دبيب النمل على الصفا&lt;br /&gt;“Syirik bagi umatku lebih halus (samar) dari pada barjalannya semut di atas batu yang licin (hitam).” (Hadits ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, hadits no 3730 dan 3731) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu halusnya syirik ini sehingga para sahabat bertanya pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bagaimana caranya terhindar dari syirik ini? Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (Bacalah) oleh kalian semua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم إنا نعوذبك من أن نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلمه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, kami berlindung kepada Mu dari perbuatan (kami) menyekutukan Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada Mu dari sesuatu yang tidak kami ketahui.” (HR Imam Ahmad 4/403 dan Ath Thabrani dalam Mu’jam Kabir dan Ausathnya sebagaimana dikatakan oleh Al Haitsami 10/223-224. Al Haitsami mengatakan: Rawi-rawinya Imam Ahmad adalah rawi-rawi shahih selain Abu Ali dan ia dianggap tsiqah oleh Ibnu Hibban). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disarikan dari buku Syarh Nawaqidhit tauhiid, tulisan Syekh Abu Usamah Hasan bin Ali Al ‘Awaji, Maktabatul Liinah, cet pertama, 1993-1413) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis :Ridwan Hamidi, Lc&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.van.9f.com/tauhid.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-483931164656280782?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/483931164656280782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=483931164656280782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/483931164656280782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/483931164656280782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/07/makna-tauhid.html' title='Makna Tauhid'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-5064715637247656367</id><published>2008-04-28T21:35:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>7 golongan yang akan mendapat lindungan arasyNya pada hari akhirat</title><content type='html'>Abu Hurairah ra telah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda:&lt;br /&gt;” Terdapat 7 golongan yang akan mendapat lindungan arasyNya pada hari yang tiada lindungan melainkan lindungan daripadaNya. Pemimpin yand adil; pemuda yang masanya dihabiskan untuk beribadah kepada Allah SWT; seseorang yang hatinya terpaut pada masjid; 2 lelaki yang berkasih sayang dan bertemu dan berpisah kerana Allah SWT; lelaki yang digoda oleh perempuan cantik dan berpengaruh untuk melakukan maksiat tetapi dia menolak dengan mengatakan Aku Takutkan Allah; seseorang yang bersedekah dan menyembunyikannya sehinggakan tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kirinya; dan seseorang yang mengingati Allah ketika bersendirian sehinggakan mengalir air matanya kerana Allah SWT.” Riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Pemimpin (imam) yang adil. &lt;br /&gt;Setiap yang dipertanggungjawabkan akan dipersoalkan kembali kelak. Maka bergembiralah kepada mana-mana peminpin yang dapaat berlaku adil. Pemimpin di sini termasuklah seorang suami yang memimpin isteri dan anak-anak. Seorang isteri yang memimpin anak-anaknya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemuda yang membesar dalam ibadah kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naungan Ilahi ini juga dijanjikan kepada lelaki dan perempuan yang sentiasa hidup dalam ibadah kepada Allah. Sentiasa menyedari bahawa Allah melihat segala perbuatannya. Di mana segalanya di bawah kawalan dan naungan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lelaki yang hatinya sentiasa rindukan (teringat-ingatkan) rumah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jua bagi lelaki yang hatinya sentiasa rindukan rumah Allah. Tertunggu-tunggu setiap masa untuk beribadah di dalamnya. Baik untuk sembahyang wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lima waktu setiap hari dan untuk ibadah lain. &lt;br /&gt;4. Dua orang lelaki yang cinta mencintai kerana Allah bertemu dan berpisah kerana ALLAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hadis Rasulullah bersabda: “Allah telah mengutuskan malaikat kepada seorang lelaki semasa dalam perjalanan untuk menziarahi saudaranya kerana Allah”. Lalu malaikat bertanya: “Nak kemana?” Dijawab: “Aku mahu menziarah saudara ku… … ..” Tanya malaikat lagi: Untuk apa?” lelaki itu menjawab: Tiada apa-apa tujuan.” Ditanya lagi: “Apa hubungan dengan kamu?” Lalu dijawab oleh lelaki itu:” Tiada apa-apa hubungan.” Ditanya lagi: ” Apa budinya kepada kamu?” Dijawab:”Tiada apa-apa pun.” Ditanya lagi:” Apa tujuannya?” Lelaki itu menjawab:&lt;br /&gt;” Aku mencintainya kerana Allah.” Berkata malaikat: sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada mu untuk memberitahu bahawa kerana kecintaanmu kepadanya maka ALLAH telah mengizinkan kamu memasuki syurgaNYA.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan sayang dan kasih terhadap orang lain bukan kerana ada tujuan lain. Bukan untuk memikat anak gadisnya atau hartanya, sebaliknya hanya mengharap keredhaan Ilahi. Hanya kerana Allah hubungan ini dieratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lelaki apabila mengingati ALLAH bersendirian menitis airmatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya perasaan takut kepada ALLAH walaupun bersendirian sehingga menitis airmatanya. Ianya bukan saja-saja tetapi hadir dari hati yang menginsafi kebesaran ALLAH. &lt;br /&gt;6. Seorang lelaki yang dirangsang oleh seorang perempuan berdarjat lagi cantik untuk berzina, lalu ia berkata: “Tidak! Aku takutkan ALLAH” (inni akhofullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiapa yang takut untuk berbuat kesalahan, takut kepada ALLAH dan azab api neraka akan sentiasa mendapat perlindungan dari-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lelaki yang bersedekah dan tidak pula dimegah-megahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian yang mengharapkan balasan dari Ilahi tidak akan diperbesar-besarkan. sebaliknya akan dilakukan secara tersembunyi. Sehingga digambarkan seolah-olah tangan yang kiri tidak mengetahuinya apa yang disedekahkan oleh tangan kanan. Lupakan kebaikan dan pemberian kita, sebaliknya banyak mengingatkan kesilapan dan kesalah diri kita terhadap ALLAH dan orang lain. &lt;br /&gt;Rebutlah peluang ini, jadilah orang yang beruntung di akhirat. Tiada yang mustahil untuk kita lakukan. Jadilah hambaNYa yang ikhlas dan redha atas segala yang berlaku. Semoga kita semua tergolong dalam golongan orang yang mendapat perlindunganNYA selalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :  &lt;br /&gt;http://www.dakwah.info/index.php/Kajian-Hadith/7-golongan-yang-akan-mendapat-lindungan-arasyNya-pada-hari-akhirat.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-5064715637247656367?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/5064715637247656367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=5064715637247656367&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5064715637247656367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5064715637247656367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/04/7-golongan-yang-akan-mendapat-lindungan.html' title='7 golongan yang akan mendapat lindungan arasyNya pada hari akhirat'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6515869671141458572</id><published>2008-04-15T21:46:00.002+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Memilih pemimpin menurut Islam</title><content type='html'>1.Beraqidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayyul serta percaya atau menggantungkan diri kepada jin, syetan dan dukun. Juga penganun mazhab ahli sunnah wal jamaah yang tekun dengan manhaj salafus shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Minimal dia seorang muslim yang baik, tidak pernah tinggal shalat wajib 5 waktu, tidak pernah tinggalkan puasa Ramadhan, tidak pernah lupa atau pura-pura lupa bayar zakat dan pernah pergi haji bila mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Fasih membaca Al-Quran Al-Karim dan tahu bahwa Al-Quran Al-Karim adalah sumber dari segala sumber hukum. Sehingga tidak ada hukum baginya kecuali yang berdasarkan Al-Quran Al-Karim. Maka setiap masalah selalu dirujuknya kepada kitab dari Allah SWT ini. &lt;br /&gt;Kalau pemimpin negara ini baca Al-Quran Al-Karim saja tidak becus, maka kita harus sadar bahwa kiamat sudah dekat. Jadi bukan sekedar senyum-senyum membuka MTQ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya. Sehingga degnan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk itu dia harus dekat dengan para ulama bukan untuk meminjam lidah mereka demi kepentingan pribadinya, melainkan untuk duduk bersimpuh mengaji dan belajar syariat Islam secara seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba. Karena itu dia tidak punya account di bank ribawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Siap menerima teguran kapan dan dimana saja, tidak pura-pura pergi dinas atau malah shopping keluar negeri bila ada masalah yang menuntut penangan yang cepat. Juga tidak mengorbankan anak buah bila menghadapi masalah, tetapi secara jantan berani menyatakan mundur sebab itu menunjukkan bahwa dirinya masih punya urat malu. Tidak seperti gaya para pemimpin yang ada di sekeliling kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Tidak menggunakan fasilitas negara untuk masalah yang bersifat pribadi atau pun kepentingan di luar negara secara langsung. Sebab semua fasilitas negara itu adalah amanat yang harus dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Tidak akan makan atau mengisi perutnya sebelum yakin bahwa semua rakyatnya sudah makan. Tidak pernah berani tidur malam hari sebelum yakin rakyatnya tentram dan sejahtera. Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Cinta kepada ilmu pengetahuan dan menggratiskan semua bentuk sekolah dan fasilitas pendidikan. Tidak ada istilah sekolah atau kuliah itu bayar, yang ada justru para siswa dan mahasiswa itu dibayar oleh negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Tidak menjual aset negara ini kepada pihak asing, sebab negeri ini sudah demikian kaya dan sebenarnya berlimpah dengan uang. Semua demi kepentingan anak bangsanya, bukan demi kepentingan penguasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Tidak turun dari jabatannya sebelum menghukum semua koruptor baik di masa lalu maupun di masa jabatannya. Sebab membiarkan koruptor berkeliaran sama saja memberikan izin syetan untuk berpesta. Dan sama saja dengan kita tidak punya negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Tidak memberikan ruang gerak sedikitpun kepada para penjahat, maling, rampok untuk bisa melakukan aksinya kembali sebelum dipotong tangannya sesuai dengan syariat Islam. Demikian juga dengan para pezina, peminum khamar dan pembunuh. Meski yang melakukannya adalah anak kandungnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk cari kekayaan baik buat diri, keluarga atau kroni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Bercita-cita untuk bisa mati dalam keadaan syahid. Karena itu satu-satunya &lt;br /&gt;pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/7/cn/6471"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkait : &lt;a href="http://ichwah.multiply.com/journal/item/12"&gt;Memilih Pemimpin Gaya Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6515869671141458572?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6515869671141458572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6515869671141458572&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6515869671141458572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6515869671141458572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/04/memilih-pemimpin-menurut-islam.html' title='Memilih pemimpin menurut Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4501301442849524197</id><published>2008-04-09T16:08:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Harta dalam Islam</title><content type='html'>Dalam kehidupan dunia, kita dikelilingi oleh hal-hal atau benda-benda yang kita klaim sebagai milik kita. Keluarga, rumah, pekerjaan, panca indera, harta, ilmu pengetahuan, keahlian, dan lain sebagainya, semua kita sebut sebagai milik kita. Tapi benarkah itu semua milik kita? Sejak kapan semua itu menjadi milik kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, berbagai perangkat keduniaan semisal surat-surat resmi bisa menjadi bukti bahwa keluarga, pekerjaan, tanah, dan sebagainya itu adalah milik kita, namun status kepemilikan kita adalah pemilik nisbi. Pemilik mutlak dari segala sesuatu hanyalah Allah SWT. Bahkan, diri kita yang lemah ini pun adalah milikNya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Hal ini sering dilupakan oleh kita. Kita sering lupa bahwa kita bukanlah pemilik mutlak, sampai-sampai kita bersikap seolah-olah kitalah pemilik sepenuhnya segala hal yang kita anggap milik kita. Sehingga, kita memperlakukannya sesuai dengan selera dan nafsu duniawi kita, bukan disesuaikan dengan keinginan sang pemilik mutlak, yaitu Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga terjadi pada harta. Kita sering lupa bahwa ia hanyalah titipan dari Allah SWT. Di balik itu sebenarnya ada tanggung jawab, ada amanah, bahkan ada sebagian darinya milik orang lain yang harus kita salurkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala pertama kali menyebarkan Islam di Makkah, salah satu misi Nabi Muhammad SAW adalah memberantas sikap ketergantungan kepada materi yang menjangkiti masyarakat Arab pada waktu itu. Mereka begitu terlena dalam pusaran materialisme hingga sikap dan pandangan hidup mereka senantiasa diwarnai cara pandang materialistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu menjadi salah satu sebab mengapa dakwah Rasulullah SAW tidak mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya. Mereka tidak peduli kepada dakwah Rasulullah SAW bukan karena apa yang beliau sampaikan tidak masuk akal atau karena Rasulullah SAW adalah orang yang tidak bisa dipercaya, tetapi karena Rasulullah SAW bukan dari golongan kaya, dimana kala itu Klan Hasyim, keluarga Rasulullah, sedang menurun pamornya. Kaum kafir Makkah hanya ingin mendengarkan kata-kata dari mereka yang berharta. Jadi, begitu kuat pesona harta benda hingga ia mampu menutup cahaya Ilahi (hidayah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, ada beberapa hal yang mesti dicamkan oleh umat Islam dalam menyikapi harta benda, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, harta adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk memikul tanggung jawab amanah harta benda. Karenanya, ia harus disyukuri, sebab jika mampu memikulnya, pahala yang amat besar menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, harta adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabk an. Setiap kondisi, entah baik atau pun buruk, yang kita alami sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, dan mesti kita hadapi secara baik sesuai dengan keinginan yang memberi amanah. Harta benda yang dititipkan kepada kita juga demikian. Di balik harta melimpah, ada tanggung jawab dan amanah yang mesti ditunaikan. Harta yang tidak dinafkahkan di jalan Allah akan menjadi kotor, karena telah bercampur bagian halal yang merupakan hak pemiliknya dengan bagian haram yang merupakan hak kaum fakir, miskin, dan orang-orang yang kekurangan lainnya. Firman Allah SWT dalam surah at-Taubah (9) ayat 103, "ÙAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, harta adalah ujian. Yang jadi ujian bukan hanya kemiskinan, tetapi kekayaan juga merupakan ujian. Persoalannya bukan pada kaya atau miskin, tetapi persoalannya adalah bagaimana menghadapinya. Kedua kondisi itu ada pada manusia, yang tujuannya dibalik itu cuma satu, yaitu Allah ingin mengetahui siapa yang terbaik amalannya. Bagi yang berharta, tentunya, ada kewajiban-kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, harta adalah hiasan hidup yang harus diwaspadai. Allah SWT menciptakan bagi manusia banyak hiasan hidup. Keluarga, anak, dan harta benda adalah hiasan hidup. Dengannya, hidup menjadi indah. Namun, patut disadari bahwa pesona keindahan hidup itu sering menyilaukan hingga membutakan mata hati dan membuat manusia lupa kepadaNya, serta lupa kepada tujuan awal penciptaan hiasan itu. Semua itu sebenarnya merupakan titipan dan ujian. Allah SWT berfirman di dalam surah At-Taghabun (64) ayat 15, "Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allah-lah pahala yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, harta adalah bekal beribadah. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Karenanya, segenap perangkat duniawi, baik yang materil maupun yang non materil, tercipta sebagai sarana yang bisa digunakan manusia untuk beribadah. Kekayaan adalah salah satu sarana ibadah. Ia bukan hanya menjadi ibadah kala dinafkahkan di jalan Allah, ia bahkan sudah bernilai ibadah kala manusia dengan ikhlas mencari nafkah untuk keluarganya dan selebihnya untuk kemaslahatan umat. Jika harta dipergunakan sebaik-baiknya, pahala yang amat besar menanti. Namun jika tidak, siksa Allah amatlah pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas terlihat bahwa Islam begitu menekankan harta benda sebagai kepemilikan yang tidak terpusat pada satu atau segolongan orang. Namun, itu tidak bisa dipahami bahwa Islam mengabaikan sama sekali hak individu untuk menikmati harta yang telah diusahakannya dengan susah payah. Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran, surah Al-Isra (17) ayat 29, "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya sehingga kamu menjadi tercela dan menyesal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga kita tergolong orang-orang yang pandai menyikapi harta benda sesuai dengan ketentuanNya. Aamiin. [Swadaya-032008]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=508&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4501301442849524197?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4501301442849524197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4501301442849524197&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4501301442849524197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4501301442849524197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/04/harta-dalam-islam.html' title='Harta dalam Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-7762993276442495200</id><published>2008-03-23T20:11:00.001+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hati Mulia</title><content type='html'>Isteri Umar bin Abdul Aziz, Fatimah binti Abdul Malik, sangat terkejut menyaksikan perubahan suaminya yang serta-merta. Sebelum menjadi Khalifah, beliau hidup biasa saja dengan jabatan-jabatan penting yang disandangnya. Setelah menjadi Khalifah, bukan saja tidak mau tinggal di istana kerajaan, bahkan beliau tidak mengambil gaji dari jabatannya itu. Beliau menyambung hidup hanya dari hasil sepetak tanah yang dibelinya dengan uang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak bekas kepala Negara, Fatimah banyak mempunyai barang-barang emas dan perhiasan yang mahal-mahal. Oleh Umar, semua barang-barang itu disuruhnya agar dikembalikan ke Baitul Mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Engkaukan tahu, wahai Fatimah," kata Umar, "Emas permata yang engkau miliki ini diambil oleh bapakmu dari harta kaum muslimin dan diberikannya kepada engkau. Aku tidak suka permata-permata itu berada di rumahku, bersamaku. Maka engkau boleh memilih, apakah engkau akan mengembalikannya ke Baitul Mal atau izinkan aku menceraikan engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, aku memilih engkau daripada barang-barang ini walaupun harganya berganda-ganda, " jawab Fatimah. Lalu dikembalikannya semua barang-barang emas dan perhiasannya ke Baitul Mal dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah yang menyebabkan engkau berbuat seperti ini?" tanya Fatimah suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mempunyai nafsu yang senantiasa ingin kelebihan. Sebelum aku menjadi gubernur, aku ingin menjadi gubernur, lalu tercapai. Setelah menjadi gubernur, aku diangkat menjadi wazir. Setelah menjadi wazir, aku diangkat menjadi Khalifah. Setelah diangkat menjadi khalifah, aku ingin yang lebih tinggi lagi," kata Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi yang engkau inginkan?" tanya Fatimah keheranan, karena tidak ada jabatan yang lebih tinggi lagi selain menjadi pemimpin Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin syurga," jawab Umar. Fatimah menangis tatkala mendengar cita-cita suaminya yang mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Abdul Aziz wafat, saudara lelaki Fatimah, Yazid, diangkat menjadi Khalifah. Lalu Yazid ingin memulangkan barang emas Fatimah yang diserahkan ke Baitul Mal dulu. Akan tetapi dengan tegas Fatimah berkata, "Tidak, demi Allah, selama ini aku selalu mentaatinya ketika beliau masih hidup dan tidak akan mendurhakainya setelah beliau wafat. Aku tidak memerlukan perhiasan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mulia sikap Fatimah dan suaminya itu. Tapi di negeri kita, saat ini, adakah para pejabat dan keluarganya yang memiliki sikap seperti Umar bin Abdul Aziz dan Fatimah binti Abdul Malik? Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis :R. Khathir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-7762993276442495200?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/7762993276442495200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=7762993276442495200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7762993276442495200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7762993276442495200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/03/hati-mulia.html' title='Hati Mulia'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-1416004780991455495</id><published>2008-03-20T20:43:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Dakwah Via SMS Gratis</title><content type='html'>Untuk 6000 Pengguna HP (Handphone)&lt;br /&gt;Diantara sarana Dakwah yang strategis, praktis dan efisien sejalan&lt;br /&gt; dengan perkembangan iptek dan sarana informasi adalah program Layanan SMS&lt;br /&gt; (Short Message Service). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk itu, kami insya Allah berniat meluncurkan program Dakwah Via SMS&lt;br /&gt; Gratis, yang berisi pesan-pesan dakwah, taushiyah dan mutiara hikmah&lt;br /&gt; dan akan kami kirimkan secara periodik kepada 6000 pengguna HP&lt;br /&gt; (Handphone).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Saudara/Saudari yang mempunyai rekanan, saudara, colega dan kawan&lt;br /&gt; yang memehuhi kriteria di bawah, mohon kiranya agar berkenan&lt;br /&gt; mengirimkan no hp dan nama mereka kepada kami ke email : dakwah@alsofwah.or.id&lt;br /&gt;  atau info@alsofwah.or.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan peserta : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini terbuka untuk kaum Muslimin dengan kriteria : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.. Memiliki semangat untuk memahami ilmu Syar'i. &lt;br /&gt;  2.. Mempunyai kepedulian dan perhatian pada perkembangan dan kemajuan&lt;br /&gt; dakwah. &lt;br /&gt;  3.. Belum mengetahui www.alsofwah.or.id (diutamakan).&lt;br /&gt;Semoga program ini berjalan sesuai dengan rencana dan bermanfaat bagi&lt;br /&gt; kaum muslimin.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact Person:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husnul Yaqin Arba'in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail: dakwah@alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telp. (021)78836327 Hp. 085218964670/ 08886167615&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-1416004780991455495?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/1416004780991455495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=1416004780991455495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1416004780991455495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1416004780991455495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/03/dakwah-via-sms-gratis.html' title='Dakwah Via SMS Gratis'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-1226579192072220978</id><published>2008-03-07T21:03:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>BERSEGERA DALAM BERAMAL</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala yang kepunyaan-Nya apa-apa&lt;br /&gt; yang ada di langit dan di bumi dan bagi-Nya segala puji di Akhirat. Dia&lt;br /&gt; Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia diciptakan untuk beramal, kemudian ia akan&lt;br /&gt; dibangkitkan pada hari Kiamat nanti untuk mendapatkan balasan atas amal-nya&lt;br /&gt; itu. Ia tidak diciptakan untuk bermain-main lantas ditinggalkan begitu&lt;br /&gt; saja tanpa ada pertanggungjawaban. Orang bahagia ialah orang yang bisa&lt;br /&gt; memberikan simpanan kebaikan untuk pribadinya yang didapat di sisi Allah&lt;br /&gt; subhanahu wata'ala. Dan orang celaka adalah orang yang memberikan&lt;br /&gt; kejelekan untuk pribadinya, akibatnya adalah kerugian dan kesengsaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perhatikanlah amal perbuatan kalian dan beritrospeksilah pada diri&lt;br /&gt; kalian sebelum datangnya ajal. Sesungguhnya ajal adalah ujung dari amal&lt;br /&gt; kalian dan merupakan awal pembalasan atas amal-amal kalian. Maut itu&lt;br /&gt; sangat dekat dan kalian tidak mengetahui kapan ia datang. Uban merupakan&lt;br /&gt; salah satu tanda yang mengingatkan kematian, maka bersiap-siaplah&lt;br /&gt; untuknya. Dan kematian teman dan rekan merupakan tanda akan dekatnya kematian&lt;br /&gt; seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berusahalah untuk mengingat kematian dan beramallah&lt;br /&gt; untuk kehidupan sesudah kematian, yakni kehidupan yang akan kalian datangi&lt;br /&gt; dan akan kalian tempati, Janganlah kalian menyibukkan diri dan lupa&lt;br /&gt; darinya dengan melakukan hal-hal yang bisa menjadikan kalian pergi&lt;br /&gt; meninggalkannya. Jangan sampai anda tertipu dengan banyaknya angan-angan,&lt;br /&gt; akhirnya kalian lupa akan datangnya kematian. Berapa banyak orang&lt;br /&gt; berangan-angan kemudian tidak kesampaian. Berapa banyak orang yang mendapati&lt;br /&gt; waktu pagi, lantas ia tidak mendapati tenggelamnya matahari di sore&lt;br /&gt; harinya. Dan berapa banyak orang yang memasuki waktu malam, namun ia tidak&lt;br /&gt; mendapati pagi harinya. Dan berapa banyak orang yang berharap (ketika&lt;br /&gt; menjelang wafat) agar ditangguhkan sebentar supaya bisa memperbaiki apa&lt;br /&gt; yang telah ia rusak dan ia sia-siakan, maka dikatakanlah padanya,"tidak&lt;br /&gt; bisa", "tidak mungkin", sesungguhnya harapanmu telah hilang, dan&lt;br /&gt; kamipun telah mengingatkanmu sebelum hal ini terjadi, dan kami juga telah&lt;br /&gt; memberitahukan kepadamu bahwa pada sa'at ini tidak ada waktu dan tempat&lt;br /&gt; lagi bagimu untuk kembali". Allahsubhanahu wata'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt; "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu&lt;br /&gt; melalaikan kamu dari meng-ingat Allah. Barangsiapa yang berbuat&lt;br /&gt; demikian, maka mereka itulah orang-o-rang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian&lt;br /&gt; dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian&lt;br /&gt; kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata,"Ya Rabbku, mengapa&lt;br /&gt; Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang&lt;br /&gt; menyebabkan aku dapat bersede-kah dan aku termasuk orang-orang yang&lt;br /&gt; shalih". Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang&lt;br /&gt; apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu&lt;br /&gt; kerjakan." (QS. al-Munafiqun: 9-11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amal setiap manusia akan berakhir ketika ajalnya tiba,&lt;br /&gt; akan tetapi di sana ada amalan-amalan yang manfa'at dan pahalanya akan&lt;br /&gt; terus mengalir, meskipun pelakunya telah meninggal dunia, seperti&lt;br /&gt; wakaf-wakaf kebaikan, wakaf pohon-pohonan yang bermanfaat atau yang berbuah,&lt;br /&gt; membangun masjid, madrasah-madrasah, dan anak cucu yang shalih, dan juga&lt;br /&gt; mengajarkan ilmu yang manfa'at dan menulis buku-buku yang berfaidah. Di&lt;br /&gt; dalam hadits shahih dari Abu Hurairah [rodhiyallahu 'anhu] bahwa&lt;br /&gt; Rosululloh subhanahu wata'ala bersabda, "Jika seorang anak adam meninggal,&lt;br /&gt; maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: Shadaqah jariyah,&lt;br /&gt; Ilmu yang manfa'at, Anak yang shalih, yang berdo'a bagi orang tuanya".&lt;br /&gt; (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan terputusnya amal seseorang karena kematian, dan&lt;br /&gt; kehidupan di dunia ini hanya sementara dan merupakan tempat untuk&lt;br /&gt; beramal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai orang Islam sudah seharusnya takut, jangan sampai lupa&lt;br /&gt; mati dan menyia-nyiakan waktu. Dan bersegera melakukan ketaatan-ketaatan&lt;br /&gt; sebelum datang kematian, tidak mengakhirkannya sampai waktu yang&lt;br /&gt; terkadang tidak ia dapati. Banyak sekali nash-nash dari ayat atau hadits yang&lt;br /&gt; menganjurkan untuk bersegera dan berlomba-lomba dalam mengerjakan&lt;br /&gt; ketaatan dan kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas juga menunjukkan pengecualian tiga perkara yang akan&lt;br /&gt; bermanfaat bagi pemiliknya, meskipun telah meningal dunia, tiga perkara&lt;br /&gt; itu adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shadaqah jariyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah menjelaskan bahwa shadaqah jariyah adalah wakaf&lt;br /&gt; kebaik-an, seperti wakaf tanah, wakaf masjid, madrasah,tempat tinggal, sawah,&lt;br /&gt; mus-haf, buku -buku yang berfaidah dan lain sebagainya. Ini adalah&lt;br /&gt; amalan yang utama yang bisa ia lakukan bagi dirinya untuk kehidupan&lt;br /&gt; akhirat. Dan hal ini bisa dikerjakan oleh orang yang berilmu dan juga orang&lt;br /&gt; awam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ilmu yang bermanfa'at &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilakukan oleh orang yang berilmu, yakni dengan&lt;br /&gt; menyampai-kan ilmu-ilmu agama kepada masyara-kat, baik secara lisan maupun&lt;br /&gt; tulisan, seperti menulis buku-buku keagamaan. Orang awam juga bisa ikut&lt;br /&gt; andil, yakni dengan mencetak buku-buku tersebut atau membelinya, kemudian&lt;br /&gt; membagi-nya atau mewakafkannya. Maka di dalam hadits ini terdapat anjuran&lt;br /&gt; yang sangat untuk belajar agama, mengajarkannya, serta menyebarkan&lt;br /&gt; buku-buku agama, sehingga masyakat bisa mengambil manfa'at darinya, baik&lt;br /&gt; ketika ia masih hidup atau sudah wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anak yang shalih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a anak atau cucu, baik laki-laki atau perempuan akan bermanfa'at&lt;br /&gt; bagi orang tuanya. Begitu juga shadaqah atau haji yang diniatkan untuk&lt;br /&gt; orang tua mereka. Bahkan do'anya teman baik anak-anak mereka juga akan&lt;br /&gt; bermanfaat bagi orang tua mereka. Tidak jarang seseorang mendo'akan orang&lt;br /&gt; yang telah berbuat baik kepadanya dengan mengatakan, "Semoga Allah&lt;br /&gt; subhanahu wata'ala merahmati orang tua kalian dan mengampuni dosa-dosanya".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits di atas juga terdapat anjuran untuk menikah agar&lt;br /&gt; mendapatkan anak yang shalih dan juga terdapat larangan untuk membatasi&lt;br /&gt; keturunan. Dalam hadits ini juga terdapat anjuran untuk mendidik anak agar&lt;br /&gt; menjadi anak yang shalih, generasi yang shalih bagi bapaknya, mendoakan&lt;br /&gt; mereka setelah kematian mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh sangat disayangkan banyak sekali masyarakat yang&lt;br /&gt; menye-pelekan masalah pendidikan anak ini. Mereka tidak perduli dengan&lt;br /&gt; pendidikan agama, membiarkan anak-anaknya meninggalkan kewajiban dan melakukan&lt;br /&gt; yang diharamkan agama, seperti meninggalkan shalat, mengumbar aurat,&lt;br /&gt; dan syahwat atau yang lainnya yang menyebabkan rusaknya agama ini. Akan&lt;br /&gt; tetapi jika anaknya merusak sedikit saja dari hartanya, maka dengan&lt;br /&gt; serta merta mereka melakukan tindakan, dan memarahi anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertakwalah kalian wahai para orang tua kepada Allah subhanahu wata'ala&lt;br /&gt; dalam mendidik anak, agar mereka menjadi simpanan berharga bagi&lt;br /&gt; kalian, dan tidak menjadi penyebab kerugian dan penghalang yang bisa&lt;br /&gt; membahayakan kalian. Ketahuilah sesungguhnya mendidik anak agar baik itu tidak&lt;br /&gt; datang begitu saja, kita harus memberikan sebab-sebab dan sarana&lt;br /&gt; pendukungnya dan bersabar, serta mengarahkan pada kebaikan dan menjauhkan&lt;br /&gt; mereka dari kemungkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini juga menunjukkan atas disyari'atkannya seorang anak berdo'a&lt;br /&gt; untuk orang tuanya, di samping do'a pribadi mereka, baik di dalam&lt;br /&gt; shalat atau di luar shalat. Dan ini termasuk perbuatan baik kepada orang tua&lt;br /&gt; yang akan tetap berlaku, meskipun orang tua mereka telah wafat. Semua&lt;br /&gt; yang disebutkan ini merupakan kandungan dari ayat al-Qur'an, artinya,&lt;br /&gt; "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa&lt;br /&gt; yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan".&lt;br /&gt; (QS. Yasin :12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesuatu yang mereka kerjakan itu artinya perbuatan yang mereka&lt;br /&gt; lakukan langsung ketika mereka hidup di dunia, amal baik atau amal&lt;br /&gt; buruk. Sedangkan bekas-bekas yang mereka tinggalkan artinya sesuatu yang&lt;br /&gt; timbul sesudah kematian mereka akibat amal perbuatan mereka semasa hidup,&lt;br /&gt; yang baik atau yang buruk. Ada tiga perkara (amalan) yang bekasnya akan&lt;br /&gt; sampai kepada pelakunya, meskipun ia telah meningal dunia, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hal-hal yang dilakukan orang lain disebabkan ajakan dia atau arahan&lt;br /&gt; dia sebelum kematiannya. &lt;br /&gt;2. Hal-hal yang memberi manfa'at bagi orang lain, yang ia lakukan&lt;br /&gt; sebelum kematiannya, seperti wakaf bangunan atau tanah. &lt;br /&gt;3. Hal-hal yang dikerjakan oleh orang yang masih hidup dan dihadiahkan&lt;br /&gt; kepada mayit, seperti do'a, shadaqah atau amal baik yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Majah telah meriwayatkan sebuah hadits, yang artinya, "Orang&lt;br /&gt; mu'min akan menemukan balasan beberapa amal baiknya setelah kema-tiannya, di&lt;br /&gt; antaranya: Ilmu yang ia sebarkan, Anak shalih yang ia tinggal-kan,&lt;br /&gt; Mushaf yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang ia bangun untuk&lt;br /&gt; ibnu sabiil, Saluran irigasi yang ia buat, Shadaqah yang ia keluarkan&lt;br /&gt; semasa hidupnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah kalian -semoga Allah subhanahu wata'alamerahmati&lt;br /&gt; kalian - untuk melakukan sebab-sebab yang bermanfa'at, dan mendahulukan&lt;br /&gt; amal-an-amalan yang bermanfa'at, yang pahalanya tetap mengalir setelah&lt;br /&gt; kalian wafat. Allahsubhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Harta dan&lt;br /&gt; anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang&lt;br /&gt; kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih&lt;br /&gt; baik untuk menjadi harapan". (QS. 18:46) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh : Ibnu Thayyib Maksudi) &lt;br /&gt;Sumber: Dialihbahasakan dari buletin berbahasa arab, Dr. Solih bin&lt;br /&gt; Fauzan al-Fauzan, Riyadh, Saudi Arabia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=470&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-1226579192072220978?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/1226579192072220978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=1226579192072220978&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1226579192072220978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1226579192072220978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/03/bersegera-dalam-beramal.html' title='BERSEGERA DALAM BERAMAL'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-7289778965809274126</id><published>2008-03-03T17:34:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Etika Pergaulan Menurut Islam</title><content type='html'>"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat [49] : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan adalah salah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang 'masih hidup' di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak ada makhluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski, ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu pula halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah menciptakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi, sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT (QS. Al-Hujurat [49] : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi, tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita tumbuhkembangkan agar pergaulan kita dengan sesama muslim menjadi sesuatu yang indah sehingga mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Tiga kunci untuk mewujudkannya yaitu ta'aruf, tafahum, dan ta'awun. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta'aruf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau, mungkinkah ukhuwah Islamiyah akan dapat terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ternyata ta'aruf atau saling mengenal menjadi sesuatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Denga ta'aruf, kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berlebihan, jika kemudian ada yang mengatakan, "Tak kenal maka tak sayang." Bagaimana kita akan menyayangi orang lain, jika kita tidak mengetahui orang itu. Oleh Karena itu, jika tak kenal maka ta'aruf. Jika kita belum mengenal, maka berkenalanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafahum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lingkungan. Setelah kita mengenal seseorang, pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan. Dengan memahami, kita dapat memilah dan memilih siapa yang yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya yang jahat. Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat, "Bergaul dengan orang shalih itu ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedangkan bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih, akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada keshalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku (akhlakul majmumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta'awun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta'awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasulullah SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta'aruf, tafahum, dan ta'awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, memahami, dan saling menolong. Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhlukNya. Wallahu a'lam bishshawab. [Swadaya-022008]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis : Taufik Ismail, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=498&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-7289778965809274126?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/7289778965809274126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=7289778965809274126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7289778965809274126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7289778965809274126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/03/etika-pergaulan-menurut-islam.html' title='Etika Pergaulan Menurut Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-5675466167365410102</id><published>2008-01-20T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mencermati Kepemimpinan Rasulullah SAW</title><content type='html'>"Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasul teladan yang baik bagi yang mengharapkan (ridha) Allah dan ganjaran di hari kemudian." (QS. Al-Ahzab : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladanan Rasulullah dalam memimpin tak diragukan lagi. Tindak-tanduk dan sepak terjang beliau dalam memimpin merupakan cermin pribadi mulia. Sebagai sosok pemimpin, beliau selalu mengedepankan nilai akhlak. Tataran ini kerap menjadi panutan generasi di masa dan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tataran akhlak yang ditampilkan Rasulullah bukan saja menjadi perisai kepribadian, melainkan juga mampu meluluhkan kekerasan hati siapa pun yang memusuhinya. Itulah sebabnya, Rasulullah dapat dikategorikan sebagai manusia istimewa. Keistimewaaan ini merupakan muara penyebarluasan rahmat bagi alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan yang ada dalam diri Rasulullah dapat kita selusuri dari rangkaian ayat-ayat Al-Qur'an. Pada Al-Qur'an, kita temukan para nabi sebelum nabi Muhamad SAW selalu diseru oleh Allah SWT dengan nama-nama mereka, "Ya Adam..., Ya Musa..., Ya Isa..., dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi terhadap nabi Muhamad SAW, Allah sering memanggilnya dengan panggilan kemuliaan, seperti "Ya ayyuhan Nabi..., Ya ayyuhar Rasul..., atau memanggilnya dengan panggilan-pangilan mesra, seperti "Ya ayyuhal muddatstsir, atau ya ayyuhal muzzammil (wahai orang yang berselimut). "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun ada ayat yang menyebut namanya, nama tersebut dibarengi dengan gelar kehormatan. Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Ali Imran : 144, Al-Ahzab : 40, Al-Fath : 29, dan Al-Shaff : 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini dapat dipahami mengapa Al-Qur'an berpesan kepada kita pada saat memanggil nama Rasul jangan seenaknya. "Janganlah kamu menjadikan panggilan kepada Rasul di antara kamu, seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain..." (QS. An-Nur : 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan lain yang dapat dipaparkan berkaitan dengan pola kepemimpinan Rasululluh. Pertama, pemimpin yang zuhud. Gambaran ini dapat kita simak dari salah satu riwayat, Rasulullah bersabda, "Tuhanku telah menawarkan kepadaku dengan menukar bukit-bukit di Mekkah menjadi emas. Tetapi aku mengatakan kepadaNya : Ya Allah, aku lebih suka makan sehari dan lapar pada hari berikutnya, jika aku dalam keadaan lapar, maka aku akan mengingatMu. Dan jika aku dalam keadaan kenyang, maka aku pun dapat memujiMu serta bersyukur atas nikmat-nikmatMu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemimpin yang amanah dan profesional. Rasulullah pernah bersabda bahwa pemimpin adalah pelayan umat. Sikap amanah dan profesional Rasulullah ini diikuti oleh khalifah Abu Bakar. Sebelum menjadi khalifah, Abu Bakar RA adalah seorang pedagang kain, beliau selalu sibuk dengan dagangannya itu. Setelah beliau baru dilantik menjadi khalifah, pada esok harinya dengan membawa beberapa helai kain di tangannya, beliau berjalan menuju pasar untuk berjualan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu beliau berjumpa dengan sahabat Umar RA. Umar bertanya kepadanya, "Mau pergi ke mana engkau?" Abu Bakar RA menjawab, "Saya akan pergi ke pasar." Lalu Umar berkata lagi, "Jika kamu menyibukan diri dalam perdagangan di pasar, maka siapakah yang akan menjalankan tugas-tugas khalifah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Bakar menjawab, "Lalu bagaimana saya harus membiayai keluarga saya?" Umar berkata, "Marilah kita menjumpai Abu Ubaidah RA (Julukan Rasululllah sebagai penjaga amanah Baitul Mal) agar ia menentukan uang gajimu." Keduanya pun menjumpai Abu Ubaidah RA lalu ditetapkan tunjangan gaji bagi Abu Bakar sama dengan yang biasa diberikan kepada seorang Muhajirin, tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, istrinya berkata kepada Abu Bakar RA, "Saya ingin membeli sedikit manisan." Abu Bakar menjawab, "Saya tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya." Istrinya berkata, "Jika engkau ijinkan, saya akan mencoba untuk menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga saya dapat membeli manisan itu." Akhirnya Abu Bakar pun menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulai saat itu, istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian, uang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abu Bakar berkata, "Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita." Lalu Abu bakar RA mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, uang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Nabi SAW pemimpin yang dicintai Allah. Ada perbedaan yang signifikan antara sikap Allah terhadap kepemimpinan Nabi SAW dengan kepemimpinan Nabi-nabi sebelumnya. Perbedaan sikap itu dapat kita temukan dari beberapa ayat Al-Qur'an. Salah satu contoh. Nabi Musa AS Bermohon kepada Allah menganugerahkan kepadanya kelapangan dada, serta memohon agar Allah memudahkan segala persoalannya. "Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku." (QS. Thaha : 25-26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nabi Muhamad SAW memperoleh anugerah kelapangan dada tanpa mengajukan permohonan. Perhatikan firman Allah dalam surat Alam Nasyrah, "Bukankah kami telah melapangkan dadamu?" (QS. Alam Nasyrah : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mencermati keistimewaan Rasulullah sebagai pemimpin, seharusnya kita dapat memetik hikmah dari beliau dan diterapkan dalam kehidupan keseharian. [Swadaya-122007] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=484&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-5675466167365410102?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/5675466167365410102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=5675466167365410102&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5675466167365410102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5675466167365410102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/01/mencermati-kepemimpinan-rasulullah-saw.html' title='Mencermati Kepemimpinan Rasulullah SAW'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-2214545872680177461</id><published>2008-01-10T18:09:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>MENDENGAR TAPI TAK MENDENGAR</title><content type='html'>Barangkali kita pernah mendapati dalam kehidupan sehari-hari kasus&lt;br /&gt; seorang ibu memarahi anaknya yang ketika dipanggil menjawab, "Ya bu," tapi&lt;br /&gt; ia tidak segera datang menghadap sang ibu. Hingga akhirnya si ibu pun&lt;br /&gt; berkata, "Kamu ini mendengar apa tidak sih?" Padahal dengan adanya jawab&lt;br /&gt; sang anak "Ya bu," si ibu tentunya sudah paham bahwa anaknya itu&lt;br /&gt; mendengar panggilannya. Ataupun ada seorang atasan yang memerintahkan kepada&lt;br /&gt; karyawannya untuk melakukan pekerjaan tertentu, lalu dijawab oleh sang&lt;br /&gt; karyawan, "Baik pak," tetapi tugas tersebut tidak segera dilakukan,&lt;br /&gt; hingga tak mengherankan jika keluar ungkapan dari sang atasan, "Anda ini&lt;br /&gt; mendengar apa tidak?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mendengarkan dan Taat &lt;br /&gt;Allah subhanallahu wata'ala mengaruniakan kepada kita telinga dengan&lt;br /&gt; fungsi untuk mendengarkan, sehingga dengan mendengar itu seseorang tahu&lt;br /&gt; apa yang harus dia lakukan dalam kehidupan ini. Seperti dalam kasus di&lt;br /&gt; atas, sang anak atau karyawan tentunya bukanlah orang yang tuli, bahkan&lt;br /&gt; memiliki pendengaran (telinga ) yang normal. Tetapi ternyata&lt;br /&gt; pendengaran yang dia miliki tersebut tidak dengan serta merta menjadikannya&lt;br /&gt; merespon serta menanggapi kalimat yang telah dia dengar itu. Maka dari sini&lt;br /&gt; dapat dikatakan bahwa yang dikehendaki dari mendengarkan bukanlah&lt;br /&gt; semata-mata mendengar suara, tetapi mendengar dengan disertai pemahaman dan&lt;br /&gt; kemauan mengikuti apa yang dia dengar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah syara' mendengar yang disertai pemahaman dan kemauan&lt;br /&gt; untuk mengikuti apa yang dia dengar disebut dengan taat, sam'an wa&lt;br /&gt; tha'atan, sami'na wa atha'na. Oleh karena itu Allah subhanahu wata'ala sangat&lt;br /&gt; mencela orang yang diberikan telinga (pendengaran) normal tetapi dia&lt;br /&gt; justru berpaling, tidak mau mendengar kan dan menaati seruan Allah dan&lt;br /&gt; rasul-Nya, Allah subhanahu wata'ala berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan&lt;br /&gt; janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar&lt;br /&gt; (perintah-perintahnya)." (QS. al-Anfal: 20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ayat ini adalah bahwasanya Allah subhanahu wata'ala menyeru&lt;br /&gt; hamba-hambaNya kaum mukminin yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, yang&lt;br /&gt; membenarkan janji dan nacaman-Nya pada hari Kiamat dengan memerintahkan&lt;br /&gt; mereka supaya taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya. Dan juga&lt;br /&gt; melarang mereka dari berpaling padahal mereka mendengarkan ayat-ayat yang&lt;br /&gt; dibacakan serta nasehat-nasehat yang disampaikan berulang ulang dalam&lt;br /&gt; Kitabullah dan melalui lisan Rasul-Nya saw. Yang demikian ini disebabkan&lt;br /&gt; karena pertolongan dan bantuan dari Allah adalah merupakan buah dari&lt;br /&gt; ketaatan yang mereka lakukan. Jika seandainya mereka itu berpaling dan&lt;br /&gt; bermaksiat, meninggalkan sikap wala' (loyal) kepada Allah subhanahu&lt;br /&gt; wata'ala, maka tentu mereka tidak ada bedanya dengan orang-orang lain dari&lt;br /&gt; kalangan kaum kafir dan ahli maksiat. (Aisar at-Tafasir hal 436-437). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar Tapi Tidak Mendengar &lt;br /&gt;Orang yang mendengar seruan Allah subhanahu wata'ala tetapi ia&lt;br /&gt; berpaling dan tidak mau menaatinya, maka jelas ada yang tidak beres dalam&lt;br /&gt; dirinya. Lain halnya jika disebabkan karena kebodohan, ketidaktahuan atau&lt;br /&gt; kekeliruan dalam memahami suatu perintah dan seruan, maka ia tidak&lt;br /&gt; disebut dengan berpaling. Seseorang dikatakan berpaling jika dia enggan dan&lt;br /&gt; menolak sebuah ajakan, perintah dan seruan sedangkan ia mengerti apa&lt;br /&gt; yang dimaksudkan dari seruan itu. Jadi dalam hal ini bukanlah&lt;br /&gt; telinga/indera pendengaran mereka yang tuli, tetapi hati dan akal mereka. Maka&lt;br /&gt; orang yang seperti ini dikatakan oleh Allah subhanahu wata'ala sebagai&lt;br /&gt; orang yang "mendengar tapi tidak mendengar". Mereka mendengarkan ayat-ayat&lt;br /&gt; dan seruan Allah subhanahu wata'ala dengan telinga mereka namun akal&lt;br /&gt; dan hati mereka tertutup tak mau mendengarkan, sehingga tidak dapat&lt;br /&gt; mengambil manfaat dan faidah dari apa yang mereka dengar itu. Allah&lt;br /&gt; subhanahu wata'ala befirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu menjadi sebagaimana orang-orang (munafik) yang&lt;br /&gt; berkata, "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan." (QS.&lt;br /&gt; al-Anfal:21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah subhanahu wata'ala melarang kaum muslimin&lt;br /&gt; mengikuti jalannya orang-orang kafir, musyrik dan munafik dalam hal&lt;br /&gt; ketulian mereka dari mendengarkan ayat-ayat yang mengajak mereka kepada&lt;br /&gt; kebenaran dan menyeru kepadanya. Juga bersikap menutup mata (berlagak buta)&lt;br /&gt; dari melihat ayat-ayat Allah yang menunjukkan kepada ketauhidan&lt;br /&gt; terhadap Allah subhanahu wata'ala. Mereka mengatakan, "Kami tidak mendengar&lt;br /&gt; apa yang dikatakan oleh Muhammad, dan dari apa yang dia sebutkan dan dia&lt;br /&gt; isyaratkan kami tidak melihatnya." Mereka juga mengatakan, "Kami&lt;br /&gt; mendengarkan dengan telinga-telinga kami," tetapi mereka tidak mendengar kan&lt;br /&gt; dengan hati mereka. Ini disebabkan karena mereka tidak mau mentadabburi&lt;br /&gt; dan memikirkannya, sehingga meskipun mereka mendengar tetapi mereka&lt;br /&gt; sama halnya dengan orang yang tidak mendengar. Dalam hal ini 'ibrah (yang&lt;br /&gt; menjadi acuan atau ukuran) adalah as-sima' al intifa' (pendengaran&lt;br /&gt; yang memberikan manfaat), bukan semata-mata mendengarkan suara dengan&lt;br /&gt; telinga. (Aisar at-Tafasir hal. 437) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seburuk-buruk Makhluk &lt;br /&gt;Sikap mendengar tapi tidak mendengarkan ini rupanya masih banyak&lt;br /&gt; menimpa sebagian kaum muslimin saat ini. Berapa banyak ayat-ayat yang mereka&lt;br /&gt; dengar tentang haramnya judi, riba, minuman keras, dan lain-lain tetapi&lt;br /&gt; ternyata semua jenis kemaksiatan itu tetap jalan terus seakan&lt;br /&gt; ayat-ayat tersebut tak pernah mereka dengar. Berapa banyak mereka mendengarkan&lt;br /&gt; panggilan hayya 'alash shalah (mari kita shalat), namun mereka tetap&lt;br /&gt; tak bergeming sedikit pun dari kesibukan dunia mereka, seakan-akan&lt;br /&gt; panggilan shalat itu hanyalah sekedar suara sebagaimana halnya suara-suara&lt;br /&gt; lainnya. Jika mereka adalah orang yang memang tuli (telinganya tidak&lt;br /&gt; berfungsi), maka bisa dimaklumi apabila ketika adzan dikumandangkan mereka&lt;br /&gt; tidak mendatanginya. Tapi ini tidak demikian, telinga mereka berfungsi&lt;br /&gt; normal, kaki mereka juga tidak cacat, dan mereka dalam keadaan sehat&lt;br /&gt; wal afiat dan sejahtera. Apakah mereka akan menunggu sampai tiba suatu&lt;br /&gt; waktu di mana mereka tak mampu lagi untuk bersujud, sebagaimana firman&lt;br /&gt; Allah, artinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka&lt;br /&gt; mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah,&lt;br /&gt; lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di&lt;br /&gt; dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera." (QS.&lt;br /&gt; al-Qalam: 42-43). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tuli lagi pekak ini dikatakan oleh Allah sebagai&lt;br /&gt; "Syarra ad-dawab" seburuk-buruk makhluk melata di muka bumi -na'udzu billah&lt;br /&gt; min dzalik-, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya, artinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya binatang (mahluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah&lt;br /&gt; ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun.&lt;br /&gt; Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah&lt;br /&gt; menjadi kan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka&lt;br /&gt; dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka&lt;br /&gt; memalingkan diri (dari apa yang mereka-mereka dengar itu)." (QS.&lt;br /&gt; al-Anfal: 22-23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demikianlah keadaan mereka, Allah subhanahu wata'ala menegaskan&lt;br /&gt; bahwa mereka dikatakan tuli dan pekak bukan karena telinga mereka tuli&lt;br /&gt; (tuna rungu), tapi disebabkan mereka adalah orang-orang yang tidak&lt;br /&gt; berakal,. Perhatikanlah firman Allah subhanahu wata'ala ketika menyifati&lt;br /&gt; orang-orang yang pekak dan tuli, yakni orang-orang yang tidak mengerti&lt;br /&gt; apa-apa pun, yang dalam teks ayat disebut dengan "la ya'qilun' akalnya&lt;br /&gt; tidak berfungsi. Bagaimana mereka dikatakan orang yang berakal sedangkan&lt;br /&gt; mereka tidak mengenal siapa dirinya, siapa penciptanya, enggan&lt;br /&gt; bersyukur dan bersujud kepada penciptanya, tidak mau menaati-Nya, bahkan justru&lt;br /&gt; berpaling dari-Nya. Jadi mereka itu dihidupkan oleh Allah subhanahu&lt;br /&gt; wata'ala, hanyalah untuk makan, tidur dan memuaskan hawa nafsu serta&lt;br /&gt; syahwat belaka, tidak mau melaksanakan fungsi utama dan terbesar mereka&lt;br /&gt; diciptakan, yakni untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah subhanahu&lt;br /&gt; wata'ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Penyembuhan &lt;br /&gt;Para ulama membagi hati manusia menjadi tiga klasifikasi, yakni qalbun&lt;br /&gt; salim (hati yang sehat), qalbun maridh (hati yang sakit) dan qalbun&lt;br /&gt; mayit (hati yang mati). Hati yang sehat senantiasa merespon setiap seruan&lt;br /&gt; yang datang dari Allah dan rasul-Nya, sedangkan hati yang sakit adalah&lt;br /&gt; hati yang kadangkala antusias menyambut seruan Allah subhanahu wata'ala&lt;br /&gt; namun sering kali juga dikalahkan oleh syahwat dan hawa nafsu, jatuh&lt;br /&gt; bangun dan pasang surut dalam melakukan ketaatan, bahkan bisa jadi suatu&lt;br /&gt; ketika terpuruk dalam kemaksiatan. Adapun hati yang mati maka ia&lt;br /&gt; adalah hati yang terkunci dan sangat sulit menerima petunjuk kebaikan,&lt;br /&gt; kecuali jika Allah subhanahu wata'ala berkehendak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi dan solusi untuk menjadikan akal dan hati kita selalu hidup,&lt;br /&gt; sehat dan berfungsi dengan baik tidak lain adalah "dengan memenuhi setiap&lt;br /&gt; panggilan Allah dan Rasul-Nya". Allah swt berfirman dalam kelanjutan&lt;br /&gt; ayat di atas, artinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul&lt;br /&gt; apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu,&lt;br /&gt; dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan&lt;br /&gt; hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (QS.&lt;br /&gt; al-Anfal:24) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni dengan menanamkan kesadaran bahwasanya perintah-perintah Allah&lt;br /&gt; subhanahu wata'ala termasuk juga larangan-Nya tidak akan lepas dari apa&lt;br /&gt; yang dapat memberikan kehidupan bagi orang mukmin, atau menambah&lt;br /&gt; (kebaikan) dalam hidupnya atau memberikan penjagaan kepada mereka. Oleh karena&lt;br /&gt; itu wajib bagi seorang mukmin untuk menaati Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt; semaksimal mungkin. Ayat ini juga menunjukkan bahwa orang-orang kafir dan&lt;br /&gt; jahil adalah orang yang mati secara maknawi. Sehingga dapat dikatakan&lt;br /&gt; bahwa dengan iman dan ilmu terdapat kehidupan dan sebaliknya tanpa keduanya&lt;br /&gt; maka itu berarti kematian, walaupun jasad-jasad mereka masih hidup.&lt;br /&gt; (Aisar at-Tafasir hal 438). Atau dengan istilah lain "Mati dalam&lt;br /&gt; kehidupan dan hidup dalamkematian". &lt;br /&gt;(oleh: Kholif Abu Ahmad) &lt;br /&gt;Sumber: Aisar at-Tafasir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=459&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-2214545872680177461?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/2214545872680177461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=2214545872680177461&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2214545872680177461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2214545872680177461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/01/mendengar-tapi-tak-mendengar.html' title='MENDENGAR TAPI TAK MENDENGAR'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-7813996390113103050</id><published>2008-01-04T08:08:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T17:44:06.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mewaspadai Lisan</title><content type='html'>Lisan, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah sholallohu alaihi wasalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam ( HR Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu , tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah&lt;br /&gt;Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam &lt;br /&gt;"Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci" terus bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita? "Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al quran , Allah ta'ala menggambarkan orang yang meng-ghibahi saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya: &lt;br /&gt;"Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya tentu kalian akan benci" ( Al Hujurat 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai , semakin menjijkkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia , apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijkkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan dan ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam di malam mi'rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa mereka lah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namimah&lt;br /&gt;Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya "adu domba". Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur'an. Mereka yang berjalan dengan namimah , menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar . Ancaman Rasulullah bagi tukang namimah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akibat ghibah ini sangat besar sekali, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian. &lt;br /&gt;Dusta&lt;br /&gt;Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlaq orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq &lt;br /&gt;"Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan "di bawah kerak api neraka" Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan "Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://van.9f.com/lisan.htm&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-7813996390113103050?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/7813996390113103050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=7813996390113103050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7813996390113103050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7813996390113103050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2008/01/mewaspadai-lisan.html' title='Mewaspadai Lisan'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-1622214668240651704</id><published>2007-12-30T15:35:00.000+07:00</published><updated>2007-12-30T15:37:41.870+07:00</updated><title type='text'>Tanda-Tanda Ilmu Yang Bermanfaat</title><content type='html'>Ilmu yang bermanfaat dapat diketahui dengan melihat kepada pemilik ilmu tersebut. Di antara tanda-tandanya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[1]. Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap keadaan dan kedudukan dirinya serta hati mereka membenci pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong terhadap orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) rahimahullaah mengatakan, “Orang yang faqih hanyalah orang yang zuhud terhadap dunia, sangat mengharapkan kehidupan akhirat, mengetahui agamanya, dan rajin dalam beribadah.” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Ia tidak iri terhadap orang yang berada di atasnya, tidak sombong terhadap orang yang berada di bawahnya, dan tidak mengambil imbalan dari ilmu yang telah Allah Ta’ala ajarkan kepadanya.” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Pemilik ilmu yang bermanfaat, apabila ilmunya bertambah, bertambah pula sikap tawadhu’, rasa takut, kehinaan, dan ketundukannya di hadapan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari dari dunia. Yang paling besar adalah kedudukan, ketenaran, dan pujian. Menjauhi hal itu dan bersungguh-sungguh dalam menjauhkannya, maka hal itu adalah tanda ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Pemilik ilmu ini tidak mengaku-ngaku memiliki ilmu dan tidak berbangga dengannya terhadap seorang pun. Ia tidak menisbatkan kebodohan kepada seorang pun, kecuali seseorang yang jelas-jelas menyalahi Sunnah dan Ahlus Sunnah. Ia marah kepadanya karena Allah Ta’ala semata, bukan karena pribadinya, tidak pula bermaksud meninggikan kedudukan dirinya sendiri di atas seorang pun. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) rahimahullaah membagi ilmu yang bermanfaat ini -yang merupakan tiang dan asas dari hikmah- menjadi tiga bagian. Beliau rahimahullaah berkata, “Ilmu yang terpuji, yang ditunjukkan oleh Al-Kitab dan As-Sunnah adalah ilmu yang diwariskan dari para Nabi, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan mereka tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Ini Ada Tiga Macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Ilmu tentang Allah, Nama-Nama, dan sifat-sifat-Nya serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Contohnya adalah sebagaimana Allah menurunkan surat al-Ikhlaash, ayat Kursi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Ilmu mengenai berita dari Allah tentang hal-hal yang telah terjadi dan akan terjadi di masa datang serta yang sedang terjadi. Contohnya adalah Allah menurunkan ayat-ayat tentang kisah, janji, ancaman, sifat Surga, sifat Neraka, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Ilmu mengenai perintah Allah yang berkaitan dengan hati dan perbuatan-perbuatan anggota tubuh, seperti beriman kepada Allah, ilmu pengetahuan tentang hati dan kondisinya, serta perkataan dan perbuatan anggota badan. Dan hal ini masuk di dalamnya ilmu tentang dasar-dasar keimanan dan tentang kaidah-kaidah Islam dan masuk di dalamnya ilmu yang membahas tentang perkataan dan perbuatan-perbuatan yang jelas, seperti ilmu-ilmu fiqih yang membahas tentang hukum amal perbuatan. Dan hal itu merupakan bagian dari ilmu agama. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) rahimahullaah juga berkata, “Telah berkata Yahya bin ‘Ammar (wafat th. 422 H), ‘Ilmu itu ada lima: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1). Ilmu yang merupakan kehidupan bagi agama, yaitu ilmu tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2). Ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu tentang mempelajari makna-makna Al-Qur-an dan hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3). Ilmu yang merupakan obat agama, yaitu ilmu fatwa. Apabila suatu musibah (malapetaka) datang kepada seorang hamba, ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah itu, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4). Ilmu yang merupakan penyakit agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5). Ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang sepertinya.’” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;Foote Notes&lt;br /&gt;[1]. Sunan ad-Darimi (I/89)&lt;br /&gt;[2]. Disarikan dari kitab Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 55-57).&lt;br /&gt;[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80-Mawaarid), ini lafazh Ahmad, dari Shahabat Abu Darda' radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;[4]. Majmu’ Fataawaa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (XI/396,397 dengan sedikit perubahan). Lihat kitab Muqawwimaat ad-Daa’iyah an-Naajih, hal. 18, karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.&lt;br /&gt;[5]. Majmuu’ Fataawaa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (X/145-146) dan Siyar A’laamin Nubalaa’ (XVII/482) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://www.almanhaj.or.id/content/2310/slash/0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-1622214668240651704?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/1622214668240651704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=1622214668240651704&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1622214668240651704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1622214668240651704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/12/tanda-tanda-ilmu-yang-bermanfaat.html' title='Tanda-Tanda Ilmu Yang Bermanfaat'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-841959801353100086</id><published>2007-12-04T21:10:00.001+07:00</published><updated>2007-12-04T21:21:21.027+07:00</updated><title type='text'>Menemukan Ketenangan Batin</title><content type='html'>Sebenarnya, sumber kebahagiaan adalah mengembalikan segala permasalahan kehidupan kepada Dzat Pemilik kebahagiaan, Dia-lah Allah SWT. Sumber kebahagiaan itu muncul dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an dan menghadiri majelis ta'lim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketenangan akan muncul bila kita memperbanyak shalat malam. Pada saat Nabi SAW berhadapan dengan kondisi masyarakat yang sedemikian kacau, dekadensi moral yang merajalela, dan ketidakadilan di mana-mana, maka langkah pertama yang diambil adalah melakukan renungan dengan cara menjauh dari masyarakat, kemudian mencoba merumuskan formula yang tepat untuk menghadapi masyarakat yang jahiliah itu. Sampai kemudian Nabi mendapatkan bimbingan wahyu, dan itulah modal terpenting dan kekuatan ruhani yang maha dahsyat, yaitu ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian pula pada saat kita dirundung resah dan gelisah. Pada saat suhu ekonomi kurang menguntungkan dan sosial politik semakin panas, maka salah satu solusi yang disodorkan Islam adalah melakukan uzlah dengan cara bangun di penghujung malam, kemudian merenung untuk melakukan langkah-langkah tepat menghadapi kondisi yang parah ini. Disamping punya fungsi ritual dengan melaksanakan shalat malam, maka bangun malam merupakan terpaaan batin dan sebagai sumber kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW, para sahabat, dan ulama salafush shaleh menjadikan sebagai kebiasaan yang harus ada, karena inilah modal keberhasilan dan penemuan kesejukan ruhaninya. Sehingga merasakan penyesalan yang luar biasa tatkala terlena dengan yang lain sehingga meninggalkan shalat malam. Karena pada saat itu, sinyal-sinyal Ilahi sampai kepadanya, apakah itu wahyu kalau kepada para nabi atau ilham kepada selain nabi. Sementara kebahagian yang akan dirasakannya bukan saja kemuliaan di dunia, tetapi juga fasilitas masuk surga tanpa hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits riwayat Bukhari dikisahkan, bahwa nanti pada hari kiamat pada saat seluruh umat manusia berkumpul di mahsyar dengan kebingungan, resah, dan gelisah kemudian mereka ke sana ke mari mencari pertolongan, terdengarlah suara berkumandang dengan mengatakan, "Mana orang-orang yang suka merenggangkan pinggangnya dari tempat tidurnya (shalat tahajud)?" Maka berdirilah di antara mereka, tetapi sangatlah sedikit sekali. Nabi SAW kemudian bersabda, "Maka mereka yang sedikit itu kemudian masuk surga tanpa hisab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, "Pinggang-pinggang mereka berpisah dari tempat tidur mereka, mereka menyeru kepada Tuhannya dengan takut dan penuh harap, dan mereka membelanjakan sebagian harta dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Maka, siapa pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka sesuatu yang dapat menyejukan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang mereka perbuat." (QS. As-Sajdah : 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan, "Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada malam hari dan pada akhir malam mereka senantiasa beristighfar. " (QS. Adz-Dzariyat : 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khawwash RA berkata, "Obat penyakit hati itu ada lima, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, mengosongkan perut (shaum), bangun malam (tahajjud), tadharru pada waktu sahur (akhir malam), dan bergaul dengan orang-orang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi Dzun Nun Al-Misri mengatakan bahwa kesucian dan kebahagiaan batin dapat ditemukan dengan empat hal, yaitu; Pertama, muwafaqah, artinya menyesuaikan diri, baik keyakinan, ucapan dan perbuatan itu sesuai dengan perintah Allah dan contoh NabiNya. Melanggar perintah Allah berarti tidak sesuai dengan fitrah ketauhidannya. Kedua, munashahah, artinya saling menumbuhkan rasa cinta kasih antar sesama muslim, tentu saja kesetiaan atau cinta kasih yang tumbuh itu karena Allah, sehingga tidak terlepas dari koridor perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mukhalafah, artinya membantah atau menentang ajakan hawa nafsu. Nafsu tidak mungkin dihilangkan dalam diri seorang muslim, tetapi nafsu harus dikemas menjadi nafsu yang diridhai Allah dan itulah nafsul muthmainnah. Dan, keempat, muharabah, artinya siap dengan kekuatan yang ada untuk memerangi dan melumpuhkan syetan, tidak terlena atau malah menjadi saudaranya karena dia lah musuh yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dengan sekuat tenaga dia berusaha menemukan jalan Tuhannya, maka dia akan menemukan manisnya keimanan. Dan Nabi bersabda, "Ada tiga ciri seseorang yang akan menemukan manisnya iman, yaitu cinta dan benci karena Allah, lebih mendahulukan Allah dan Rasul dibanding yang lain, dan benci terjerembab atau masuk dalam kekafiran." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, untuk menemukan kebahagiaan batin, terletak pada dekatnya dia dengan sumber kebahagiaan, yaitu Allah SWT, karena Dia-lah Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yaitu Maha Pengasih dan Penyayang yang kasih dan sayangNya tiada batas dan meliputi segala sesuatu. Dan Dia-lah Pemilik segala sesuatu, kalau Dia berkehendak, tinggallah Dia mengatakan kun, maka terjadilah. Semoga kita dilimpahi kasih dan sayangNya. Aamiin. [Swadaya-112007]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;URL : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=466&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-841959801353100086?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/841959801353100086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=841959801353100086&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/841959801353100086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/841959801353100086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/12/menemukan-ketenangan-batin.html' title='Menemukan Ketenangan Batin'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-9195458182457828893</id><published>2007-11-29T07:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-29T07:35:08.965+07:00</updated><title type='text'>Bekerja dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>"Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. At-Taubah [9] : 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang mu'min, bekerja merupakan sebuah kewajiban. Karena dengan bekerja, semua kebutuhan hidupnya akan terpenuhi, baik kebutuhan ruhani atau pun jasadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang bekerja memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Rasulullah pernah memuji salah seorang seorang sahabatnya yang tangannya kasar karena sering bekerja untuk menafkahi keluarganya. Bahkan pernah mengatakan bahwa seorang laki-laki mu'min yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan kedua orangtua dan keluarganya disejajarkan dengan mujahid yang berjuang di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, bila seorang muslim yang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bekerja, tetapi tidak melakukannya, niscaya ia memiliki kedudukan yang kurang mulia dalam pandangan Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persfektif Islam, pekerjaan dibagi ke dalam tiga bagian. Pertama, pekerjaan ibadah. Pekerjaan pertama yang harus ditunaikan oleh seorang muslim adalah beribadah. Beribadah, baik ibadah mahdhah maupun ghair mahdhah, pada dasarnya adalah sebuah pekerjaan. Beribadah sesuai yang telah dilakukan Rasulullah SAW adalah pekerjaan utama seorang muslim yang harus dilakukaan. Allah SWT berfirman, "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu." (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa menyembah Allah melalui ibadah shalat dan ibadah lainnya, merupakan pekerjaan utama seorang hamba Allah yang taat. Dan itu merupakan wujud syukur yang utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pekerjaan dakwah. Berdakwah, menyeru kepada yang ma'ruf (kebaikan) dan meninggalkan kemungkaran adalah pekerjaan kedua yang harus dilakukan. Dengan bekerja sebagai da'i, Allah SWT akan memberikan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebagaimana firmanNya, "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran [3] : 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pekerjaan profesi. Dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 10, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." Dalam ayat ini, Allah SWT telah menegaskan bahwa sesungguhnya setiap makhluk telah diberikan rezekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rezeki makhlukNya itu tersebar di muka bumi. Maka, setiap muslim dengan potensi akalnya diwajibkan untuk menjemput rezekinya sesuai dengan aturan Allah dan rasulNya. Kita, sesuai dengan profesinya, harus bekerja untuk memakmurkan bumi dan kesejahteraan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Sukses dalam Bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga faktor yang membuat seseorang sukses dalam bekerja. Pertama, dream (impian). Kesuksesan sangat ditunjang dengan keinginan yang kuat. Termasuk kesuksesan dalam bekerja. Biasanya seseorang yang bekerja pada suatu bidang akan lebih sukses bila bidang pekerjaan itu sesuai dengan yang diimpikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sikap dalam bekerja. Pekerja yang sukses biasanya ditunjang faktor spiritual (ikhlas), emosional (mawas), intelektual (kecerdasan) , fisik, dan professional (tuntas). Kelimanya merupakan faktor internal, artinya ada dalam diri kita dan harus selalu diasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sistem. Sistem yang kondusif sangat mendukung tercapai kesuksesan. Seringkali keahlian seseorang tidak bisa optimal karena sistem (aturan) yang tidak mendukung. Karenanya, bekerjalah sesuai dengan kemampuan dan keahlian. Luruskan niat agar Allah meridhai setiap pekerjaan yang telah kita lakukan. Yakinilah bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT. Wallahu a'lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis :&lt;br /&gt;H. Taufik Ismail, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber  :&lt;br /&gt;URL : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=460&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-9195458182457828893?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/9195458182457828893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=9195458182457828893&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9195458182457828893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9195458182457828893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/11/bekerja-dalam-perspektif-islam.html' title='Bekerja dalam Perspektif Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4806384318987952653</id><published>2007-10-04T20:57:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T21:23:23.638+07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri ala Rasulullah SAW</title><content type='html'>Diantara sekian banyak ungkapan atau ucapan selamat (arab: tahni’ah) dalam suasana hari ‘Ied Al-Fithr, nyaris semuanya tidak ada riwayatnya yang berasal dari Rasulullah SAW. Kecuali lafadz taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, "Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda." Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : "Dalam "Al Mahamiliyat" dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita salah kaprah mengartikan ucapan tersebut, karena biasanya diikuti dengan "mohon maaf lahir dan batin". Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu.&lt;br /&gt;Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah&lt;br /&gt;ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin,&lt;br /&gt;artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).&lt;br /&gt;Makna yang terkandung di dalamnya sebuah harapan agar Ramadhan yang telah kita jalani benar-benar bernilai iman dan ihtisab, sehingga kita saling mendoakan agar dikembalikan kepada kesucian, dalam arti bersih dari dosa-dosa.&lt;br /&gt;Makna Kembali (aidin) adalah kembali seperti awal mula kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing, putih, bersih tanpa dosa.&lt;br /&gt;Sedangkan makna faizin adalah menjadi orang yang menang atau beruntung. Menang karena berhasil&lt;br /&gt;mengalahkan hawa nafsu, sedangkan beruntung karena mendapatkan pahala yang berkali lipat dan dimusnahkan semua dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Di setiap negeri muslim, ungkapan-ungkapan ini bisa saja sangat berbeda, tergantung kreatifitas masyarakatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bukan berarti memberikan ucapan yang semikian menjadi terlarang atau haram. Sebab umumnya para ulama mengatakan bahwa masalah ini tidak termasuk perkara ritual ubudiyah, sehingga tidak ada larangan untuk mengungkapkan perasaan dengan gaya bahasa kita masing-masing.&lt;br /&gt;Tapi bukankah lebih baik jika kita mencontoh Rasulullah SAW…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :  http://rosyidi.com/selamat-idul-fitri-ala-rasulullah-saw/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4806384318987952653?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4806384318987952653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4806384318987952653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4806384318987952653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4806384318987952653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-ala-rasulullah-saw.html' title='Selamat Idul Fitri ala Rasulullah SAW'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-7669328445775896128</id><published>2007-10-03T21:07:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T21:10:29.179+07:00</updated><title type='text'>Idul Fitri Bukan untuk Berbuat Mubazir</title><content type='html'>Dalam semangat umat Islam membuat berbagai persiapan untuk menyambut tibanya bulan Syawal, mungkin karena terlalu gembira, sebagian tidak sadar bahwa mereka telah melanggar prinsip murni ajaran Islam untuk tidak boros dalam berbelanja. Mereka mengeluarkan uang atau menggunakan barang secara berlebihan (mubazir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubazir sangat dilarang sampai Allah menganggapnya sebagai saudara setan. Firman Allah: ''Sesungguhnya orang yang mubazir itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan.'' (Surah al-Isra', ayat 27). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan mubazir juga diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu'bah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan kamu durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, enggan memberi miliknya tetapi meminta-minta milik orang lain, dan dilarang atas kamu tiga perkara, yaitu berbohong dalam cerita, banyak bertanya, dan mubazir harta." (Riwayat al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan ayat Alquran dan hadis di atas, pemborosan dan mubazir adalah perbuatan keji dan patut ditinggalkan oleh orang yang mengaku diri mereka benar-benar beriman dengan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba berlebihan&lt;br /&gt;Pemborosan yang sering dilakukan ketika membuat persiapan menyambut lebaran adalah dari aspek pakaian. Maksudnya membeli atau memesan pakaian yang berlebih-lebihan, hingga disediakan sepasang baju untuk dipakai di waktu pagi lebaran, dan di waktu sore apabila semakin banyak kawan dan sanak saudara datang berkunjung. Sepasang pakaian lagi untuk keesokan harinya apabila tiba giliran mereka untuk mengunjungi kawan dan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya disediakan pula berbagai pasang baju untuk menghadiri open house yang akan diadakan sepanjang bulan Syawal. Meskipun itu adalah hak golongan yang berada, tetapi pada hakikatnya Islam memandang perkara ini sebagai suatu pemborosan yang berlebihan yang membawa kepada mubazir. Bahkan itu telah melebihi batas cukup atau keperluan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW walaupun menganjurkan kita berpakaian baru dan bagus pada Hari Raya Idul Fitri, namun jangan sampai terlalu boros hingga membawa kepada mubazir. Baginda sendiri melarang mubazir dan tidak pernah berbelanja berlebihan. Pemborosan juga berlaku dari aspek pembelian peralatan dan perhiasan rumah seperti hordeng dan perabot rumah tangga. Tidak salah jika kita ingin menjadikan Lebaran sebagai masa untuk mengganti peralatan dan perhiasan rumah, tetapi tidak perlu dilakukan setiap Lebaran. Ini karena Lebaran adalah waktu untuk mempererat hubungan silaturahmi dan yang paling penting adalah menyambut baik tamu yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemborosan juga terjadi dari aspek ingin menceriakan perasaan anak-anak. Ada segelintir orang tua yang menginvestasikan uangnya semata-mata untuk membeli petasan atau kembang api demi menggembirakan anak-anak di malam Lebaran. Selain mubazir, bermain petasan bisa mendatangkan bahaya dan keburukan bagi tubuh anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat fakir miskin&lt;br /&gt;Kita perlu sadar bahwa Ramadhan yang telah kita lalui itu banyak mendidik kita agar selalu hemat dalam berbelanja. Berbekalkan didikan yang kita terima di bulan Ramadan ini, kita akan memanfaatkannya untuk mengarungi kehidupan dalam 11 bulan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya harta kekayaan adalah di antara nikmat karunia Allah kepada seseorang. Secara tidak langsung, Allah juga menjadikan kekayaan itu sebagai ujian bagi hamba-Nya. Oleh karena itu, kita seharusnya membelanjakan harta kekayaan dengan baik tanpa dicemari dengan unsur pemborosan yang membawa kepada mubazir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpedoman kepada ayat Alquran dan hadis, Islam tidak melarang umatnya berbelanja, tetapi Islam hanya mengajarkan umatnya tata cara berbelanja dengan benar, yaitu berbelanja secara sederhana. Ketika berbelanja menyambut Lebaran, kita juga seharusnya memikirkan nasib saudara seagama, yang menyambut Lebaran dalam keadaan serba lemah dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga ingin kegembiraan seperti orang lain. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita meninggalkan pemborosan yang keji itu dengan menggalakkan kebajikan seperti bersedekah. Sedikit bantuan atau sumbangan yang kita ulurkan kepada golongan yang tidak berada, disediakan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=269023&amp;kat_id=411&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-7669328445775896128?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/7669328445775896128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=7669328445775896128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7669328445775896128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/7669328445775896128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/10/idul-fitri-bukan-untuk-berbuat-mubazir.html' title='Idul Fitri Bukan untuk Berbuat Mubazir'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-5702991159846635953</id><published>2007-08-18T07:20:00.000+07:00</published><updated>2007-08-18T07:25:12.621+07:00</updated><title type='text'>Orang-Orang yang Merdeka</title><content type='html'>Setiap tanggal 17 Agustus, negara kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang mana di tahun ini usia kemerdekaan negara kita sudah menginjak usia yang ke 62 tahun. Seperti biasa, di setiap daerah diadakan berbagai kegiatan, dari mulai mencat pagar, bikin gapura, umbul-umbul, dan sederet kegiatan lainnya berupa perlombaan-perlomba an yang mencerminkan semangat juang yang tinggi, sebagaimana para pejuang dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan pada manusia. Derajatnya lebih tinggi daripada nikmat kehidupan. Allah SWT memberi nikmat kehidupan tidak hanya pada manusia, tapi juga pada hewan dan tumbuhan. Tidak demikian dengan nikmat kemerdekaan, nikmat ini khusus diberikan pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka, dengan kemerdekaanlah, manusia memiliki kualitas hidup lebih tinggi dari makhluk lainnya. Dengan kemerdekaan pula, manusia berkesempatan mendapatkan nikmat Allah tertinggi, yaitu nikmat hidayah (keimanan), sehingga kedudukannya melambung tinggi melebihi malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan kemerdekaan pula, kedudukan manusia bisa jatuh ke tempat yang paling rendah, lebih rendah dibanding hewan. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. " (QS. At-Tiin [95] : 4-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh saja yang beruntung dan inilah orang-orang yang berkualitas. Oleh karena itu, tak usah heran bila orang-orang yang berkualitas ini lebih memilih terpenjara fisiknya, daripada terpenjara mental, emosi, atau ruhaninya. Yang mana, mereka menggunakan nikmat kemerdekaannya untuk tetap taat kepada Allah SWT, sehingga bagaimana pun kerasnya rintangan yang dihadapi dalam taat kepada Allah SWT, tidak akan mampu untuk mengalahkannya atau merubahnya. Sebagaimana kisahnya Yasir dan isterinya Sumayyah yang dibunuh secara keji oleh Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Jahal yang kekar dan tinggi besar, berjalan tergopoh-gopoh menuju rumah Yasir. Ia sengaja datang kepada keluarga sederhana itu untuk melampiaskan kemarahannya. Setiba di rumah Yasir, segera Abu Jahal menghardik Yasir, mengumpatnya dan menyuruhnya untuk keluar dari agama Muhammad yang baru. Tetapi dengan tegar, Yasir yang mulai renta berkata tidak. Abu Jahal kian marah. Tetapi, Yasir tetap pada pendiriannya. Tidak, tidak mungkin baginya kembali kepada kemusyrikan, setelah Allah memberinya cahaya petunjuk yang sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kemarahan Abu Jahal sampai pada puncaknya. Dengan sekuat tenaga, Abu Jahal mencekik Yasir. Sesuatu yang terjadi sesudah itu bisa sangat dibayangkan, Yasir gugur syahid menemui ajalnya. Setelah itu, Abu Jahal bergegas mencari isteri Yasir, Sumayyah. Setelah bertemu, ia juga memaksa Sumayyah untuk keluar dari Islam. Tetapi, Sumayyah dengan tegas menolak. Abu Jahal semakin kesetanan. Tetapi, Sumayyah tetap tenang. Tidak mungkin baginya menjual ajaran tauhid yang baru saja ia rengkuh, dengan tunduk pada kepongahan Abu Jahal, sedetik pun. Hingga akhirnya, Abu Jahal menombak perut Sumayyah. Isteri Yasir itu pun gugur syahid, menjadi wanita pertama yang syahid dalam Islam." (Tarbawi, Edisi 41, Agustus 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau juga kisahnya Nabi Yusuf AS, Bilal bin Rabbah, Imam Hanafi, Imam Ibnu Taimiyah, Sayyid Quthb, Zainab, Al-Ghazali, hingga Hamka di Indonesia, adalah sosok yang lebih suka terpenjara fisiknya, daripada terpenjara ruhaninya. Fisik mereka terpenjara, tapi hatinya merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, seorang ulama besar yang juga murid kesayangan gurunya (Ibnu Taimiyah), menukilkan sebuah senandung gurunya, "Apakah gerangan yang akan diperbuat musuh-musuhku kepadaku? Syurgaku dan kebunku ada di dadaku. Ke mana pun aku pergi, dia selalu bersamaku dan tidak pernah meninggalkanku. Sesungguhnya penjaraku adalah tempat khuluwatku, kematianku adalah mati syahid, dan terusirnya diriku dari negeriku adalah rekreasiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sekarang ini, banyak orang yang merdeka fisiknya, tapi hidupnya terpenjara oleh hawa nafsunya dan jauh dari hidayah Allah SWT. Seorang ahli hikmah mengatakan, "Orang yang di penjara itu adalah orang yang terpenjara hatinya hingga tidak dapat mengenal Allah, dan orang yang tertawan itu adalah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menyedihkan adalah orang yang terpenjara fisiknya juga terpenjara akal pikiran, emosi, serta hatinya. Na'udzubillah. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat sekalian... Kemerdekaan adalah satu nikmat terbesar yang Allah karuniakan untuk kita. Oleh karena itu, mari kita isi kemerdekaan ini dengan lebih meningkatkan lagi kualitas hidup dan ibadah kita kepada Allah SWT. Dan mudah-mudahan, kita menjadi orang-orang yang lebih mensyukuri lagi nikmat Allah yang telah Allah berikan kepada kita, begitu pun dengan nikmat kemerdekaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :  URL : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=420&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-5702991159846635953?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/5702991159846635953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=5702991159846635953&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5702991159846635953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/5702991159846635953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/08/orang-orang-yang-merdeka.html' title='Orang-Orang yang Merdeka'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4704254831420776121</id><published>2007-08-07T21:23:00.002+07:00</published><updated>2007-08-07T21:50:23.090+07:00</updated><title type='text'>Jangan Malu Belajar Ilmu Agama</title><content type='html'>"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah, dia berkata, Ummu Sulaim pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alihi wa sallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran. Lalu, apakah seorang wanita harus mandi jika dia bermimpi? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jika dia melihat air (mani)." Lalu, Ummu Salamah menutup wajahnya dan berkata, "Wahai Rasulullah, apakah wanita itu juga bisa bermimpi?" Beliau menjawab,"Ya, bisa. Maka, sesuatu yang menyerupai dirinya adalah anaknya." (Hadits Sahih, ditakhrij Ahmad 6/306, al-Bukhari 1/44, Muslim 3/223, at-Tirmizi, hadis nomor 122, an-Nasa'i 1/114, Ibnu Majah hadits nomor 600, ad-Darimi 1/195, al-Baihaqi 1/168-169). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah datang kepada Rasulullah saw untuk belajar. Ia memulai dengan ucapan, "Sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran." Maksudnya, tidak ada halangan untuk menjelaskan yang benar, sehingga Allah membuat perumpamaan dengan seekor nyamuk dan yang serupa lainnya, seperti dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu." (Al-Baqarah: 26). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ummu Sulaim demikian pula, ia tidak malu untuk bertanya kepada yang lebih tahu perihal apa-apa yang mestinya ia ketahui dan pelajari, meskipun mungkin hal itu dianggap aneh. Sungguh benar perkataan Ummul Mukminin, Aisyah ra, "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Tidak ada rasa malu yang menghalangi mereka untuk memahami agama." (Diriwayatkan al-Bukhari 1/44). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim bertanya, "Apakah seorang wanita itu harus mandi jika dia mimpi bersetubuh?" Nabi saw menjawab, "Jika dia melihat air." Maksudnya, ia harus mandi jika benar bermimpi dan ada bukti bekas air mani di pakaian. Namun, jika tidak, tidak perlu mandi. Setelah diberi jawaban yang singkat dan padat ini, Ummu Salamah langsung menutupi wajahnya seraya bertanya, "Apakah wanita itu juga bermimpi?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan Ummu Salamah itu bukanlah sesuatu yang aneh. Hal yang sama Pernah terjadi pada diri Aisyah yang lebih berilmu, seperti disebutkan dalam suatu riwayat dia berkata, "Kecelakaan bagimu. Apakah wanita akan mengalami seperti itu?" Dia berkata seperti itu dengan maksud untuk mengingkari bahwa wanita juga bisa bermimpi. Keheranan Ummu Salamah dan Aisyah ra lebih disebabkan ketidaktahuan. Karena, tidak seluruh wanita bisa bermimpi, melainkan sebagian mereka. Namun, keheranan ini bisa dituntaskan oleh jawaban Nabi saw, "Na'am, taribat yaminuki," ("Benar, seorang wanita bisa bermimpi)." Kemudian ada bukti nubuwwah di akhir ucapan beliau: "Sesuatu yang bisa menyerupai dirinya adalah anaknya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan perkataan itu. Laki-laki dan wanita saling bersekutu dalam pembentukan janin. Benih datang dari pasangan laki-laki menuju indung telur dalam tubuh wanita. Lalu, keduanya bercampur, dalam pengertian separo sifat-sifat yang diwariskan kira-kira bersumber dari laki-laki dan separo lainnya kira-kira berasal dari perempuan. Kemudian bisa juga terjadi pertukaran dan kesesuaian, sehingga ada sifat-sifat yang lebih menonjol antara keduanya. Dari sinilah terjadi penyerupaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga yang bisa dipetik, selagi kita dikungkung rasa malu dan tidak mau mengetahui hukum-hukum din, maka ini merupakan kesalahan yang amat besar, bahkan bisa berbahaya. Ada baiknya kita membiasakan diri untuk tidak merasa malu dalam mempelajari hukum-hukum Islam, baik hukum yang kecil maupun hukum yang besar. Sebab, jika seseorang, terutama wanita, lebih banyak dikungkung rasa malu, dia terhalang untuk mengetahui sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid Rahimahullah berkata, "Orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu." Sebuah nasihat berharga yang secara eksplisit menganjurkan orang-orang yang mencari ilmu agar tidak merasa lemah dan takkabur, sebab kedua hal tersebut dapat menghalangi semangat mencari ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah jika dia mengetahui dinnya. Karena itu, Islam mewajibkan, baik kepada laki-laki maupun wanita untuk mencari ilmu. Bukankah Allah juga berfirman, "Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9). Bahkan, terdapat ayat yang secara khusus ditujukan kepada ummahatul mukminin, berupa anjuran mempelajari kandungan Alquran sunah, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah." (Al-Ahzab: 34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perintah Allah inilah, para Sohabiyah merasakan keutamaan ilmu. Mereka pun pergi menemui Nabi saw dan menuntut suatu majlis belajar din bagi mereka. Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri ra, dia berkata, "Para wanita berkata kepada Nabi saw, 'Kaum laki-laki telah mengalahkan kami atas diri baginda, maka buatlah bagi kami dari waktu baginda.' Maka beliau menjanjikan suatu hari kepada mereka. Pada saat itu beliau menemui mereka dan memberi wasiat serta perintah kepada mereka. Di antara yang beliau katakan kepada mereka adalah, 'Tidaklah ada di antara kamu sekalian seorang wanita yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, melainkan anak-anaknya itu menjadi penghalang baginya dari neraka?' Seorang wanita bertanya, 'Bagaimana dengan dua anak?' Maka beliau menjawab, 'Begitu pula dua anak'." (Abu Zahrah, diadaptasi dari tulisan Majdi as-Sayyid Ibrahim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.tawakal.or.id/index.php?idn=322&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4704254831420776121?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4704254831420776121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4704254831420776121&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4704254831420776121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4704254831420776121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/08/jangan-malu-belajar-ilmu-agama.html' title='Jangan Malu Belajar Ilmu Agama'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6324198757359080237</id><published>2007-07-27T00:38:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T00:51:52.582+07:00</updated><title type='text'>Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT</title><content type='html'>Apakah Taubat Wajib Dilakukan dari Dosa-dosa Kecil?&lt;br /&gt;Allamah Ibnu Rajab al Hambali dalam kitabnya "Jaami'ul 'uluum wal hikam" melontarkan pertanyaan yang penting tentang dosa-dosa kecil. Apakah wajib taubat atasnya seperti atas dosa-dosa besar? Karena ia didapati terhapuskan secara otomatis dengan melakukan taubat atas dosa-dosa besar: sesuai firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke dalam tempat yang mulia (surga). (an-Nisa: 31.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia berkata: tentang ini masih diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang mewajibkan taubat dari dosa itu. Ini adalah pendapat sahabat-sahabat kami dan lainnya dari para fukaha, ulama kalam dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah SWT memerintahkan untuk bertaubat setelah menyebut dosa-dosa kecil dan besar. Allah SWT berifirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-lai mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam , atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yagn mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang berima supaya kamu beruntung." (an-Nur: 30-31)&lt;br /&gt;Allah SWT memerintahkan untuk bertaubat dari dosa-dosa kecil secara khusus dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-mengolokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk pangilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak taubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (al Hujurat: 11).&lt;br /&gt;Di antara manusia ada yang tidak mewajibkan taubat dari dosa-dosa kecil, seperti diriwayatkan dari pendapat kaum mu'tazilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama mutaakhirin ada yang berkata: wajib mengerjakan salah satu perkara: taubat darinya, atau melakukan beberapa amal baik yang dapat menghapuskan dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu 'Athiah menyebutkan dua pendapat ulama dalam penafsirannya tentang penghapusan dosa-dosa kecil dengan melakukan ibadah-ibadah yang wajib dan menjauhkan dosa-dosa besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: ia meriwayatkannya dari beberapa orang fukaha dan ahli hadits. Yaitu dengan amal baiknya itu otomatis kesalahan-kesalahannya terhapuskan, sesuai pengertian ayat Al Quran dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: ia meriwayatkannya dari para ulama ushul fiqh. Bahwa dosa kecil tidak pasti terhapuskan, namun dengan prasangka yang kuat dan harapan yang besar dosa itu dihapuskan, dengan kehendak Allah SWT. Karena jika dosa-dosa kecil itu pasti dihapuskan niscaya ia akan seperti perbuatan yang mubah yang tidak mengandung konsekwensi apa-apa. Dan itu akan merusak syari'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan: ada yang berpendapat, dosa-dosa itu tidak pasti dihapuskan. Karena hadits-hadits yang mengatakan dosa-dosa kecil terhapuskan dengan amal-amal yang baik itu terikat dengan syarat memperbaiki amal. Seperti terdapat dalam keterangan tentang wudlu dan shalat, yang keduanya menghapuskan dosa kecil. Sementara dengan bediam diri tanpa bertaubat dan melakukan kebaikan, maka tidak terdapat amal yang baik yang mewajibkan dihapuskannya dosa. Atas dasar ikhtilaf yang disebutkan oleh Ibnu 'Athiah ini, terjadi ikhtilaf dalam masalah kewajiban taubat dari dosa-dosa kecil." (Jami' al Ulum wa al Hikam: 1/446, 447. Cetakan muassasah Risalah, Bairut.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebenarnya taubat diperintahkan kepada seluruh orang mukallaf. Dan seluruh kaum mu'minin diperintahkan untuk bertaubat. Seperti disebutkan dalam ayat al Quran: "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah katakan bahawa ada orang yang bertaubat dari dosa-dosa besar, ada yang bertaubat dari perbuatan bid'ah, ada yang bertaubat dari dosa-dosa kecil dan ada pula yang bertaubat dari perbuatan yang syubhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada pula orang yang taubat dari kelalaian hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada yang bertaubat dari maqam yang ia tempati yang seharusnya ia naik ke maqam yang lebih tinggi. Dan ini adalah taubat Nabi Saw, seperti sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah SWT, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah SWT dalam sehari sebanyak seratus kali".&lt;br /&gt;Keharusan Untuk Bertaubat Secepatnya.&lt;br /&gt;Jika taubat adalah wajib bagi seluruh kaum mu'minin, maka melaksananya secepatnya adalah kewajiban yang lain. Sehingga tidak boleh ditunda pelaksanaannya. Karena itu akan berbahaya bagi hati orang yang beragama. Dan jika tidak secepatnya membersihkan dirinya dari dosa, ditakutkan pengaruh dosa itu akan bertumpuk dalam hatinya, satu persatu, hingga hati itu menghitam atau membusuk. Seperti disebutkan halam hadits yang diriwayaktan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang manusia, jika ia melakukan dosa maka dihatinya akan tercoreng warna hitam, dan jika ia meninggalkan perbuatan dosa itu serta bertaubat darinya, maka hatinya kembali bersih. Dan jika ia kembali melakukan dosanya itu, maka hitamnya itu akan ditambah hingga menutupi seluruh hatinya, itulah tutupan yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya: "Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi (3331) dan ia berkata: Hasan Sahih. Demikian juga An Nasai, Ibnu Majah (4244), Ibnu Hibban dalam sahihnya seperti terdapat dalam Al Mawarid (2448) dan Al Hakim serta ia mensahihkannya atas syarat Muslim dan Adz Dzahabi menyetujuinya (2/517). Dan ayat itu adalah dari QS. Al Muthaffifiin: 14)&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim berkata: segera bertaubat dari dosa adalah kewajiban yang harus dilakukan segera, dan tidak boleh ditunda. Ketika ia menundanya maka ia bertambah dosa dengan penundaannya itu. Dan jika ia telah bertaubat dari dosa, maka masih ada dosa yang harus ia pintakan ampunannya, yaitu dosa menunda bertaubat! Tentang ini sedikit sekali dipikirkan oleh orang yang telah bertaubat. Malah ia menyangka jika ia telah bertaubat dari dosanya maka ia tidak memiliki dosa lagi selain itu, padahal ia tetap memiliki dosa, yaitu menunda taubatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berbahaya bagi orang yang melakukan maksiat adalah jika ia terus menunda-nunda taubat. Artinya, ia selalu berkata: nanti aku akan kembali menjadi orang yang benar, aku akan taubat, aku akan berhenti dari melakukan perbuatan ini dan itu. Oleh karena itu dikatakan: ungkapan "saufa --nanti aku akan" adalah salah satu tentara Iblis! Dikatakan pula: mayoritas penghuni neraka adalah orang -orang yang selalu berkata: nanti akan taubat, nanti aku akan ... dst. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi dan belanjakanlah sebagian dari apa yang kamu berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (al Munafiqun: 9-11)&lt;br /&gt;Di antara keutamaan mensegerakan taubat adalah: ia akan membantu orang yang berdosa itu untuk mencabut akar dosa sebelum itu menjadi kronis dan tertanam kuat dalam hatinya, kemudian tersebar dalam seluruh perbuatannya, dan setiap hari keburukan itu terus berkembang dari sumbernya itu, hingga mencakup seluruh perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yuang selalu menunda-nunda itu adalah seperti orang yang ingin mencabut sebuah pohon, dan ia melihat pohon itu kuat, sehingga jika ia mau mencabutnya akan membutuhkan tenaga yang kuat. Kemudian ia berkata dalam dirinya: "aku tunggu hingga satu tahun, baru aku datang kembali untuk mencabutnya". Ini adalah logika orang bodoh dan tolol. Karena ia tahu, pohon dari hari kehari akan makin kokoh dan besar, sementara dirinya semakin tua akan semakin lemah! Tidak ada kebodohan yang lebih besar dari kebodohannya ini. Karena jika ia tidak mampu --meskipun ia kuat -- untuk melawan sesuatu yang lemah, maka mengapa ia menunda untuk mengalahkannya, hingga dirinya kemudian melemah, sementara musuhnya itu makin kuat?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali orang menunda-nunda taubat itu, hingga datang waktu tidak diterimanya taubat, dan Allah SWT sudah tidak menerimanya. Yaitu ketika manusia telah kehilangan kesempatan untuk memilih, dan saat itu taubatnya adalah taubat orang yang terpaksa. Seperti taubat Fir'aun ketika ia sudah hampir tenggelam. Ia berkata: "aku beriman, bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang diamini oleh Bani Israil dan aku adalah bagian dari kaum muslimin". Maka jawaban Allah adalah: "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Yunus:91.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang mukallaf telah menghadapi kematiannya, saat itu taubatnya tidak diterima lagi. Seperti firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantara kejahilan yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: sesungguhnya saya bertaubat sekarang dan tidak (pula) diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksa yang pedih." (an-Nisa: 17-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli: at Taubat Ila Allah&lt;br /&gt;Pengarang: Dr. Yusuf al Qardhawi&lt;br /&gt;Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani&lt;br /&gt;Penerbit: Maktabah Wahbah, Kairo&lt;br /&gt;Cetakan: I/1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Taubat/index.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6324198757359080237?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6324198757359080237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6324198757359080237&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6324198757359080237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6324198757359080237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/07/tuntunan-bertaubat-kepada-allah-swt.html' title='Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3692751745924417720</id><published>2007-06-22T09:18:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T09:25:58.214+07:00</updated><title type='text'>MENGHINA DAN MELECEHKAN ULAMA</title><content type='html'>Di antara gejala yang sangat berbahaya dan serius sekali yang merebak &lt;br /&gt;di tengah sebagian masyarakat Muslim dan hal ini memiliki dampak negatif &lt;br /&gt;yang amat fatal bahkan dapat menghancurkan sendi-sendi masyarakat &lt;br /&gt;Muslim tersebut adalah tindakan memfitnah dan mencemarkan nama baik ulama &lt;br /&gt;serta menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan keji dan dusta. Ini adalah &lt;br /&gt;masalah serius dan penting untuk dibahas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Haram Mencemarkan Nama Baik Para Ulama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencemarkan nama baik ulama, menuduh, memfitnah dan menyebarkan aib &lt;br /&gt;mereka merupakan perbuatan yang tidak diperbolehkan bahkan sangat &lt;br /&gt;diharamkan.! Seorang Mukmin tidak boleh 'memakan daging' saudaranya sendiri &lt;br /&gt;apalagi daging para ulama, tentu sangat diharamkan.! Imam Ibn 'Asakir &lt;br /&gt;rahimahullah berkata, "Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala merahmatimu dan kita semua- bahwa daging para ulama itu &lt;br /&gt;beracun. Kita sudah mengetahui betapa Sunnatullah dalam membuka aib orang- &lt;br /&gt;orang yang melecehkan mereka.! Siapa saja yang melepaskan lisannya dengan &lt;br /&gt;berbagai cacian dan makian terhadap para ulama, maka sebelum mati, &lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala akan menimpa kan cobaan baginya berupa hati yang &lt;br /&gt;mati. Oleh karena itu, sama sekali tidak boleh mencemarkan nama baik &lt;br /&gt;para ulama dan memfitnah mereka, selama-lamanya.!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Para Pencemar Nama Baik Ulama dan Tujuan Mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang suka mencemarkan nama baik para ulama dan memfitnah &lt;br /&gt;mereka ada beberapa klasifikasi, di antara nya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Mereka yang sudah menghalalkan larangan agama dan para pengikut &lt;br /&gt;mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sudah terbiasa mencemarkan nama baik dan memfitnah para ulama &lt;br /&gt;dengan tujuan merendahkan martabat dan melemah kan citra mereka di hati &lt;br /&gt;manusia, menghina mereka untuk mengurangi kepercayaan manusia terhadap &lt;br /&gt;mereka. Untuk selanjutnya menjadi jalan bagi mereka untuk mencemar kan &lt;br /&gt;syariat dan melecehkan kedudukan agama di hati manusia. Jalan itu berupa &lt;br /&gt;tindakan mencemarkan nama baik para pengemban syariat yang tidak lain &lt;br /&gt;adalah para ulama dan da'i. Inilah golongan paling busuk dan keji karena &lt;br /&gt;tujuan mereka demikian jahat dan niat mereka begitu kotor.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Sebagian orang yang menisbatkan diri kepada Dakwah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah oknum-oknum yang aktif di berbagai kelompok. Sebagian &lt;br /&gt;mereka bisa jadi melakukan hal itu karena kejahilan, mengikuti hawa nafsu &lt;br /&gt;dan alasan semisalnya. Mereka menuduh para ulama dengan berbagai &lt;br /&gt;tuduhan seperti ulama yang jahil, sembrono, pengecut, ulama pemerintah, ulama &lt;br /&gt;haidh dan nifas, ulama yang tidak mengerti realitas, ulama agen, dan &lt;br /&gt;tuduhan-tuduhan lainnya.!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Sebagian ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan hal yang amat disayang kan, namun realitasnya demikian. &lt;br /&gt;Sebagian ulama, bila hidup dalam satu periode, apalagi spesialisasi &lt;br /&gt;mereka sama, maka sifat iri hati sering merasuki hati mereka. Dari situlah, &lt;br /&gt;terjadi pencemaran nama baik dan pelecehan yang dilakukan sebagian &lt;br /&gt;mereka terhadap sebagian yang lain. Ulama yang ini mengatakan begini &lt;br /&gt;terhadap ulama yang itu dan sebaliknya padahal tindakan ini tidak dibolehkan &lt;br /&gt;dan tidak pantas.! Sama sekali tidak selayaknya sikap seperti ini &lt;br /&gt;timbul dari orang-orang yang menisbatkan diri sebagai penuntut ilmu.!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Contoh Bentuk Pencemaran Nama Baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara gambaran dan bentuk pencemaran nama baik terhadap para ulama &lt;br /&gt;adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Menuduh Ulama Berilmu Dangkal dan Tidak Mengerti Realitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang mereka sering dijuluki sebagai ulama 'haidh dan nifas' saja. &lt;br /&gt;Ulama yang tidak paham realitas dan bahaya yang mengancam, dan &lt;br /&gt;sebagainya. Ini tuduhan yang sering dilontarkan kebanyakan orang; sebagian &lt;br /&gt;mereka melontarkannya karena niat semula yang buruk, sebagian lagi karena &lt;br /&gt;niat baik tetapi sangat jahil. Tuduhan semacam ini tidak benar, sebab &lt;br /&gt;kadang dalam memberi kan suatu fatwa, para ulama memiliki sudut pandang &lt;br /&gt;dan pertimbangan tertentu yang bisa jadi tidak dapat dicerna oleh &lt;br /&gt;orang-orang selain mereka yang bukan ulama. Atau ada pertimbangan Mashlahat &lt;br /&gt;dan Mafsadah (keburukan) sesuai dengan tuntutan kaidah-kaidah syariat. &lt;br /&gt;Sisi-sisi seperti inilah yang sering menjadi sasaran tuduhan sebagian &lt;br /&gt;orang jahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Menuduh Sebagian Ulama Bermuka Dua dan Munafik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama bila mereka ada hubungan dengan lembaga resmi atau pemerintah. &lt;br /&gt;Karena hubungan inilah mereka sering dituduh bermuka dua, mendukung &lt;br /&gt;kekuasaan, munafik, menjual agama dengan dunia, ambisius terhadap jabatan &lt;br /&gt;dan uang, dan berbagai tuduhan keji lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Menuduh Sebagian Ulama Hanya Tahu Kulit Luar Saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni mengatakan bahwa mereka tidak memiliki ilmu hakikat dan batin. &lt;br /&gt;Mereka hanya ulama zhahir, yang hanya mengerti nash-nash yang zhahir &lt;br /&gt;saja. Tuduhan seperti ini sering dilontarkan oleh kalangan Sufi, Ahli &lt;br /&gt;kebatinan dan semisal mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Negatif Gejala Pencemaran Nama Baik Para Ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita singgung di atas, mencemarkan nama baik para &lt;br /&gt;ulama merupakan perkara yang diharamkan dan gejala yang buruk sekali. Di &lt;br /&gt;samping itu, juga memiliki dampak-dampak negatif, di antaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Hilangnya Kepercayaan terhadap Para Ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan akibat yang buruk dan jenjang awal dari jenjang-jenjang &lt;br /&gt;kesesatan, sebab bila man &lt;br /&gt;usia kehilangan kepercayaan kepada para ulama yang tidak lain adalah &lt;br /&gt;para pewaris kenabian dan pengemban syariat, maka pasti mereka tidak akan &lt;br /&gt;pernah menerima ucapan atau fatwa mereka lagi. Bahkan bisa berkembang &lt;br /&gt;dengan mengambil fatwa dari tokoh-tokoh jahil tanpa ilmu atau &lt;br /&gt;masing-masing mengklaim diri independen dan berpaling dari para ulama. Ini &lt;br /&gt;merupakan faktor paling penting terjadinya kesesatan dan penyimpangan.! Hal &lt;br /&gt;ini juga dapat berkembang kepada hilangnya kesempatan para ulama untuk &lt;br /&gt;menjadi pioner di tengah umat.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Menebarkan Permusuhan dan Kebencian di Tengah Masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang membicarakan salah seorang ulama dan mencemarkan nama &lt;br /&gt;baiknya, maka berarti ia telah menuai permusuhan dari ulama tersebut dan &lt;br /&gt;para pengikutnya. Hal ini selanjutnya tentu akan membelah masyarakat &lt;br /&gt;Muslim menjadi beberapa kelompok, sekte dan golongan yang saling &lt;br /&gt;berseteru, yang diliputi rasa permusuhan dan kebencian serta saling melecehkan. &lt;br /&gt;Ini semua otomatis akan melemahkan tatanan masyarakat Muslim.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Memporak-porandakan Kerja Keras Para Ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terkadang mendorong salah seorang dari mereka untuk menyanggah &lt;br /&gt;orang yang mencemarkan nama baiknya melalui buku atau semisalnya. &lt;br /&gt;Dengan demikian, menjadi terbuang dan sia-sialah waktunya. Padahal &lt;br /&gt;seharusnya adalah lebih berguna bila seorang ulama memanfaatkan waktunya untuk &lt;br /&gt;belajar, mengajar dan memberikan hal yang bermanfaat bagi umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Keberanian Orang-Orang Bodoh dan Berjiwa Kerdil terhadap Para &lt;br /&gt;Ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di tengah masyarakat marak tindakan mencemarkan nama baik salah &lt;br /&gt;seorang ulama, baik yang dipelopori ulama lainnya atau penuntut ilmu &lt;br /&gt;(pemula), kaum islamis bahkan kalangan sekuler, maka hal itu menjadi sebab &lt;br /&gt;keberanian kalangan awam dan orang-orang bodoh untuk melecehkan dan &lt;br /&gt;menghinakannya. Ini merupakan hal yang amat berbahaya sebab dapat &lt;br /&gt;menjerumuskan mereka kepada pelecehan dan pencemaran terhadap syariat secara &lt;br /&gt;keseluruhan setelah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e). Berpalingnya Manusia dari Agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena bila kalangan awam dan orang-orang bodoh &lt;br /&gt;kehilangan kepercayaan kepada para ulama, maka terkadang mereka berpaling dari &lt;br /&gt;syariat secara total dan meremehkannya. Hal ini menjadi sebab mereka &lt;br /&gt;menghalalkan ajaran syariat secara keseluruhan. Ini tentunya kerusakan &lt;br /&gt;yang hanya Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Mengetahuinya.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kewajiban kita adalah komitmen untuk mengatasi gejala &lt;br /&gt;berbahaya ini dan mengakhirinya. Di antara solusi atas gejala buruk ini &lt;br /&gt;adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Mengenal kedudukan para ulama bahwa mereka adalah pioner-pioner &lt;br /&gt;umat ini dan lentera-lentera petunjuk. Menyadari bahwa keshalihan umat ini &lt;br /&gt;tergantung kepada keshalihan mereka. Demikian pula sebaliknya dan bahwa &lt;br /&gt;mereka adalah orang yang paling berhak untuk dihargai, dihormati dan &lt;br /&gt;dimuliakan.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Mengetahui betapa besar dosa dan keharaman mencemarkan nama baik &lt;br /&gt;para ulama dan melecehkan mereka. Karena membicarakan, merendahkan dan &lt;br /&gt;meleceh kan mereka sangat diharamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Mensosialisasikan rasa penghormatan dan penghargaan terhadap para &lt;br /&gt;ulama di tengah anggota masyarakat, mempublikasi kan keutamaan mereka &lt;br /&gt;dan mengingatkan manusia akan wajibnya menghormati dan mengetahui hak &lt;br /&gt;mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Merahasiakan aib para ulama dan tidak menyebarluaskannya di tengah &lt;br /&gt;manusia, sebab menutup aib seorang Muslim adalah wajib. Sedangkan para &lt;br /&gt;ulama adalah orang yang paling berhak untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Mengetahui dampak-dampak berbahaya dan serius dari tindakan &lt;br /&gt;mencemarkan nama baik ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Mendo'akan para ulama agar mereka diberi taufik oleh Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala dalam berbicara dan beramal, menghindarkan mereka dari &lt;br /&gt;kesalahan dan kekeliruan serta menutup aib mereka sebab do'a merupakan salah &lt;br /&gt;satu sebab terbesar dari diraihnya taufik Allah subhanahu wata'ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Memberikan nasehat kepada para ulama sebab agama adalah nasehat &lt;br /&gt;sebagaimana dalam hadits yang shahih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8). Menolerir alasan-alasan mereka bila keliru dalam suatu perkara &lt;br /&gt;sebab mereka adalah manusia biasa dan tidak ma'shum. Setiap manusia pasti &lt;br /&gt;berbuat salah, andaikata kita menolerir alasan-alasan mereka tersebut, &lt;br /&gt;tentu tidak akan ada yang mencemarkan dan melecehkan mereka.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9). Berprasangka baik terhadap mereka sebab mereka adalah orang-orang &lt;br /&gt;yang pa ling mengerti mengenai masalah syariat, Kitabullah dan sunnah &lt;br /&gt;Nabi-Nya. Karena itu, wajib berprasangka baik terhadap mereka, berikut &lt;br /&gt;perkataan serta perbuatan yang bersumber dari mereka. [Hafied M Chofie] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: ath-Tha'nu Fi al-'Ulama' Wa Tanaqqushuhum, Syaikh Muhammad &lt;br /&gt;Abdurrahman al-Khumais&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=432&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3692751745924417720?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3692751745924417720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3692751745924417720&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3692751745924417720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3692751745924417720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/06/menghina-dan-melecehkan-ulama.html' title='MENGHINA DAN MELECEHKAN ULAMA'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-2661830695999773187</id><published>2007-06-11T16:45:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T17:01:10.735+07:00</updated><title type='text'>BERHADAPAN DENGAN WAHYU WASPADAILAH AKAL</title><content type='html'>Akal merupakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata'ala sedangkan wahyu adalah Kalam Rabb semesta alam, yang tidak dapat tersentuh oleh tangan batil, baik dari depan mau pun dari belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kebenaran yang sudah diterima apa adanya (aksiomatik) dan tidak diperdebatkan lagi di kalangan ulama as-Salaf ash-Shalih adalah selarasnya antara akal dan naql (nash). Pertentangan antara akal dan nash hanya terjadi dan dibuat oleh orang-orang yang memiliki akal yang sakit, yang dilanda oleh hawa nafsu dan dipermain kan oleh berbagai bid'ah.! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang menghina kan akal lantaran dia memang tidak berakal. Akal adalah tempat bergantungnya taklif (pembebanan syari'at). Akal adalah permata berharga yang dengannya Allah subhanahu wata'alaƒnmembedakan manusia dengan seluruh makhluk lainnya. Beberapa ayat dalam Kitabullah mengarahkan perhatian para hamba agar memberdayakan akal dalam hal yang memang menjadi tabiat asalnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Tidakkah kamu berfikir." (QS.al-Baqarah:44). Kalimat seperti ini disinggung dalam al-Qur'an sebanyak 13 kali, seperti firman-Nya, artinya, "Apakah kamu tidak memperhatikan" (QS.al-Qashash:72), "Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an,"(QS.an-Nisa':82) dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sikap Berlebihan Terhadap Akal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada segolongan orang yang berlebihan dalam memperlakukan akal dengan menyanjungnya hingga sampai ke tingkatan yang lebih tinggi dari syari'at. Golongan seperti ini telah membenturkan wahyu Allah subhanahu wata'ala yang suci dengan akal yang serba terbatas, yang selalu digerogoti oleh hawa nafsu, ilusi, kegilaan, penyakit, kedunguan dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, kondisi terbaik akal adalah manakala ia dapat memberikan putusan melalui indera dan semisalnya. Sedangkan wahyu, merupakan sumber yang ma'shum, tidak tersentuh oleh tangan batil, baik dari depan mau pun dari belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Keterbatasan Akal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui betapa akal manusia memiliki keterbatasan sekali pun pemiliknya adalah orang-orang pilihan sehingga kita yakin bahwa misi akal adalah tunduk dan patuh terhadap syari'at, bukan menentang dan menolaknya, berikut sebuah contoh: seperti terdapat dalam kitab ash-Shahih berkenaan dengan Ghazwah Hudaibiyyah, disebutkan bahwa Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ،anhu pernah mendebat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkenaan dengan perjanjian Hudaibiyyah. Ketika itu, ia berkata, "Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran sementara mereka berada di atas kebatilan.? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Benar." Lalu Umar melanjutkan, "Bukankah korban terbunuh di pihak kita akan masuk surga sedangkan korban mereka masuk neraka.?" Beliau menjawab, "Benar." Ia berkata lagi, "Kalau begitu, untuk apa kita memberikan kehinaan bagi agama kita?! Apakah kita harus pulang dengan tanpa mendapatkan putusan dari Allah subhanahu wata'ala antara kita dan mereka.?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Wahai Ibn al-Khaththab! Sesungguhnya aku adalah Rasulullah. Allah sama sekali tidak akan pernah menyia-nyiakanku." Setelah itu, pergilah Umar radhiyallahu 'anhu menemui Abu Bakar radhiyallahu ،anhu seraya mengatakan kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Maka Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menjawab, "Sesungguhnya beliau adalah Rasulullah. Allah subhanahu wata'ala sama sekali tidak akan pernah menyia-nyiakannya.!" Maka turunlah surat al-Fath, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya ke hadapan Umar hingga akhir surat. Lantas berkatalah Umar, "Wahai Rasulullah, Apakah itu artinya Fath (Penaklukan).?" Beliau menjawab, "Ya." (HR.al-Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazwah (peperangan) ini merupa kan pelajaran berharga bagi para shahabat, sekaligus mengingatkan mereka dan generasi setelah mereka kelak agar tidak berpegang kepada pendapat yang bersumber dari akal semata. Oleh karena itu, Umar radhiyallahu 'anhu pernah berkata, "Wahai manusia! Waspadailah pendapat kamu atas agama ini. Sungguh aku telah melihat diriku menolak perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan pendapatku dalam rangka berijtihad. Demi Allah, aku tidak pernah mendapatkan kebenaran. Ketika itu adalah hari di mana terjadi perang Abu Jandal." (al-Mu'jam al-Kabir, I:26) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan Alam Akibat Mendahulukan Akal Atas Wahyu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-'Allamah, Ibn al-Qayyim rahimahullah berkata, "Setiap orang yang memiliki sedikit lentera pada akalnya pastilah mengetahui bahwa kerusakan dan kehancuran yang terjadi di alam ini semata bersumber dari sikap mendahu lukan pendapat atas wahyu dan hawa nafsu atas akal. Bilamana kedua akar perusak ini menguasai hati, maka ia akan memastikan kebinasaan nya. Bila berjangkit pada umat, maka pasti urusan mereka akan rusak sejadi-jadinya; betapa sering kalimat La Ilaha Illallah dinafikan kebenarannya karena pendapat-pendapat ini, betapa sering pula dengannya ditetapkan kebatilan, petunjuk dimatikan, kesesatan dihidupkan! Betapa sering pula, karenanya benteng iman dirobohkan, agama syaithan disemarakkan.! Kebanyakan para penghuni neraka Jahim adalah para pemilik pendapat-pendapat ini, yang tidak memiliki pendengaran atau pun akal. Bahkan mereka lebih buruk dari keledai. Mereka itulah yang kelak di hari Kiamat berkata, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, artinya, ،Dan mereka berkata, ،Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.' (QS. al-Mulk:10)" (I'lam al-Muwaqqi'in, I:68) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mengetahui seberapa besar ukuran akal, mari renungkan kejadian dan kisah dalam surat al-Kahf. Di sana, kita dapati bahwa penilaian akal murni terhadap tindakan al-Khidhir 'alaihissalam melubangi kapal adalah buruk semata, membunuh bocah yang bermain bersama teman-teman seusianya adalah buruk semata, membangun tembok untuk orang-orang yang mencelanya sejadi-jadinya adalah buruk semata. Inilah putusan akal manusia. Maka tatkala, datang berita dari wahyu, keburukan yang menurut praduga itu ternyata berbalik menjadi kebaikan dan kelaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abi Hatim mengeluarkan dari jalur Muhammad bin Ka'b al-Qurazhi, ia berkata, "Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata, -Sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepada mereka kisah ini hingga selesai- "Semoga Allah merahmati Musa. Kami ingin andaikata ia (Musa) mau bersabar hingga dapat menyelesaikan kisah mereka berdua kepada kita." (Ad-Durr al-Mantsur, V: 428). Ibn Abi Syaibah, Abu Daud, at-Tirmdizi, an-Nasa'i dan al-Hakim (beliau menshahihkannya), serta Ibn Mardawaih mengeluarkan, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada kita dan Musa 'alaihissalam -beliau memulai dengan dirinya-. Andaikata ia mau bersabar, pastilah telah menceritakan kepada kita mengenai kabarnya itu akan tetapi ia malah mengatakan (sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala melalui lisan Musa 'alaihissalam), artinya, ،(Musa berkata), 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperboleh kan aku menyertai mu.،¨ (QS. al-Kahfi: 76). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kisah ini, Ibn al-Atsir rahimahullah menghimpun sejumlah riwayat dari para ulama mengenai kisah al-Khidhir 'alaihissalam bersama Musa 'alaihissalam. (Jami' al-Ushul, II: 220-230) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, akal amatlah terbatas akan tetapi bila ia ditugaskan kepada bidang yang sesuai dengan kemampuan (tugas) dan tujuan ia diciptakan, maka pastilah ia menjadi sesuatu yang paling berharga yang dimiliki manusia. Dan bila ia melampaui batasan-batasan yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wata'ala, maka ia bisa menjadi azab bagi pemiliknya dan bencana yang dapat menyeret kepada keburukan dan malapetaka. Orang yang bahagia adalah orang yang tunduk kepada wahyu Rabbnya dan tidak bersikap terhadap Penciptanya dengan sikap orang yang mencari kesalahan atau ingin menghukumi. Sebab itu adalah ciri orang-orang kafir dan para pembangkang, Na'udzu billahi min dzalik. [Abu Hafshoh] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: Masa'il Hammah Fi Tauhid al-'Ibadah karya Muhammad bin Sa'id bin Salim al-Qahthani) &lt;br /&gt;http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=430&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-2661830695999773187?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/2661830695999773187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=2661830695999773187&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2661830695999773187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/2661830695999773187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/06/berhadapan-dengan-wahyu-waspadailah.html' title='BERHADAPAN DENGAN WAHYU WASPADAILAH AKAL'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-966258328470959467</id><published>2007-06-05T07:50:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T08:14:27.254+07:00</updated><title type='text'>SEBAB SEBAB KEHANCURAN UMAT</title><content type='html'>Pembaca yang budiman! Lembaran kita kali ini akan membicarakan tentang &lt;br /&gt;sebab sebab mengapa Allah subhanahu wata'ala menghancurkan penduduk &lt;br /&gt;sebuah negeri dan bahkan sebuah umat. Mengapa mereka dihancurkan? Apakah &lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala berbuat zhalim kepada mereka? Tidak sama &lt;br /&gt;sekali, bahkan itulah balasan kezhaliman yang mereka lakukan. Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala befirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya &lt;br /&gt;diri mereka sendiri." (QS. Huud:101)&lt;br /&gt;Berikut ini di antara sebab-sebab mengapa sebuah negeri atau umat di &lt;br /&gt;hancurkan. Jika di suatu tempat telah tampak sebab-sebab ini maka artinya &lt;br /&gt;mereka sedang menunggu kebinasaan dan kehancuran dari Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Kezhaliman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezhaliman merupakan sebab paling dominan mengapa Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala menghancurkan sebuah negeri. Allah subhanahu wata'ala berfirman, &lt;br /&gt;artinya,&lt;br /&gt;"Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri &lt;br /&gt;yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi &lt;br /&gt;keras." (QS Huud:102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat banyak kezhaliman yang terjadi di suatu negeri atau kampung, &lt;br /&gt;kezhaliman kepada Allah subhanahu wata'ala, kezhaliman terhadap sesama &lt;br /&gt;manusia antara satu dengan yang lainnya. Berapa banyak kezhaliman yang &lt;br /&gt;terjadi di suatu negara, baik terhadap orang-orang kecil, para pegawai, &lt;br /&gt;buruh dan warga negara yang mereka semua tidak mampu untuk mendapatkan &lt;br /&gt;sebagian hak-haknya, apa lagi keseluruhan haknya. Dan di antara kezaliman &lt;br /&gt;yang sangat besar adalah kezhaliman terhadap orang-orang mukmin, &lt;br /&gt;muwahidin, kepada para da'i yang menyeru ke jalan Allah, kepada para wali &lt;br /&gt;Allah. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat &lt;br /&gt;zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka." &lt;br /&gt;(QS. al-Kahfi: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemegahan Hidup Dan Nikmat Yang Melimpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa ini kita melihat banyak orang berpakaian mewah, tinggal di &lt;br /&gt;istana-istana dan gedung megah, naik kendaraan mewah, dengan perabotan &lt;br /&gt;rumah yang serba lux yang hampir-hampir tidak bisa dinalar. Padahal berapa &lt;br /&gt;banyak kemewahan yang menyeret manusia ke dalam dosa, maksiat dan &lt;br /&gt;kefasikan. Sampai-sampai orang menjadi lupa kepada agama Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala dan perintah-Nya, hanya lantaran tinggal di rumah mewah, naik &lt;br /&gt;kendaraan mewah. Tidak senang dan tidak mau menerima nasihat jika ada &lt;br /&gt;orang lain yang beramar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan &lt;br /&gt;kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (untuk mentaati &lt;br /&gt;Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah &lt;br /&gt;sepantasnya berlaku terhadap nya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami &lt;br /&gt;hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (QS. Al Israa': 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kufur Nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang jika diberikan nikmat oleh Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala maka dia tidak mau bersyukur, Allah subhanahu wata'ala memberi &lt;br /&gt;nikmat namun dia melupakan hak-hak Allah subhanahu wata'ala yang ada dalam &lt;br /&gt;nikmat tersebut. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Dan &lt;br /&gt;Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya &lt;br /&gt;aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari &lt;br /&gt;segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena &lt;br /&gt;itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, &lt;br /&gt;disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelaparan dan ketakutan adalah dua hal yang selalu berdampingan, &lt;br /&gt;manusia jika kufur nikmat lalu Allah subhanahu wata'ala menimpakan kepada &lt;br /&gt;mereka kelaparan dan mereka tidak mau kembali kepada Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala maka Dia akan menimpakan ketakutan. Demikian juga jika mereka sudah &lt;br /&gt;ditimpa ketakutan, hilangnya rasa aman dan ketenangan namun tetap tidak &lt;br /&gt;mau kembali kepada Allah subhanahu wata'ala maka Dia timpakan kepada &lt;br /&gt;mereka kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak Orang Munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sebab hancurnya umat adalah karena banyaknya orang munafik &lt;br /&gt;yang memegang urusan kaum muslimin. Orang munafik adalah orang yang &lt;br /&gt;menampak kan Islam namun memendam kekufuran, memerangi wali-wali Allah, &lt;br /&gt;para da'i di jalan Allah, para ulama dan orang-orang yang istiqamah &lt;br /&gt;menjalankan agama. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu membuat kerusakan di &lt;br /&gt;muka bumi". Mereka menjawab, "Sesungguh nya kami orang-orang yang &lt;br /&gt;mengadakan perbaikan". (QS. Al-Baqarah:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengaku sedang melakukan perbaikan, sebagian dari mereka berkata &lt;br /&gt;sebagaimana yang dikatakan Fir'aun kepada pengikutnya, dalam firman &lt;br /&gt;Allah, artinya, "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon &lt;br /&gt;kepada Rabbnya, karena sesungguhnya aku khawatir ia akan menukar &lt;br /&gt;agama-agamamu atau menimbul kan kerusakan di muka bumi". (QS Ghafir:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berwala' (Setia) Kepada Kaum Kufar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan wala' (loyalitas) kepada orang kafir dan tidak bersikap &lt;br /&gt;setia kepada orang mukmin masih banyak terjadi di masyarakat. Mereka setia &lt;br /&gt;kepada musuh-musuh Allah dan bangga dapat membantu serta menolong &lt;br /&gt;mereka. Allah subhanahu wata'ala berfirman,&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian &lt;br /&gt;yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang &lt;br /&gt;telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka &lt;br /&gt;bumi dan kerusakan yang besar." (QS. Al-Anfal: 173)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya jika orang mukmin tidak berwala' dengan orang mukmin, tidak &lt;br /&gt;berwala dengan penyeru penyeru kebaikan, tidak berwala' dengan ahli ilmu &lt;br /&gt;dan ahli takwa, maka itu akan menyebabkan fitnah di muka bumi dan &lt;br /&gt;kerusakan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Meninggalkan Amar Ma'ruf Dan Nahi Munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di antara sebab hancur nya umat adalah karena meninggalkan &lt;br /&gt;amar ma'ruf nahi munkar. Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, &lt;br /&gt;artinya,&lt;br /&gt;"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa &lt;br /&gt;orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah &lt;br /&gt;amat keras siksaan-Nya." (al-Anfal 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana digambarkan dalam hadits tentang safinah (perahu), &lt;br /&gt;yakni jika ada seseorang yang ingin mengambil air dengan cara melobangi &lt;br /&gt;perahu, lalu penumpang yang lain tidak mencegahnya, maka seluruh &lt;br /&gt;penumpang perahu akan tenggelam semua, bukan hanya orang yang melobangi &lt;br /&gt;perahu. Memang terkadang banyak alasan untuk meninggalkan amar ma'ruf nahi &lt;br /&gt;munkar. Misalnya, "nanti saya tidak punya penghasilan, saya khawatir &lt;br /&gt;keluarga dan rumah, saya malu untuk berbicara, ini urusan ulul amri &lt;br /&gt;(penguasa), ini dan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menyebarnya Riba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika riba sudah merajalela di suatu negeri maka ketahuilah -wahai &lt;br /&gt;sekalian hamba Allah- itu hanya tinggal menunggu peperangan dari Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala. Adzab dari Allah subhanahu wata'ala mungkin berupa &lt;br /&gt;krisis, kelaparan , hutang, dikuasai musuh, bencana dan lain-lain. Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan &lt;br /&gt;sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. &lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah &lt;br /&gt;bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi mu." (QS. al-Baqarah:278-279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penghacuran Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab hancurnya sebuah negeri adalah jika masjid-masjid &lt;br /&gt;dirobohkan. Merobohkan masjid sebagaimana dikatakan Imam asy-Syaukani ada &lt;br /&gt;dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Takhribul hissi , yakni merobohkan masjid secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takhribul ma'nawi, yakni menelantarkan dari tujuan dibangunnya &lt;br /&gt;masjid, tidak ada kajian, ta'lim, muhadharah, digembok setiap saat, orang &lt;br /&gt;dilarang masuk dan lain-lain. Allah subhanahu wata'ala berfirman, &lt;br /&gt;artinya,&lt;br /&gt;"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi &lt;br /&gt;menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk &lt;br /&gt;merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), &lt;br /&gt;kecuali dengan rasa takut (kepada Allah)." (QS. al-Baqarah: 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Meninggalkan Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, sebab meninggalkan jihad fi sabilillah artinya &lt;br /&gt;membiarkan kerusakan di muka bumi tanpa mau mencegahnya, tidak mau menolong &lt;br /&gt;agama Allah subhanahu wata'ala dan al-Haq. Maka jelas sekali jika tidak &lt;br /&gt;ada jihad, kerusakan dan keburukan akan terus bercokol. Lihatlah &lt;br /&gt;bagaimana akibat meninggalkan jihad, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu &lt;br /&gt;'alaihi wasallam, "Jika kalian asyik berjual beli dengan 'inah (satu &lt;br /&gt;jenis riba), mengikuti ekor-ekor sapi (bertani dan beternak) lalu &lt;br /&gt;meninggalkan jihad fi sabilillah maka Allah akan menguasakan kepadamu kehinaan &lt;br /&gt;yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian." &lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menyebarnya Kekejian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk perbuatan keji amatlah banyak, di antara yang disebutkan &lt;br /&gt;dalam hadits adalah khabats (perzinaan), dan ini yang sangat &lt;br /&gt;mengkhawatirkan, juga minuman keras, alat-alat musik dan kemungkaran-kemungkaran &lt;br /&gt;lainnya. Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah &lt;br /&gt;meyebutkan beberapa kemungkaran beserta akibatnya, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidaklah tersebar perzianaan kecuali Allah akan menurunkan tha'un &lt;br /&gt;dan penyakit aneh yang tidak pernah ada di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidaklah manusia mengurangi timbangan dan takaran (termasuk riba, &lt;br /&gt;menipu dalam jual beli dll) kecuali Allah akan menimpakan paceklik &lt;br /&gt;(kelaparan) kekurangan makanan pokok dan penguasa yang buruk (zhalim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidaklan manusia menahan zakatnya kecuali Allah akan menahan &lt;br /&gt;turunnya air hujan dari langit, kalau bukan karena binatang ternak maka Allah &lt;br /&gt;tidak akan menurunkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidaklah mereka merusak janji dengan Allah dan Rasul kecuali Allah &lt;br /&gt;akan menguasakan mereka kepada musuh. (Kholif Abu Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Naskah Khutbah Jum'at "Asbab Hilak al-Umam", Syaikh Nabil &lt;br /&gt;al-'Awadh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;        http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&amp;id=431&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-966258328470959467?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/966258328470959467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=966258328470959467&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/966258328470959467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/966258328470959467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/06/sebab-sebab-kehancuran-umat.html' title='SEBAB SEBAB KEHANCURAN UMAT'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3562761463346262730</id><published>2007-05-30T11:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-30T11:28:11.130+07:00</updated><title type='text'>Pola Konsumsi Menurut Islam</title><content type='html'>BERBEDA dengan teori ekonomi kapitalis dan sosialis yang relatif tidak melibatkan nilai-nilai keagamaan, sedangkan ekonomi Islam sarat dengan nilai-nilai akidah keagamaan di samping aspek-aspek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di antara persoalan penting dalam kajian ekonomi Islam, adalah masalah konsumsi di samping produksi dan distribusi. Konsumsi umum diformulasikan dengan pemakaian barang-barang hasil industri (bahan pakaian, makanan, dan sebagainya), atau barang-barang yang langsung memenuhi keperluan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pengertian ini, maka dapat dipahami bahwa konsumsi sebenarnya tidak identik dengan makan dan minum dalam istilah teknis sehari-hari. Akan tetapi, meliputi pemanfaatan atau pendayagunaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita. Namun, yang paling penting dan umum dikenal masyarakat luas tentang aktivitas ekonomi itu pada akhirnya adalah makan dan minum, maka tidaklah mengherankan jika konsumsi sering diidentikkan dengan makan dan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauhmana konsep Islam tetang pola konsumsi, dapat ditelusuri dari sumber utama Islam itu sendiri yakni Alquran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran dan hadis, kosa kata yang erat kaitannya dengan konsumsi adalah al-ukul yang berarti makan. Al-ukul adalah sesuatu yang dimakan, juga diartikan dengan buah-buahan. Kecuali itu kata al-ukul juga digunakan untuk pengertian bagian dari dunia (Al-Hazhzh min al-dunya) serta akal pikiran (al-qluwa al-rayu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna etimologis dari al-ukul ini mengisyaratkan bahwa persoalan konsumsi, khususnya makan, tidak hanya menelan sesuap nasi atau memasukkan ke dalam tenggorokan dan perut. Tetapi, harus memerhatikan faktor lain yang sesuai dengan akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata lain yang erat berkaitan dengan konsumsi adalah al-syarab yang berarti minum. Adapun kata lain yang terkait erat dengan konsumsi misalnya kiswah (pakaian) dan maskan (tempat). Beberapa kata tadi, yakni al-ukul, al-syarab, kiswah, dan maskan merupakan empat komponen penting yang tergolong ke dalam komsumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu penting empat komponen ini, sehingga ditemui di berbagai buku hadis dan fiqih yang membahas secara spesifik tentang konsumsi, khususnya bab ath'imah (kitab tentang makanan), kitab bab asyarobuh (kitab tentang minuman), dan kitab tentang pakaian. Dalam hal ini, makanan ada juga bab khusus tentang sembelihan dalam kitab al-dzakat al-dzaba'ih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa ketentuan umum yang harus dipedomani dan diindahkan oleh para konsumen tentang nilai-nilai konsumsi dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. benda-benda yang dikonsumsi harus halal dan baik. Sebaliknya Allah SWT mengharamkan setiap barang yang keji dan buruk. Hal itu tercantum dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 168 dan 173, surat Al-Maidah (5) ayat 1, 4, 5, 87, dan 88, surat Al-A'raf (7) 157, surat An-Nahl (16) ayat 14 dan 115, surat Thaha (20) ayat 81, dan surat Al-Hajj (220 ayat 30. Dari deretan ayat-ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah SWT pada dasarnya hanya membolehkan mengonsumsi barang yang halal dan baik seperti buah-buahan, binatang ternak, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran maupun hadis tidak merinci secara detail tentang kriteria dan kehalalan dan kebaikan makanan dan minuman itu sendiri. Manusia diserahkan untuk mengadakan penilaian lebih jauh tentang kriteria baikya itu sendiri dengan pendekatan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam mengonsumsi barang, harus sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan tidak pelit. Berbarengan dengan itu Allah SWT mengharamkan sifat boros (tabdzir), memaksakan diri dan bersikap pelit. Lihat surat An-Nisa (4) ayat 6, Surat Al-An'am (6) ayat 141, Surat Al-A'raf (7) ayat 26 dan 31, Surat Yunus (10) ayat 83, Surat Al-Isra (17) ayat 26 dan 27, Surat Al-Furqan (25) ayat 67, dan surat Al-Dukhaan (44) ayat 31. Ayat-ayat di atas secara umum mengomunikasikan kepada kita agar dalam mengonsumsi barang-barang makanan dan minuman termasuk pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan lain-lain sekadar memenuhi kebutuhan yang pantas, tidak berlebih-lebihan atau boros, serta menyia-nyiakan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam berpakaian Rasulullah saw. menganjurkan untuk mengenakan pakaian yang bagus/baru. Tetapi, jika tidak mampu, maka cukup dengan mengenakan pakaian yang ada. Tetapi sebaliknya, mengenakan pakaian yang serba berlebihan tidak dibenarkan oleh Islam. Pengharaman pemakaian emas oleh laki-laki, paling tidak menurut kebanyakan ulama, mengisyaratkan perihal larangan berlaku boros dalam mengonsumsi. Wallahua'lam.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, dosen dan pengurus Masjid Nurul Iman Taman Cipadung Indah Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;br /&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/052007/04/99jumat.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3562761463346262730?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3562761463346262730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3562761463346262730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3562761463346262730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3562761463346262730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/05/pola-konsumsi-menurut-islam.html' title='Pola Konsumsi Menurut Islam'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8402939166958069003</id><published>2007-05-25T14:51:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T14:56:42.226+07:00</updated><title type='text'>Membuka Hati UntukNya</title><content type='html'>Semua manusia pasti ingin bahagia, tenang, dan damai dalam hidup sehari-hari, sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapainya. Tapi tak sedikit pula manusia yang sulit mencapainya. Barangkali mereka lupa, bahwa kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian yang sesungguhnya hanyalah ada di tangan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sadarkah kita bahwa sang Pencipta adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (ar-Rahman) yang selalu mengasihi semua mahluk tanpa pilih kasih, tanpa kenal pamrih? Dari sinilah harus kita sadari bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik dan selalu menerangi semua mahluk dengan cahaya kasihNya yang Mahaindah. Karena itulah setiap mahluk mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat hidup bahagia. Tidak cukupkah cahaya Ilahi untuk membuat kita bahagia? Apa yang bisa melebihi kebahagiaan sejati dari cahaya Ilahi? Mengapa kita sendiri masih belum bahagia padahal Allah selalu mengasihi kita, menerangi hati kita dengan cahaya kasihNya? Yang menjadi masalah adalah hati kita sendiri. Kita sendirilah yang menutup hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita bahwa setiap kita melakukan emosi negatif ataupun perbuatan jelek lainnya, maka noda hitam akan timbul di hati? Kalau kita tidak mau peduli, semakin lama hati kita akan semakin tertutupi oleh noda hitam yang kita perbuat sendiri, sehingga seterang dan seindah apapun cahaya Ilahi yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam hati, tak akan pernah kita sadari. Seperti orang yang sedang menutupkan kelopak matanya, tak akan pernah menyadari indahnya alam semesta. Tinggal buka mata, nikmati indahnya alam semesta. Tinggal buka hati, nikmati keindahan, kebahagiaan, dan  kedamaian dari cahaya Ilahi. Bagaimana kita mau membuka hati? Tinggal buka tutupnya. Apa yang menutupi? Emosi negatif kita sendirilah yang menutupi, semisal marah, iri/dengki, sombong, sakit hati, dendam, benci, ingin dipuji, keserakahan, dan masih banyak lagi yang lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya untuk mulai mengurangi semua emosi negatif tersebut? Kita harus punya keinginan kuat untuk sadar, berusaha sebaik mungkin, dan yang terpenting adalah rajin berdo'a untuk memohon agar emosi negatif tersebut dibersihkan, dikeluarkan, dan digantikan dengan cahaya Ilahi. Ingatlah bahwa dalam berdo'a, hati kitalah yang terpenting. Janganlah terburu-buru dalam berdo'a. Biarkan do'a kita tidak hanya keluar dari lisan, tapi muncul dari dalam hati kita dengan sepenuh perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;br /&gt;http://kotasantri. com/beranda. php?aksi= Detail&amp;sid=691&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-8402939166958069003?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/8402939166958069003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=8402939166958069003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8402939166958069003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8402939166958069003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/05/membuka-hati-untuknya.html' title='Membuka Hati UntukNya'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3572998016176481484</id><published>2007-05-18T08:05:00.000+07:00</published><updated>2007-05-18T08:17:04.469+07:00</updated><title type='text'>Makna Tawakal</title><content type='html'>"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji nama tuhanmu dan mohon ampunlah kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat." (QS. An-Nashr [110] : 1-3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Firman Allah di atas berkaitan dengan adanya peristiwa futuh (penaklukan) Mekah, dimana pada saat itu kaum Muslimin yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, menyerbu kota Mekah untuk dijadikan kota yang bersih dari berhala. Dengan membawa ratusan ribu kaum muslimin, akhirnya Rasulullah dapat dengan mudah menaklukan kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan kepada penduduk Mekah agar mereka berlindung di dalam Ka'bah dan di rumah Abu Sufyan. Meski Abu Sufyan belum memeluk Islam, namun Rasulullah tetap menghormatinya. Abu Sufyan adalah salah satu pembesar yang dihormati kota Mekah kala itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memerintahkan kepada kita agar kita senantiasa mengingat Allah dikala kita memperoleh kemenangan sehingga kita tidak terlena dan melupakan Allah. Dalam ayat terakhir Allah SWT memerintahkan agar kita senantiasa bertasbih yaitu mensucikan namaNya dengan memuji namaNya dan memohon ampun (beristighfar) . Di dalam ayat itu terkandung makna agar kita selalu menyerahkan segala urusan (bertawakal ) sepenuhnya kepada Allah setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga. Tetapi makna tawakal itu jangan sampai disalahartikan, karena banyak sekali umat Islam salah dalam mengartikan kata tawakal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bahwa umat Islam terdiri dari berpuluh-puluh kelompok aliran, salah satunya adalah golongan Jabariyah. Mereka mengartikan kata tawakal menurut logika mereka, sehingga golongan ini lebih banyak berdiam diri dalam mencari rezeki Allah. Menurut mereka, rezeki itu sudah diatur oleh Allah dan tidak akan berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manurut Aam Amirudin, Lc. dalam bukunya Tafsir Kontemporer, beliau memaparkan makna tawakal sebagai berikut. Pertama, kita dianjurkan untuk bermujahadah atau bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki atau dalam hal apapun sehingga kita mempunyai nilai lebih di hadapan Allah SWT. Pernah ada seorang sahabat yang berkata kepada Rasulullah bahwa ia akan membiarkan untanya dilepas, lalu ia akan bertawakal kepada Allah SWT. Rasulullah melarang perbuatan dan sikap sahabat tersebut. Beliau menyuruh sahabatnya itu agar mengikat untanya, lalu bertawakal kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, selaku muslim kita pun dianjurkan untuk bedo'a kepada Allah, karena dengan berdo'a kita bisa mengetahui siapa diri kita, siapa pencipta kita, sehingga menimbulkan rasa rendah diri di hadapan Allah. Do'a merupakan senjata yang paling ampuh bagi kaum Muslimin. Nabi Ibrahim AS pernah berdo'a agar tempat yang ditempati oleh Siti Hajar dan Isma'il dijadikan sebagai tempat yang subur. Do'a Nabi Ibrahim AS dikabulkan oleh Allah SWT. Nabi Ibrahim juga berdo'a kepada Allah SWT agar anak beserta keturunannya dijadikan hamba-hamba yang senantiasa melaksanakan shalat. Allah mengabulkan do'anya, terbukti dengan banyaknya keturunan dari Nabi Ibrahim yang menjadi Nabi dan Rasul, salah satunya Nabi Muhammad SAW. Begitu dahsyatnya do'a yang kita panjatkan kepada Alah SWT sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 152, "Ingatlah kalian kepadaKu, maka Aku akan selalu ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kalian mengingkarinya. " Ayat ini mengandung makna bahwa setiap insan khususnya umat Islam dianjurkan untuk selalu ingat kepada Allah dan niscaya Dia pun akan selalu mengingat hambaNya yang senantiasa berdzikir kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bersyukur. Setiap manusia telah ditetapkan rezekinya semenjak di dalam kandungan ibunya, sehingga apa yang kita peroleh pada saat ini sudah merupakan ketetapan Allah SWT. Walaupun begitu, kita dianjurkan untuk berusaha dengan sekuat tenaga di dalam menjemput rezeki. Dalam menjemput atau berusaha untuk memperoleh rezeki, KH. Abdullah Gymnastiar memberikan rumus tiga As, yaitu bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Inginkah kalian kutunjukkan siapa manusia ajaib itu?" Para Sahabat menjawab, "Benar, kami ingin mengetahuinya. " Rasulullah menuturkan bahwa manusia ajaib itu adalah apabila dia diberi rezeki dia bersyukur dan apabila dia tertimpa musibah dia bersabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sabar dalam melaksanakan segala aktivitas. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran [3] : 200). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kita semua agar senantiasa bersabar terhadap segala yang telah ditetapkanNya. Jika kita bersabar saat ditimpa musibah, maka kita termasuk orang-orang yang bertawakal kepadaNya. Wallahu a'lam bish shawab. [DPU] &lt;br /&gt;penulis : Abu Rifa&lt;br /&gt;sumber  : http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;sid=405&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3572998016176481484?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3572998016176481484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3572998016176481484&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3572998016176481484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3572998016176481484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/05/makna-tawakal.html' title='Makna Tawakal'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3852726969986650630</id><published>2007-05-13T07:51:00.000+07:00</published><updated>2007-05-13T07:56:04.681+07:00</updated><title type='text'>BALASAN SESUAI DENGAN PERBUATAN</title><content type='html'>Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguh nya Allah &lt;br /&gt;menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang". (HR. al-Bukhari). Tidak ada &lt;br /&gt;balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula), barangsiapa menyayangi &lt;br /&gt;makhluq Allah maka Allah akan menyayanginya. Sebagai mana yang disabdakan &lt;br /&gt;oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang-orang yang penyayang, &lt;br /&gt;maka Allah akan menyayangi mereka. Sayangilah penduduk bumi maka &lt;br /&gt;penduduk langit akan menyayangi kalian". (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Balasan itu sesuai dengan jenis amal perbuatan yang dilakukan. Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala akan memperlakukan hamba-Nya sebagaimana perlakuan &lt;br /&gt;hamba tersebut terhadap hamba-hamba Allah. Allah subhanahu wata'ala &lt;br /&gt;berfirman yang artinya, "Jikalau kalian memaafkan dan tidak memarahi serta &lt;br /&gt;mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha &lt;br /&gt;Penyayang". (QS. At-Taghabun:14). Dan juga firman Allah subhanahu wata'ala &lt;br /&gt;dalam surat An-Nur ayat 22 yang artinya, "Dan hendaklah mereka &lt;br /&gt;memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah &lt;br /&gt;mengampunimu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersegeralah untuk meringankan kesulitan-kesulitan orang lain agar &lt;br /&gt;Allah meringankan kesulitan dari dirimu. Rasulullah shallallahu 'alaihi &lt;br /&gt;wasallam bersabda, "Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang &lt;br /&gt;muslim maka Allah akan membalasnya dengan menghilangkan satu kesulitan &lt;br /&gt;dari kesulitan-keslitan yang ada pada hari Kiamat". (HR. al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantulah manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dengan cara itu &lt;br /&gt;engkau akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Rasulullah shallallahu &lt;br /&gt;'alaihi wasallam bersabda, "Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba &lt;br /&gt;itu menolong saudaranya". Juga sabda beliau, "Barangsiapa berada di dalam &lt;br /&gt;kebutuhan saudaranya maka Allah berada di dalam kebutuhannya". (HR. &lt;br /&gt;Imam Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau seorang hamba Allah yang menghilangkan kesukaran &lt;br /&gt;orang-orang yang tertimpa kesulitan niscaya Allah akan memberi kemudahan &lt;br /&gt;kepada kamu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa &lt;br /&gt;yang memudahkan orang yang kesulitan maka Allah akan memudahkannya di &lt;br /&gt;dunia dan akhirat". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap lemahlembutlah terhadap hamba-hamba Allah, semoga engkau &lt;br /&gt;termasuk golongan yang tersirat dalam do'a yang dipanjatkan Nabi Muhammad &lt;br /&gt;shallallahu 'alaihi wasallam, "Ya Allah, barangsiapa bersikap lembut &lt;br /&gt;terhadap umatku, maka perlakukanlah ia dengan lembut dan barangsiapa yang &lt;br /&gt;membuat kesukaran kepada mereka maka ciptakanlah kesukaran baginya". &lt;br /&gt;(HR. Ahmad). Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut dan mencintai kelembutan. Dia &lt;br /&gt;memberikan pada kelemah lembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekerasan". &lt;br /&gt;(HR. Muslim). Dan juga sabda beliau, "Barangsiapa terhalang untuk &lt;br /&gt;mendapat sifat lemah lembut maka ia terhalang dari semua kebaikan". (HR. &lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutupilah aib hamba-hamba Allah, maka Allah subhanahu wata'ala akan &lt;br /&gt;menutupi aibmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, &lt;br /&gt;"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di &lt;br /&gt;dunia dan akhirat". (HR. Muslim). Dan sabda beliau, "Barangsiapa menutupi &lt;br /&gt;aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari Kiamat". &lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah makan kaum muslimin niscaya Allah subhanahu wata'ala akan &lt;br /&gt;memberi makanan kepadamu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, &lt;br /&gt;"Mukmin manapun yang memberi makan seorang mukmin ketika lapar maka &lt;br /&gt;Allah akan memberikannya makanan dari buah-buahan Surga." (HR. Imam &lt;br /&gt;At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah minum kaum muslimin maka Allah subhanahu wata'ala akan &lt;br /&gt;memberikan minuman kepadamu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah &lt;br /&gt;besabda, "Mukmin manapun yang memberi minum seorang mukmin yang sedang &lt;br /&gt;kehausan maka Allah akan memberinya minum pada hari Kiamat dari Ar-Rohiq &lt;br /&gt;Al-Makhtum". (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah kaum muslimin pakaian niscaya Allah akan memberi pakaian &lt;br /&gt;kepadamu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Mukmin mana pun yang &lt;br /&gt;memberi pakaian kepada seseorang yang telanjang maka Allah akan memberinya &lt;br /&gt;pakaian sutra halus berwarna hijau dari Surga". (HR. at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana perlakuanmu terhadap hamba-hamba Allah, maka seperti itu &lt;br /&gt;pula perlakuan Allah terhadapmu. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali &lt;br /&gt;engkau menyiksa manusia karena sesungguhnya Allah akan menyiksamu. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah &lt;br /&gt;menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia". (HR. Imam Muslim). &lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala juga telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat &lt;br /&gt;49 yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari &lt;br /&gt;(Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang &lt;br /&gt;seberat-beratnya". Dalam ayat lain Allah subhanahu wata'ala berfirman &lt;br /&gt;yang artinya, "Dan pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan kepada &lt;br /&gt;malaikat), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras". &lt;br /&gt;(QS. Al-Mukmin: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindarilah dirimu dari mempersulit hamba-hamba Allah karena hal itu &lt;br /&gt;dapat membuatmu tertimpa do'a yang diucapkan Nabi Muhammad shallallahu &lt;br /&gt;'alaihi wasallam, "Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi urusan umatku lalu &lt;br /&gt;membuat susah mereka, maka buatlah kesusahan baginya". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau menyakiti hati kaum muslimin dengan mencari-cari aib &lt;br /&gt;mereka karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda, &lt;br /&gt;"Barangsiapa mencari-cari aib seorang muslim, maka Allah akan &lt;br /&gt;mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah menelusuri (mencari-cari) aibnya &lt;br /&gt;maka Allah akan membongkarnya meskipun berada di dalam rumahnya". (HR. &lt;br /&gt;At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau cabut rasa kasih sayangmu kepada manusia karena Nabi &lt;br /&gt;Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda, "Barang siapa yang &lt;br /&gt;tidak menyayangi manusia, maka Allah Azza wa Jalla tidak &lt;br /&gt;menyayanginya". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah baik-baik wahai hamba-hamba Allah! Di mana engkau &lt;br /&gt;memperlakukan hamba-hamba Allah dengan sebuah perbuatan, maka engkau akan &lt;br /&gt;mendapatkan balasan yang sesuai dengan apa yang telah engkau kerjakan di sisi &lt;br /&gt;Sang Pencipta. Imam Ibnul Qoyyim berkata, "Sesungguhnya Allah Maha Mulia &lt;br /&gt;dan Ia mencintai kemuliaan dari hamba-Nya. Allah Maha Mengetahui &lt;br /&gt;(berilmu), dan mencintai para ulama. Allah Maha berkuasa, mencintai para &lt;br /&gt;pemberani. Allah Maha Indah, mencintai keindahan. Allah Maha Penyayang, &lt;br /&gt;menyayangi orang-orang yang penyayang. Sesungguhnya Allah menyayangi &lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya yang penyayang. Allah Maha Menutupi (aib), mencintai &lt;br /&gt;orang-orang yang menutupi aib hamba-hamba-Nya. Allah Maha Pemaaf, mencintai &lt;br /&gt;hamba-Nya yang senang memberi maaf. Allah Maha Pengampun, mencintai &lt;br /&gt;hamba-Nya yang mengampuni kesalahan orang lain. Allah Maha Lembut, mencintai &lt;br /&gt;kelembutan dari hamba-hamba-Nya dan membenci kekerasan. Allah Maha &lt;br /&gt;Santun, mencintai sopan santun. Allah Maha Baik, mencintai kebaikan dan &lt;br /&gt;pelakunya. Allah Maha Adil, mencintai keadilan. Allah Maha Menerima udzur &lt;br /&gt;(alasan yang dibenarkan), mencintai orang yang menerima udzur &lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala akan memberi balasan kepada hamba-Nya sesuai &lt;br /&gt;dengan sifat-sifat ini. Maka barangsiapa memaafkan maka Allah akan &lt;br /&gt;memaafkannya. Barangsiapa siapa yang mengampuni kesalahan manusia maka Allah &lt;br /&gt;akan mengampuninya. Barang siapa bersikap dermawan kepada orang lain &lt;br /&gt;maka Allah subhanahu wata'ala akan bersikap dermawan kepada nya. &lt;br /&gt;Barangsiapa memusuhi hamba-hamba Allah maka Allah akan memusuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa bersikap lemah lembut kepada hamba-hamba Allah maka Allah &lt;br /&gt;akan bersikap lemah lembut kepadanya. Barangsiapa menyayangi makhluk &lt;br /&gt;Allah maka Allah akan menyayanginya. Barangsiapa berbuat baik kepada &lt;br /&gt;manusia maka Allah akan berbuat baik kepada-Nya. Barangsiapa memberi manfaat &lt;br /&gt;kepada manusia maka Allah akan memberikan manfaat kepadanya. &lt;br /&gt;Barangsiapa menutupi aib saudaranya maka Allah subhanahu wata'ala maka menutupi &lt;br /&gt;kekurangan atau kesalahannya. Barangsiapa berusaha untuk tidak marah &lt;br /&gt;kepada manusia maka Allah tidak akan marah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mencari-cari aib manusia maka Allah akan menelusuri &lt;br /&gt;aib-aibnya. Barangsiapa membuka kejelekan hamba-hamba Allah maka Allah akan &lt;br /&gt;membuka dan membeberkan kejelekannya. Barangsiapa enggan berbuat baik &lt;br /&gt;kepada manusia maka Allah tidak akan berbuat baik kepadanya. Barangsiapa &lt;br /&gt;membuat sulit seseorang maka Allah akan memberinya kesukaran (masalah). &lt;br /&gt;Barangsiapa berbuat makar, maka Allah akan membalas makar kepadanya. &lt;br /&gt;Barangsiapa menipu Allah maka Allah akan memberikan balasan kepadanya &lt;br /&gt;dengan tipuan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa memperlakukan seseorang dengan sebuah sifat maka Allah &lt;br /&gt;akan memperlakukannya dengan sifat itu sendiri di dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba terhadap &lt;br /&gt;makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tamaklah engkau -semoga Allah memberi taufik kepadamu- untuk &lt;br /&gt;senantiasa memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah, untuk merealisasikan &lt;br /&gt;sebuah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa &lt;br /&gt;diantara kalian mampu memberi mafaat terhadap saudaranya maka lakukanlah". &lt;br /&gt;(HR. Muslim). Berbuat baiklah kepada mereka sesungguhnya Allah mencintai &lt;br /&gt;orang-orang yang berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau seorang yang lembut yang senang memudahkan urusan &lt;br /&gt;mereka. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda, &lt;br /&gt;"Neraka itu haram menyentuh setiap orang yang lunak, lembut, mudah (dalam &lt;br /&gt;bermuamalah) dan dekat (dengan manusia)". (HR. Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah mereka, janganlah mudah marah, toleransilah terhadap mereka &lt;br /&gt;dan senantiasalah menjadi seorang pengampun. Semoga Allahsubhanahu &lt;br /&gt;wata'ala mengampuni segala dosa dan kesalahanmu. Sesungguhnya Allah tidak &lt;br /&gt;menyia-nyiakan pahala seseorang yang memperbagus amal perbuatannya. &lt;br /&gt;(Zainal Abidin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari: "Kama Takuunu Li 'Ibadillahi Yakunullahu Lak" karya &lt;br /&gt;Abdul Qayyum As-Suhaibany" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;         http://www.alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3852726969986650630?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3852726969986650630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3852726969986650630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3852726969986650630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3852726969986650630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/05/balasan-sesuai-dengan-perbuatan.html' title='BALASAN SESUAI DENGAN PERBUATAN'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3000886023567489115</id><published>2007-04-16T20:08:00.004+07:00</published><updated>2007-04-16T20:29:11.722+07:00</updated><title type='text'>BERHENTILAH WAHAI SAUDARAKU</title><content type='html'>Saudaraku tercinta! Sesungguhnya alam semesta ini, yang besar maupun &lt;br /&gt;yang kecil, semuanya menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala, bertasbih &lt;br /&gt;kepada-Nya, mengagungkan dan bersujud kepada-Nya. Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala berfirman yang artinya, "Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih &lt;br /&gt;dengan memuji-Nya". (QS. Al-Isra: 44). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesungguhnya seluruh makhluk yang Allah ciptakan menundukkan kepalanya, &lt;br /&gt;merendahkan diri kepada-Nya dan mengakui keutamaan-Nya. Akan tetapi, &lt;br /&gt;tinggal di alam semesta ini makhluk kecil yang rendah dan hina. &lt;br /&gt;Diciptakan dari setetes air hina (mani) tiba-tiba saja ia menjadi penentang yang &lt;br /&gt;nyata. Dia berada di suatu lembah dan seluruh alam semesta di lembah &lt;br /&gt;yang lain. Ia meninggalkan ketaatan, tidak mau tunduk dan bertasbih &lt;br /&gt;kepada-Nya, meskipun segala sesuatu yang ada di sekelilingnya tekun &lt;br /&gt;berdzikir dan bertasbih kepada Allah subhanahu wata'ala. Makhluk kecil ini &lt;br /&gt;ialah manusia yang bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala. Alangkah &lt;br /&gt;dahsyatnya kebatilan ini! Alangkah besarnya kedunguan ini! Dan Alangkah &lt;br /&gt;rendah dan hinanya ketika ia menjadi penyakit di alam yang teratur ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak ditawarkan kepada nya pertaubatan namun ia enggan untuk &lt;br /&gt;bertaubat. Berapa kali ditawarkan kepadanya untuk kembali kepada Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala, namun dia enggan untuk kembali, malah sebaliknya ia &lt;br /&gt;berlari dari-Nya. Berapa banyak ditawarkan kepadanya perdamaian bersama &lt;br /&gt;kekasihnya namun ia enggan berdamai dan mengangkat kepalanya &lt;br /&gt;menyombongkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala berpikirlah sejenak tentang dunia ini dan kehinaannya. &lt;br /&gt;Berpikirlah tentang penghuni dan pencintanya. Dunia telah menyiksa mereka dengan &lt;br /&gt;siksa yang beraneka ragam. Memberi minum dengan minuman yang paling &lt;br /&gt;pahit. Membuat mereka sedikit tertawa dan banyak berlinang air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala bepikirlah &lt;br /&gt;tentang kehidupan akhirat dan kekekalannya. Ia adalah kehidupan yang &lt;br /&gt;sebenarnya. Ia adalah tempat kembali. Ia adalah penghujung perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala pikirkanlah &lt;br /&gt;sejenak tentang api neraka, bahan bakarnya, gemuruhnya, kedalaman &lt;br /&gt;jurangnya dan kedahsyatan panas apinya. Bayangkanlah betapa pedihnya siksa &lt;br /&gt;yang dirasakan penghuninya. Mereka di dalam air yang sangat panas dalam &lt;br /&gt;keadaan wajah yang tersungkur. Di dalam neraka mereka seperti kayu bakar &lt;br /&gt;yang menyala-nyala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala,wajib bagimu &lt;br /&gt;untuk berpikir tentang surga dan apa yang telah dijanjikan oleh Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala kepada orang-orang yang mentaati-Nya. Di dalam surga &lt;br /&gt;terdapat sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, telinga belum &lt;br /&gt;pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas dalam hati dan benak &lt;br /&gt;manusia, berupa puncak kenikmatan dengan kelezatan yang paling tinggi berupa &lt;br /&gt;berbagai macam makanan, minuman, pakaian, peman dangan, dan &lt;br /&gt;kesenangan-kesenangan yang tidak akan disia-siakan kecuali oleh orang-orang yang &lt;br /&gt;diharamkan untuk memasukinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala, ingatlah berapa lama engkau akan hidup di dunia ini? Enam puluh &lt;br /&gt;tahun, delapan puluh tahun. Seratus tahun, seribu tahun? Kemudian apa &lt;br /&gt;setelah itu? Kemudian kematian pasti akan datang. Apakah yang akan &lt;br /&gt;engkau tempati? Surga-surga yang penuh dengan kenikmatan ataukah neraka &lt;br /&gt;jahim? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Yakinlah dengan keyakinan yang sebenar-benarnya, &lt;br /&gt;bahwasanya Malaikat Maut yang telah mengunjungi orang lain, sesungguhnya &lt;br /&gt;ia sedang menuju ke arahmu. Hanya dalam hitungan tahun, bulan, minggu, &lt;br /&gt;hari, bahkan hitungan menit dan detik ia akan meghampirimu. Lalu engkau &lt;br /&gt;hidup seorang diri di alam kubur. Tiada lagi harta, keluarga dan &lt;br /&gt;sahabat-sahabat tercinta. Camkanlah dan renungkanlan gelapnya kubur dan &lt;br /&gt;kesendirianmu di dalamnya, sempitnya ruangannya, sengatan binatang-bintang &lt;br /&gt;berbisa, ketakutan yang mencekam dan kedahsyatan pukulan Malaikat Adzab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Ingatlah hari Kiamat. Hari di mana kehormatan di &lt;br /&gt;tangan Allah subhanahu wata'ala. Ketika rasa takut mengisi hati. Ketika &lt;br /&gt;engkau berlepas diri dari anakmu, ibumu, ayahmu, istrimu, dan juga &lt;br /&gt;saudaramu. Ingatlah kondisi dan keadaan-keadaan saat itu. Ingatlah hari di &lt;br /&gt;mana neraca diletakkan dan lembaran-lembaran amal manusia beterbangan. &lt;br /&gt;Berapa banyak amal kebaikan di dalam bukumu? Berapa banyak celah-celah &lt;br /&gt;kosong dalam amal-amalmu? Ingatlah tatkala engkau berdiri di hadapan &lt;br /&gt;Al-Malikul Haqqul Mubin Dzat Yang engkau berlari dari-Nya. Dzat Yang &lt;br /&gt;memanggilmu namun engkau berpaling dari-Nya. Engkau berdiri di hadapan-Nya &lt;br /&gt;dan di tanganmu lembaran catatan amal yang tidak meninggalkan yang kecil &lt;br /&gt;dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lisan manakah yang engkau gunakan untuk menjawab pertanyaan Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala,ketika Ia bertanya kepadamu tentang umurmu, masa &lt;br /&gt;mudamu, perbuatanmu, dan juga hartamu. Maka kaki manakah yang engkau &lt;br /&gt;gunakan untuk berdiri di hadapan Allah subhanahu wata'ala? Dengan mata yang &lt;br /&gt;mana engkau memandang-Nya? Dan dengan lisan manakah engkau menjawab-Nya &lt;br /&gt;ketika Ia berkata kepadamu, "Hamba-Ku, engkau menganggap remeh &lt;br /&gt;pengawasan-Ku padamu, Engkau anggap sebagai orang yang paling hina dari &lt;br /&gt;orang-orang yang memperhatikanmu. Bukankah Aku telah berbuat baik kepadamu? &lt;br /&gt;Bukankah Aku telah memberi nikmat kepadamu? Lalu mengapa engkau &lt;br /&gt;mendurhakai-Ku padahal aku telah memberi nikmat kepadamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Tidakkah engkau bersabar menjalankan ketaatan &lt;br /&gt;kepada subhanahu wata'ala di hari-hari yang pendek ini? Detik-detik ini &lt;br /&gt;begitu cepat, setelah itu engkau akan meraih kemenangan yang sangat besar &lt;br /&gt;yang engkau akan bersenang-senang di dalam kenikmatan yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Di sana terdapat segolongan manusia yang &lt;br /&gt;berkeyakinan bahwasanya mereka diciptakan sia-sia belaka dan dibiarkan begitu &lt;br /&gt;saja. Kehidupan mereka hanya diisi dengan senda gurau dan permainan &lt;br /&gt;belaka. Penglihatan mereka tertutup, telinga mereka tuli untuk mendengar &lt;br /&gt;petunjuk, hati mereka terbalik, mata mereka buta dan nurani mereka tak &lt;br /&gt;berfungsi sama sekali. Engkau akan mendapati di majlis-majlis mereka segala &lt;br /&gt;sesuatu kecuali Al-Qur'an dan untaian dzikir kepada Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meninggalkan Allah subhanahu wata'ala, padahal mereka adalah &lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya yang berada di hadapan dan genggaman-Nya. Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala memanggil mereka namun mereka tidak memenuhi panggilan-Nya, &lt;br /&gt;mereka lebih mendahulukan panggilan syetan, keinginan, dan hawa nafsu &lt;br /&gt;mereka. Luar biasa keadaan mereka! Bagaimana mereka memenuhi ajakan syetan &lt;br /&gt;dan meninggalkan seruan Allah subhanahu wata'ala. Ke manakah perginya &lt;br /&gt;akal mereka?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, artinya, "Karena sesungguhnya &lt;br /&gt;bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam &lt;br /&gt;dada." (QS. Al-Hajj:46). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Allah subhanahu wata'ala terhadap mereka sehingga &lt;br /&gt;mereka mendurhakai dan tidak menaati-Nya?! Bukankah Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala telah menciptakan mereka? Bukankah Dia telah memberi rizki kepada &lt;br /&gt;mereka? Bukankah Dia telah mencukupi harta mereka dan menyehatkan tubuh &lt;br /&gt;mereka? Apakah Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Lembut dan Maha Mulia &lt;br /&gt;telah menipu mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak takut jikalau kematian mendatangi mereka di saat &lt;br /&gt;sedang bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala? Sebagaimana &lt;br /&gt;firman-Nya, artinya, "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak &lt;br /&gt;terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali &lt;br /&gt;orang-orang merugi." (QS. Al-A'raf: 99). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindarilah dirimu untuk menjadi bagian dari mereka dan jauhkanlah &lt;br /&gt;dirimu dari mereka. Beramallah untuk sesuatu yang karenanya engkau &lt;br /&gt;diciptakan (beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala). Sesungguhnya -demi &lt;br /&gt;Allah- engkau diciptakan untuk sebuah masalah yang sangat agung. Allah &lt;br /&gt;subhanahu wata'ala berfirman yang artinya, "Tidaklah Aku (Allah) menciptakan &lt;br /&gt;jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". &lt;br /&gt;(QS.Adz-Dzariyat:56). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Wahai engkau yang sedang bermaksiat kepada Allah!! &lt;br /&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dan takutlah akan api neraka. Sesungguhnya di &lt;br /&gt;hadapanmu terbentang berbagai kesulitan. Sesungguhnya di hadapanmu &lt;br /&gt;terbentang dua pilihan, kehidupan penuh nikmat atau lingkungan hidup penuh &lt;br /&gt;siksa. Sesungguhnya di hadapanmu terhampar kalajengking-kalajengking, &lt;br /&gt;ular-ular dan masalah-masalah sukar dan pelik. Demi Allah yang tidak ada &lt;br /&gt;tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Dia, tawa tidak dapat memberi &lt;br /&gt;manfaat kepadamu. Nyanyian-nyanyian, film-film, dan perkara-perkara &lt;br /&gt;hina tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Aneka surat kabar dan &lt;br /&gt;majalah-majalah tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Isteri, anak-anak, teman dan &lt;br /&gt;sahabat tidak dapat memberi manfaaat kepadamu. Harta yang melimpah &lt;br /&gt;tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Tidak ada yang bisa memberi manfaat &lt;br /&gt;kepadamu kecuali kebaikan-kebaikan dan amal-amal shalih yang engkau &lt;br /&gt;kerjakan selama hidupmu di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta! Demi Allah tidaklah aku menulis perkataan ini &lt;br /&gt;melainkan karena kekhawatiranku kepadamu. Aku khawatir wajah putihmu ini &lt;br /&gt;berubah menjadi hitam pada hari Kiamat. Aku khawatir wajah bercahayamu ini &lt;br /&gt;akan berubah menjadi gelap. Aku khawatir tubuh yang sehat ini akan &lt;br /&gt;dilalap oleh api neraka. Maka bersegeralah -semoga Allah subhanahu wata'ala &lt;br /&gt;memberi taufik kepadamu- untuk membebaskan dirimu dari api neraka. &lt;br /&gt;Umumkanlah ia sebagai bentuk taubat yang sebenarnya dari sekarang. Yakinlah &lt;br /&gt;bahwasanya selamanya engkau tidak akan menyesal melakukan itu. Bahkan &lt;br /&gt;sebalikya -dengan izin Allah subhanahu wata'ala- engkau akan merasakan &lt;br /&gt;kebahagiaan. Hindarilah keraguan atau mengakhirkan semua itu. &lt;br /&gt;Sesungguhnya aku -demi Allah- menjadi penasihat bagimu. &lt;br /&gt;(Zainal Abidin) &lt;br /&gt;Disarikan dari, "Akhil Habib Qif", Ibrahim Al-Ghamidy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=423&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3000886023567489115?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3000886023567489115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3000886023567489115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3000886023567489115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3000886023567489115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/04/berhentilah-wahai-saudaraku_6495.html' title='BERHENTILAH WAHAI SAUDARAKU'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-3639196726297848426</id><published>2007-03-21T08:25:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T08:42:46.244+07:00</updated><title type='text'>Memutuskan silaturrahim</title><content type='html'>Di antara fenomena yang marak di masyarakat dewasa ini adalah pemutusan &lt;br /&gt;silaturrahim, baik terjadi di internal keluarga maupun dengan kalangan &lt;br /&gt;kerabat. Apa sebenarnya penyebab terjadinya pemutusan silaturrahim &lt;br /&gt;tersebut? Apa pula solusinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab-Sebab Terjadinya Pemutusan Silaturrahim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketidaktahuan akan akibat-akibat memutuskan silaturrahim, baik &lt;br /&gt;akibat yang segera muncul atau pun yang kelak akan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketidaktahuan akan keutamaan menyambung silaturrahim, baik keutamaan &lt;br /&gt;yang segera akan diperoleh atau pun yang kelak akan diperolehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lemahnya ketakwaan seseorang dan kurang kuat agamanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sikap sombong. &lt;br /&gt;Contohnya bila mendapatkan pangkat yang tinggi atau sebagai seorang &lt;br /&gt;tajir besar, seseorang bersikap sombong terhadap kaum kerabatnya, enggan &lt;br /&gt;mengunjungi mereka dengan anggapan bahwa dirinyalah yang pantas untuk &lt;br /&gt;dikunjungi, bukan sebaliknya.!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terputusnya Hubungan yang Ber-langsung Lama. &lt;br /&gt;Hal ini menimbulkan adanya jarak dan jurang di antara mereka. Hubungan &lt;br /&gt;menjadi tidak akrab lagi dan suka menunda-nunda untuk berkunjung. &lt;br /&gt;Akibatnya, lama kelamaan malah terputus total dan terbiasalah dengan &lt;br /&gt;pemutusan silaturrahim dan saling menjauhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cercaan yang Berlebihan. &lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang bila salah seorang kerabatnya baru &lt;br /&gt;mengunjunginya setelah sekian lama terputus, maka ia langsung menghujaninya dengan &lt;br /&gt;serentetan omelan, cercaan, kecaman pedas atas keteledoran dan &lt;br /&gt;keterlambatannya datang itu. Dari sini, terjadilah tindakan menjauhi orang &lt;br /&gt;tersebut dan keengganan untuk datang karena takut diomeli, dicerca, dan &lt;br /&gt;dikecam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sambutan Berlebihan. &lt;br /&gt;Ada pula orang menyikapi sebalik-nya; bila salah seorang kerabatnya &lt;br /&gt;datang, maka ia menyambutnya secara berlebihan dengan pembo-rosan dari &lt;br /&gt;sisi pengeluaran dan bersusah payah untuk menghormatinya padahal bisa &lt;br /&gt;jadi, bukan termasuk keluarga yang mampu dan berada. Dari sini, para &lt;br /&gt;kerabatnya menjaga jarak dan membatasi diri untuk datang ke rumahnya karena &lt;br /&gt;takut menyusahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kurang Perhatian terhadap Tamu. &lt;br /&gt;Ini termasuk sebab yang menimbulkan pemutusan silaturrahim di antara &lt;br /&gt;kalangan kerabat. Ada semen-tara orang yang bila kalangan kerabatnya &lt;br /&gt;mengunjunginya, ia tidak menunjukkan perhatian terhadap mereka dan tidak &lt;br /&gt;mendengarkan pembicaraan mereka. Malah, berpaling dan membuang muka bila &lt;br /&gt;mereka berbicara, tidak suka dengan kedatangan mereka, tidak berterima &lt;br /&gt;kasih atas kedatangan mereka dan menyambut mereka dengan berat dan &lt;br /&gt;dingin. Hal inilah yang menyebabkan mereka tidak suka berkunjung kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sikap Bakhil dan Pelit. &lt;br /&gt;Sementara orang ada yang bila dianugerahi rizki oleh Allah subhanahu &lt;br /&gt;wata'ala dengan harta atau kedudukan, ia selalu menghindar dari kalangan &lt;br /&gt;kerabatnya. Sikap ini bukan karena kesombongan tetapi karena takut &lt;br /&gt;kalau pintunya yang selalu terbuka buat kalangan kerabatnya itu &lt;br /&gt;disalah-artikan di mana lama kelamaan membuat mereka mulai berani meminjam uang &lt;br /&gt;kepadanya, mengaju-kan berbagai permintaan atau hal lainnya. Karena itu, &lt;br /&gt;alih-alih membu-kakan pintu, menyambut dan memberikan pelayanan kepada &lt;br /&gt;mereka, ia malah berpaling dan membuang muka serta mengisolir mereka &lt;br /&gt;agar tidak selalu menyusahkannya dengan berbagai permintaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Keterlambatan Pembagian Harta Warisan. &lt;br /&gt;Bisa jadi, di antara kalangan kerabat terdapat warisan yang belum &lt;br /&gt;dituntaskan pembagiannya, baik karena masih bermalas-malasan mengurusinya, &lt;br /&gt;karena sebagian mereka ada yang keras kepala, atau sebab lainnya. &lt;br /&gt;Semakin pembagian warisan itu ditunda-tunda dan berlangsung lama, maka akan &lt;br /&gt;semakin rentan terjadi permusuhan dan kebencian di antara sesama &lt;br /&gt;kerabat; yang satu ingin segera mendapatkan jatah warisan agar dapat &lt;br /&gt;menikmatinya, yang satu lagi bisa jadi meninggal dunia sehingga anak-anaknya &lt;br /&gt;sibuk menghitung-hitung seberapa besar bagian yang didapat orang tua &lt;br /&gt;mereka bahkan dengan membayar para pengacara agar dapat mengambil bagian &lt;br /&gt;orangtuanya. Sementara ada yang lain lagi, selalu curiga dan berburuk &lt;br /&gt;sangka terhadap salah satu dari kalangan kerabatnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, akhirnya permasalahan menjadi semakin tumpang-tindih dan &lt;br /&gt;kacau bahkan kian bertumpuk sehingga akhirnya terjadi jurang pemisah di &lt;br /&gt;mana pemutusan silaturrahim menjadi lebih dominan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sibuk Dengan Urusan Duniaw dan Bersenang-Senang di Balik &lt;br /&gt;Gemerlapnya. &lt;br /&gt;Maka, orang seperti ini tidak mendapatkan waktu untuk menyambung &lt;br /&gt;silaturrahim dengan kerabatnya dan menjalin kasih sayang dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sering Terjadinya Perceraian di Kalangan Kerabat. &lt;br /&gt;Terkadang terjadi perceraian di kalangan kerabat sehingga permasalahan &lt;br /&gt;yang terjadi antara suami isteri semakin banyak, baik disebab-kan &lt;br /&gt;anak-anak, sebagian hal yang terkait dengan talak atau hal lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jarak yang Jauh dan Malas Ber-kunjung. &lt;br /&gt;Ada sementara orang yang kediamannya jauh dan mengalami kesulitan untuk &lt;br /&gt;mencapai tempat berkunjung. Akibatnya, lebih memilih untuk menghindar &lt;br /&gt;dari keluarga dan kerabatnya. Bila berkeinginan untuk mengunjungi &lt;br /&gt;mereka, ia selalu merasa kesulitan, malas untuk datang dan berkunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tempat Tinggal yang Berdekatan antara Kerabat. &lt;br /&gt;Barangkali hal ini dapat menimbulkan sikap saling menghindar dan &lt;br /&gt;memutuskan hubungan di antara kalangan kerabat. Hal ini sebagaimana &lt;br /&gt;diriwayatkan dari Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu yang &lt;br /&gt;berkata, "Perintahkanlah kaum kerabat untuk saling ber-kunjung dan &lt;br /&gt;tidak untuk saling bertetangga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, Beliau (Umar) mengatakan hal itu karena bertetangga dapat &lt;br /&gt;menimbulkan tumpang tindih atas hak, dan barangkali menimbulkan &lt;br /&gt;keterasingan dan pemutusan silaturrahim. Berkunjung hendaknya dilakukan secara &lt;br /&gt;jarang-jarang sebab sering dikatakan, "Berkunjunglah jarang-jarang, &lt;br /&gt;niscaya akan menambah kecintaan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tidak Tahan dan Sabar Atas Tindakan Kalangan Kerabat. &lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang tidak tahan dengan tindakan kalangan &lt;br /&gt;kerabatnya, walau pun hanya sepele. Begitu terjadi kesalahan tak sengaja dari &lt;br /&gt;salah seorang kerabat atau mendapat cercaan darinya, langsung memutus &lt;br /&gt;silaturrahim dan mengisolir mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melupakan Kalangan Kerabat di Hari Walimah dan Pesta. &lt;br /&gt;Terkadang salah seorang keluarga mengadakan walimah atau pesta &lt;br /&gt;tertentu, lalu mengundang kalangan kerabatnya baik melalui lisan, kartu &lt;br /&gt;undangan atau via telepon. Terkadang lupa dengan salah seorang dari mereka &lt;br /&gt;dimana kebetulan orang yang tidak sengaja dilupakan ini memiliki jiwa yang &lt;br /&gt;lemah, temperamental atau selalu berburuk sangka. Lalu kelupaan itu, ia &lt;br /&gt;tafsirkan sebagai tindakan sengaja melupakannya atau menghinakan &lt;br /&gt;dirinya sehingga sangkaan ini kemudian menyeretnya untuk mengisolir &lt;br /&gt;kerabatnya tersebut atau memutuskan silaturrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Iri Hati. &lt;br /&gt;Ada sementara orang yang dianu-gerahi oleh Allah subhanahu wata'ala &lt;br /&gt;dengan ilmu, kedudukan, harta atau mendapat kecintaan dari orang banyak. &lt;br /&gt;Ia selalu melayani keluarga dan kalangan kerabatnya serta selalu terbuka &lt;br /&gt;untuk mereka. Karena hal ini, bisa jadi sebagian kerabatnya ada yang &lt;br /&gt;iri hati terhadapnya, me-musuhinya, membuat keributan di seputarnya dan &lt;br /&gt;meragukan ketulus-annya tersebut.!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Terlalu Banyak Canda. &lt;br /&gt;Kebiasaan ini memiliki dampak negatif. Bisa jadi, keluar kata-kata yang &lt;br /&gt;menyakitkan dari seseorang dengan tanpa mempertimbangkan perasaan orang &lt;br /&gt;lain, lalu kebetulan yang jadi sasaran adalah orang yang sangat &lt;br /&gt;sensitif sehingga menimbul-kan kebencian dalam dirinya terhadap orang yang &lt;br /&gt;mengucapkan kata-kata menyakitkan itu.! Ini banyak terjadi di kalangan &lt;br /&gt;kaum kerabat karena mereka terlalu sering berkumpul dan berjumpa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Adu Domba dan Senang Mendengar-kannya. &lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang 'hobi'nya hanya merusak hubungan baik orang &lt;br /&gt;lain. Ia selalu berupaya untuk memisahkan antara orang-orang yang saling &lt;br /&gt;berkasih sayang dan memperkeruh suasana. Dan, sungguh akan lebih besar &lt;br /&gt;lagi bahayanya bilamana ada orang yang selalu mendengarkan adu domba ini &lt;br /&gt;dan membenarkannya.!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi dari terjadinya pemutusan silaturrahim ini adalah dengan &lt;br /&gt;mewaspadainya dan menghindarkan diri dari faktor-faktor yang dapat &lt;br /&gt;menyebabkannya. Kemudian melakukan hal yang sebaliknya, yaitu menyambung &lt;br /&gt;silatur-rahim, mengenali maknanya, keutamaannya, jalan-jalannya, faktor-faktor &lt;br /&gt;yang mendukungnya serta etika-etika yang harus dijaga dalam berinteraksi &lt;br /&gt;dengan kalangan kerabat. Wallahu a'lam. [Hafied M Chofie] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Qathi'atur Rahim, al-Mazhahir, al-Asbab, Subulul 'Ilaj karya &lt;br /&gt;Muhammad bin Ibrahim al Hamad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selengkapnya :&lt;br /&gt;http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=414&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-3639196726297848426?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/3639196726297848426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=3639196726297848426&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3639196726297848426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/3639196726297848426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/03/memutuskan-silaturrahim.html' title='Memutuskan silaturrahim'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4376064185196934759</id><published>2007-03-14T19:55:00.000+07:00</published><updated>2007-03-14T20:02:14.197+07:00</updated><title type='text'>Beradab dan berbaik sangkalah Kepada Allah !!</title><content type='html'>Oleh : Abu Hannan Sabil Arrasyad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah. Setiap bid'ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan ada di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah yang terjadi di tengah bangsa kita yang mayoritas kaum muslimin terjadi berulang-ulang, semenjak Tsunami di Aceh sampai gempa di Sumatera Barat, kita sebagai kaum muslimin wajib berkeyakinan bahwa semua kebaikan dan kejelekan, manfa'at dan mudharat (kejadian yang manis maupun yang pahit) semuanya dari takdir dan ketentuan Allah Ta'ala, tidak ada yang mampu mencegahnya, menyimpangkannya atau menjauhkannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seseorang tidak akan tertimpa suatu musibah melainkan apa yang telah ditakdirkan. Meskipun seluruh makhluk berusaha keras untuk menolong orang tersebut, akan tetapi Allah menakdirkan untuk tertimpa musibah maka usaha tersebut tidak berhasil. Demikian juga meskipun seluruh makhluk berusaha untuk mencelakakan dirinya akan tetapi orang tersebut tidak ditakdirkan celaka, maka usaha tersebut tidak akan berhasil, hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radiallahu'anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah, bahwa seseungguhnya seandainya bersatu umat manusia untuk memberikan manfa'at padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang ditakdirkan Allah kepadamu, dan seandainya mereka bersatu untukmencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakan kamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadamu. Telah diangkat pena (untuk menulis takdir) dan telah kering lembaran-lembaran itu (HR. Turmudzi dll dan dikatakan hasan shahih)&lt;br /&gt;Kemudian Allah Ta’ala juga berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.."(Qs Yuunus:107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ditengah-tengah musibah yang banyak terjadi muncul suatu fenomena yang ini merupakan bagian dari musibah tersebut, yang hal ini telah terjadi berulang kali dan menyebar di kalangan kaum muslimin, dahulu ketika kita melihat alam menunjukkan kekuasaan Allah kita semua mengaguminya dan memuji Allah atas kekuasaan dan kebesarannya. Namun saat ini, hal-hal demikian selalu dikaitkan dengan Allah, diantaranya misalnya bentuk gelombang tsunami yang membentuk lafadz Allah, kemudian pula, bentuk ledakan Api yang muncul dari lumpur Lapindo dengan bentuk lafadz Allah, kemudian awan dengan bentuk lafadz Allah yang keluar sebelum angin puting beliung di Jakarta dan setelah Gempa bumi di Sumatera Barat yang membuat seakan-akan penyandaran bencana itu kepada Allah secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang segala sesuatu yang terjadi kebaikan maupun keburukan semuanya adalah takdir dari Allah, namun ketika seorang muslim memahami aqidah yang benar dan adab yang benar maka  memposisikan diri sebagai seorang hamba maka mereka harus memahami bahwa tidak diperkenankan menyadarkan kepada Allah apa-apa yang berkesan negatif bila diucapkan secara terpisah. Tidak boleh dikatakan, misalnya: Allahlah penyebab semua bencana ini, atau mengait-ngaitkan bencana kepada Allah seperti fenomena yang terjadi belakangan ini, ada kesan ketika musibah terjadi langsung dikaitkan kepada Allah secara terpisah dengan fenomena alam yang terjadi, walaupun kita tahu setiap yang terjadi memang adalah ciptaan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau ya Allah, kebaikan seluruhnya di kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu“ (Hr Ahmad, Muslim dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah adab yang seharusnya diambil seorang muslim ketika menemukan fenomena seperti ini. Adab yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim `alaihis salam dalam sebuat ayat Allah ceritakan tentang keadaan beliau, beliau `alahissalam berkata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku, (Qs Asy-Syu'ara:80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah dalam firman Allah tersebut, Nabi Ibrahim ‚`alaihissalam menyandarkan sakit kepada dirinya sendiri dan menyandarkan kesembuhan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Meskipun keduanya datangnya dari Allah Yang Maha Mulia. Inilah adab yang harus diambil oleh seorang hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Nabi Khidir 'alaihissalam menyandarkan kehendak untuk merusak&lt;br /&gt;perahu kepada dirinya sendiri, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun kapal itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku hendak merusakkan kapal itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap tiap kapal. (Qs Al-Kahfi:79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ketika mengerjakan kebaikan dan rahmat, beliau `alaihissalam menyandarkan kehendaknya kepada Allah, Allah Ta'ala berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu.."(Qs Al-Kahfi:82)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;disini juga letak keikhlasan dan kesadaran bahwa segala sesuatu kebaikan yang diperbuat adalah hasil rahmat dan pertolongan Allah kepada hamba-hambanya. Adapun kita harus mengakui bahwa memang manusia tempatnya khilaf dan salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap anak Adam (manusia) mempunyai salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” [HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang orang yang mempersekutukan (Allah)." (Qs Ar-Rum:41-42)&lt;br /&gt;Maka inilah tempatnya musibah tersebut, bahwa manusia membuat kerusakan di muka bumi dan kerusakan yang terbesar adalah perilaku kesyirikan yang merajalela di tengah-tengah kaum muslimin, kemudian kejahilan terhadap aqidah yang akhirnya membuat mereka suul adab kepada Allah Ta’ala tanpa disadari kemudian berburuk sangka kepada Allah, mengada-adakan dan mengatakan sesuatu tentang Allah tanpa ilmu. membuat kebid’ahan atas nama Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs Al A’raaf: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Allah memposisikan urutan dari dosa-dosa dari kepada yang tinggi, yang membuat atau mengatakan sesuatu tentang Allah tanpa ilmu adalah suatu perkara yang paling besar sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya Madarijus salikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka  dengan saatnya untuk kembali kepada dien ini secara benar kepada manhaj salafusshalih Nabi dan para sahabatnya,dengan menjauhi kesyirikan, berusaha menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya, mengenal tauhid dan aqidah dengan benar dan mendakwahkannya, beradab kepada Allah. Dan berbaik sangka kepada Allah Ta’ala bahwa setiap musibah dan ujian yang terjadi adalah sarana peningkatan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala juga menjadi penghapus bagi dosa-dosa kita. Sebagaimana dalam hadist qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu  bahwa Allah Ta’ala berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadap diriKu [HR. Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Allah tidak menimpakan musibah yang lebih besar lagi akibat  kesyirikan, dosa, suul adab serta buruk sangka kita kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” [Asy-Syuura : 30]&lt;br /&gt;Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi... [Qs Al-A’raaf ; 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, saya memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.abu-hanan.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4376064185196934759?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4376064185196934759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4376064185196934759&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4376064185196934759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4376064185196934759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/03/beradab-dan-berbaik-sangkalah-kepada.html' title='Beradab dan berbaik sangkalah Kepada Allah !!'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4088449135551723647</id><published>2007-03-09T23:07:00.000+07:00</published><updated>2007-03-09T23:13:20.297+07:00</updated><title type='text'>Sifat 'Ujub Berbahaya Bagi Kehidupan Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita tetap bertaqwa kpd Allah swt,dengan sebenar2 taqwa,dan marilah kita ber’amal, bekerja,dan berkarya,berjuang dengan penuh keikhlasan.Janganlah sekali kali kita sertai ‘amal, kerja,karya,usaha maupun gerak juang kita dengan sifat2 tercela,seperti ,riya,sum’ah,takabbur dan ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan,bahwa salah satu penyakit batin yang perlu dikikis dari hati kita,adalah sifat ‘ujub.Karena sifat ujub ini,adalah sifat yang sangat berbahaya. Bila menimpa seseorang,dia akan mendapat kebinasaan,dan menghilangkan pahala ‘amalnya.Bila ia menimpa suatu masyarakat atau suatu bangsa,maka masyarakat atau bangsa itu,akan menemui kebinasaannya. Nabi pernah mengatakan : Tiga penyakit jiwa yang membinasakan ; (1) Bakhil / Kikir yang diikutkan. (2) Hawa nafsu yang diperturutkan. (3) Ta’ajub seseorang akan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘Ujub itu adalah penyakit hati,maksiat batin yang tercela.Serupa keadannya dengan ,riya,takabbur sum’ah,hasad, yang seharusnya janganlah kita sampai kemasukan sifat ‘ujub itu disegala ‘amal, kerja,karya dan usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali mengatakan ;Bermula hakikat ‘ujub itu,yaitu ta’ajub yang terbit dihati dengan sangkanya,akan dirinya itu bersifat dengan sifat sempurna dari pada ‘ilmu atau ‘amal,serta lupa menyandarkan yang demikian itu,kepada Allah swt,dan merasa aman atau sentosa dari pada hilangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah,bahwa ‘ujub itu adalah suatu penyakit batin atau penyakit jiwa.Dimana seseorang merasa bahwa dia telah dalam tarap yang sempurna,tidak merasa ada kekurangan.Dia merasa ta’ajub banyak mengerjakan ‘amal,banyak bersedekah.Kemudian kesempurnaan yang diperolehnya itu, dianggapnya adalah hasil usahanya sendiri.Dia lupa bahwa apa yang telah dicapainya itu adalah rahmat,karunia dari Tuhannya.Dan dia merasa pula,bahwa kesempurnaan yang diperolehnya itu,akan tetap abadi dimilikinya.Dengan demikian jelaslah kepada kita,bahwa ‘ujub itu dapat meliputi berbagai macam keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ‘ujub karena harta,ada ‘ujub karena kecantikan,ada ‘ujub karena pangkat,ada ‘ujub karena jabatan,ada’ujub karena ‘amal akhirat,dsb.Masing2 orang2 yang ‘ujub itu,merasa dirinya sudah sempurna.Ia lupa bahwa kalau ia kaya,masih banyak orang yang lebih kaya dari padanya.Kalau ia berpangkat,ia lupa masih banyak orang yang lebih tinggi pangkatnya dari pada dia.Kalau ia orang yang ber’amal ia merasa ta’ajub pada ‘amal dan ‘ibadah yang dilakukannya.Dia merasa sudah banyak berwaqaf,dia merasa sudah banyak sholat2 sunnatnya,dia merasa sudah banyak ‘amal ‘ibadahnya,merasa sudah banyak tilawah Al qur-annya,banyak sedekahnya,Ia lupa,padahal masih banyak orang2 yang sholeh,yang lebih kuat ber’amal,ber’ibadah dari pada dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya karena perasaan ‘ujub itu sudah mendalam dihatinya,maka datanglah perasaan som bong dan takabburnya.Dia merasa dia sajalah yang ‘alimnya,dia sajalah rasanya yang pandainya, dia sajalah rasanya yang wara’ dan khusu’nya,akhirnya lupalah dia,bahwa segala sesuatu yang ada padanya itu,adalah kurnia dari Allah swt.Ia menyangka bahwa apa yang diperolehnya itu adalah hasil dari usahanya sendiri.Maka jika demikian,kita lihatlah orang2 yang seperti ini,jika dia berpangkat,berjabatan,maka ia mempergunakan pangkat dan jabatannya itu tidak lagi pada jalan yang digariskan Allah swt.Kalau ia berharta,hartanya tidak lagi dinafkahkan pada jalan yang mardhiah,tetapi diamblaskannya serta difoya2kannya kejalan yang maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seseorang ‘ujub karena mempunyai keahlian,keahliannya itu diselewengkannya dari ajaran/putunjuk Allah swt.ia merasa aman dengan apa yang diperolehnya dan dimilikinya,ia lupa bahwa disatu2 masa,Allah dapat saja mencabut nikmatnya dari hambanya.Kalau sudah mengkehendaki berbuat,siapa yang dapat menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena itu ,’Ujub itu adalah suatu sifat yang sangat tercela,suatu penyakit batin yang sangat berbahaya,suatu maksiat yang dapat membuat celaka,yang hendaknya haruslah kita berusaha untuk mengkikisnya dari hati sanubari kita.Jauhkanlah dari bersipat ‘ujub disegala bidang,yakni dengan jalan selalulah mengingat Allah swt,dimana saja kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalulah kita mengingat bahwa kita ini hamba Allah,bukan hamba syetan,bukan hamba hawa nafsu.Kita ingat bahwa kita akan kembali kehadirat Allah pada masa yang tak seorangpun dapat mengetahui bila waktu atau saatnya dan dimana tempatnya.Kaya atau miskin,yg pandai atau yang bodoh,yang gemuk atau yang kurus,hartawan atau usahawan,pangkat tinggi atau rakyat biasa,tua atau muda,lelaki atau perempuan,semua akan digotong kekuburan bila Izroil sudah memanggil. Karena itu Rasulullah memesankan dan mengatakan kepada sahabat2nya,agar mereka jangan ‘ujub pada ‘amalnya,pada kerjanya,pada karyanya,pada keadaannya maupun pada ‘ibadahnya,tetapi laksanakanlah dan kerjakanlah suruh perintah Allah itu dengan hati yang ikhlas, dan jauh dari rasa riya,sum’ah,takabbur,dan ‘ujub.Semoga saja hendaknya hidup dan kehidupan kita tetap dalam ketaqwaan dan keikhlasan adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang2 yang beriman,,janganlah kamu mengikuti langkah2 syetan,barang siapa yang mengikuti langkah2 syetan,maka sesungguhnya syetan itu,menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar,sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmatnya kepada kamu sekalian,niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih ( dari perbuatan2 keji dan mungkar itu ) selama2nya.Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. ( QS An-Nur 21 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4088449135551723647?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4088449135551723647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4088449135551723647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4088449135551723647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4088449135551723647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/03/sifat-ujub-berbahaya-bagi-kehidupan.html' title='Sifat &apos;Ujub Berbahaya Bagi Kehidupan Kita'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8513151892082546231</id><published>2007-03-06T16:34:00.000+07:00</published><updated>2007-03-06T17:02:04.383+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Anda Beramal ?</title><content type='html'>Kita menjadi muslim sudah lama, Alhamdulillah. Tentunya amal-amalan ibadah di dalam dienul Islam telah banyak yang kita lakukan. Shalat, baik yang wajib maupun sunnah, shaum, zakat, infak, berdoa, dan masih banyak lagi amal yang telah kita laksanakan. Tapi bagaimana kedudukan amal tersebut di sisi Allah? Pernahkah kita merenungkannya? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada orang yang melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. Ada juga yang sangat giat beribadah, ibadahnya banyak sekali, setiap waktunya digunakan untuk beribadah kepada Allah. Bahkan istri dan anaknya hampir-hampir tidak diurusinya. Namun ada juga yang tidak peduli dengan ibadahnya, kalau ia sedang ingin beribadah, beribadah;kalo sedang malas, maka ia meningglkannya, walaupun itu ibadah wajib. Ada juga yang berprinsip asal gugur kewajiban. Ada juga yang beribadah hanya berdasarkan adat istiadat setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Anda termasuk yang mana? &lt;br /&gt;Terlepas dari apa jawaban Anda, ada yang ingin aku sampaikan mengenai ibadah ini, semoga Anda mau menerima dan merenungkannya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Anggaplah ini sebagai nasihat, bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda: “dien itu nasihat?” Bukankah nasehat itu bermanfaat bagi setiap muslim? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, &lt;br /&gt;Ada seorang ulama menulis di salah satu bukunya: “Sebelum engkau melangkah satu pun-wahai saudaraku muslim- maka engkau harus tahu jalan keselamatanmu, janganlah engkau memforsir dirimu dengan banyak amalan, karena boleh jadi orang yang banyak beramal tidak mendapatkan apa-apa, kecuali letih dan lelah.” (ucapan Syaikh Husain Al-Awaisyah di dalam bukunya Al-Ikhlas, sebagaimana dinukil di dalam “Fikih Nasehat” hal.61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ulama tersebut sangat benar. Apakah Anda sependapat denganku? Bagaimana tidak, kita sudah berpayah-payah, badan kita capek, letih, dan lelah. Kita juga telah menghabiskan waktu, tanaga, dan biaya yang kita punya. Eh, ternyata kita tidak mendapatkan apa-apa. Bukankah ini sia-sia? Kita menjadi orang yang merugi. Kalau tahu begini, mendingan kita diam saja di rumah. Bukankah begitu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana mungkin, orang banyak beramal kok tidak mendapatkan apa-apa? Itu tidak masuk akal! Niat ibadah yang kita lakukan kan ikhlas untuk Allah. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya”? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat kita kan baik, beribadah kepada Allah. Masa’ Allah tidak menerimanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita, &lt;br /&gt;Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman di kitabnya yang mulia, Al-Qur’anul Karim: (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Al_Kahfi: 103-104) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, perhatikanlah ayat di atas. Bagaimana komentarmu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa agar amal ibadah yang kita lakukan diterima di sisi Allah, disyaratkan bahwa ibadah itu harus benar. Dan ibadah itu tidak dikatakan benar kecuali dengan dua syarat, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar maupun kecil. &lt;br /&gt;2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (mutaba’ah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat Laa ilaaha illallah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepadaNya. &lt;br /&gt;Adapaun syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul, mengikuti syariatnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah yang diada-adakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- mengatakan: “Inti agama ada dua pokok yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Allah, dan kita tidak menyembah kecuali dengan apa yang Dia syariatkan, tidak dengan bid’ah.” Sebagaimana Allah berfirman (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Al-Kahfi:110) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian adalah manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah. &lt;br /&gt;Yang pertama, kita tidak menyembah kecuali kepadaNya. Pada yang kedua, bahwasanya Muhammad adalah utusanNya yang menyampaikan ajarannya. Maka kita wajib membenarkan bagaimaan cara kita beribadah kepda Allah, dan beliau melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Beliau mengatakan bahwa bid’ah itu sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (Surat Al-Mulk:2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita, perhatikanlah baik-baik ayat 2 surat al-Mulk di atas. Allah Azza wa ‘Ala tidak berfirman (yang artinya): “…yang lebih banyak amalnya”, tetapi Allah berfirman (yang artinya): “…yang lebih baik amalnya.” &lt;br /&gt;Adapun maksud dari lebih baik amalnya telah dijelaskan oleh Fudhail bin Iyadh, Yaitu: “Seikhlas-ikhlasnya, dan sebenar-benarnya.” Kemudian beliau (Fudhail bin Iyadh) berkata pula: &lt;br /&gt;“Sesungguhnya suatu amalan jika dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidaklah diterima, dan apabila amalan tersebut benar tetapi tidak dilakukan dengan ikhlas maka tidak diterima pula, sampai amalan tersebut dilakukan dengan ikhlas dan benar. Ikhlas apabila dilakukan karena Allah Ta’ala dan benar apabila sesuai dengan sunnah (Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, Saudaraku; sekarang engkau telah memahaminya bukan? &lt;br /&gt;Kedua syarat ibadah tadi, yaitu ikhlas dan sesuai contoh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam harus ada kedua-duanya. Tidak bisa hanya salah satu saja. Ikhlas tapi tidak sesuai contoh Rasulullah, maka tertolak. Begitu juga sebaliknya; sesuai contoh Rasulullah tapi tidak ikhlas, maka yang demikian sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Pertama: Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar maupun kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub kepada Allah Azza wa Jalla dari hal-hal yang mengotorinya. Arti lainnya; menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan. Atau; mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Khaliq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas ini diperintahkan Allah dalam firmannya (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah:5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya’qub pernah berkata: “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Suusiy berkata: “Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail berkata: “Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya’. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan mu dari keduanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ikhlas ini sangat berat sekali. Hingga sebagian ulama berkata: “Ikhlas sesaat berarti keselamatan abadi. Tetapi ikhlas itu sulit sekali.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua: Sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (mutaba’ah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diperintah untuk mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Allah berfirman (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Al-Hasyr:7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan kami yang bukan darinya maka tertolak.” (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim: &lt;br /&gt;“Barangsiapa mengamalkan satu amalan yang tidak ada padanya urusan kami maka tertolak.” &lt;br /&gt;Ayat dan hadits di atas memerintahkan kita untuk mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Kita dilarang membuat ataupun mengamalkan bid’ah (sesuatu yang baru, menyerupai syariat dan dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketahuilah; di dalam buku: Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah, Syaikh Utsaimin –rahimahullah- menjelaskan bahwa mutaba’ah (mengikuti Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) tidak akan tercapai kecuali apabila amal yang dikerjakan sesuai dengan syariat dalam enam perkara, inilah penjelasannya beliau (dengan sedikit perubahan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama: Sebab &lt;br /&gt;Jika seseorang melakukan suatu ibadah karena Allah dengan sebab yang tidak disyariatkan, maka ibadah tersebut adalah bid’ah dan tidak diterima (ditolak). &lt;br /&gt;Contoh: Ada orang melakukan shalat tahajud pada malam 27 rajab dengan dalih bahwa malam itu adalah malam mi’raj (dinaikkan ke atas langit) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam . Shalat tahajud adalah ibadah, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut menjadi bid’ah. Karena ibadah tadi didasarkan atas sebab yang tidak ditetapkan dalam syariat. Syarat ini –yaitu ibadah harus sesuai dengan syariat dalam sebab- adalah penting, karena dengan demikian dapat diketahui beberapa macam amal yang dianggap sunnah namun sebenarnya bid’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kedua: Jenis &lt;br /&gt;Artinya: Ibadah harus sesuai dengan syariat dalam jenisnya. Jika tidak, maka tidak diterima. &lt;br /&gt;Contoh: Seseorang menyembelih kuda untuk kurban adalah tidak sah, karena menyalahi ketentuan syariat dalam jenisnya. Yang boleh dijadikan kurban yaitu unta, sapi, dan kambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketiga: Kadar (bilangan) &lt;br /&gt;Kalau ada seseorang yang menambah bilangan rakaat suatu shalat, yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka shalat itu adalah bid’ah dan tidak diterima. Karena tidak sesuai dengan ketentuan syariat dalam jumlah bilangan rakaatnya. Jadi, apabila ada orang shalat dzuhur lima rakaat, umpamanya, maka shalatnya tidak sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keempat: Kaifiyah (Cara) &lt;br /&gt;Seandainya ada orang yang shalat: sujud dulu baru ruku,maka ini tidak sah, karena tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kelima: Waktu &lt;br /&gt;Apabila ada orang menyembelih binatang kurban pada hari pertama Dzul Hijjah, maka tidak sah; karena waktu melaksanakannya tidak menurut ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keenam: Tempat &lt;br /&gt;Andaikata ada orang beri’tikaf di tempat selain masjid, maka tidak sah I’tikafnya. Sebab tempat I’tikaf hanyalah masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, semoga Anda belum bosan mendengarkanku, kesimpulan dari penjelasan di atas adalah, bahwa ibadah seseorang tidak termasuk amal shaleh yang diterima di sisi Allah kecuali apabila memenuhi dua syarat tadi, yaitu ikhlas dan mutaba’ah. Dan mutaba’ah tidak akan tercapai kecuali dengan enam perkara yang telah diuraikan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kalau Anda ditanya; bagaimana Anda beramal? Jawablah dengan penjelasan di atas. &lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan dan menerima amal-amal sholeh kita. &lt;br /&gt;Semoga hal ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Allahu A’lam. Sholawat dan salam untuk nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, keluarga dan para shahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;Referensi: DAFTAR BACAAN DAN PENGAMBILAN: ¨ Al-Qur’an dan Terjemahnya; cet. Saudi, 1412 H ¨ Al-Ibdaa’ Fi Kamaal Asy-Syar’ Wa Khathar Al-Ibtidaa’, Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Edisi Indonesia: Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah. ¨ At Tauhid Lish Shafil Awwal al Ali, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan. Edisi Indonesia: Kitab Tauhid 1, Penerbit: Darul Haq, Jakarta. Penerjemah: Agus Hasan Bashori. ¨ Tazkiatun Nufus, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ibnu Rajjab al-Hambali, Imam Ghazali. Pentahqiq: Dr. Ahmad Farid. Edisi Indonesia: Tazkiah An-Nafs, Konsep Penyucian Jiwa Menurut Para Salaf. Penerbit: Pustaka Arafah. Penerjemah: Imtihan Asy-Syafi’I. ¨ Fikih Nasehat, Fariq bin Gasim Anuz, Penerbit: Pustaka Azzam. ¨ Syarh Arbaina Haditsan an Nawawi, Ibnu Daqiqil ‘Ied. Edisi Indonesia: Terjemah Syarah Arbain an Nawawi (1-20). Penerbit: Al Mubarak. Perenjemah: Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Ata &lt;br /&gt;Kontributor : abah_utik@yahoo.com, 2004-04-13&lt;br /&gt;sumber :  &lt;br /&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.phpmod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=104&amp;PHPSESSID=e4987fa7338060ff77e2d7a59295fa05&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-8513151892082546231?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/8513151892082546231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=8513151892082546231&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8513151892082546231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8513151892082546231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/03/bagaimana-anda-beramal.html' title='Bagaimana Anda Beramal ?'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-9182138211231550014</id><published>2007-03-02T10:26:00.000+07:00</published><updated>2007-03-02T10:33:57.892+07:00</updated><title type='text'>PIKIR DAN DZIKIR</title><content type='html'>Assalamu'alaykum Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikir dan Dzikir, adakah hubungannya dalam beramal ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, berpikir artinya memberikan peranan kepada akal agar menemukan jalan keluar dari suatu permasalahan, sedangkan berdzikir artinya memberikan peranan kepada akal untuk mengingat hasil pikir yang dia lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikir dan dzikir adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam hidup dan kehidupan ini, seorang siswa yang belajar bisa disebut juga sedang melakukan pikir dan dzikir, dalam hal ini memikirkan dan mengingat semua pelajaran yang ia terima. Demikian pula misalnya saat kita mengendarai kendaraan dijalan raya yang ramai, maka kita dituntut untuk berpikir bagaimana caranya agar tidak celaka atau salah jalan sehingga mencelakakan diri kita sendiri, dan dalam saat bersamaan kitapun dituntut untuk melakukan dzikir atau mengingat mana yang harus dilakukan saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari analogi diatas, menurut saya adalah jelas sekali hubungannya antara pikir dan dzikir dalam beramal. Sebab bila kita salah dalam berpikir, maka bisa dipastikan juga kitapun akan salah dalam berdzikir, dan amalnyapun akan salah atau sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah agar berpikir dan berdzikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia ciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar dengan Qalam. Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahu &lt;br /&gt;Qs. 96 al-alaq : 1 - 5 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah membaca pada ayat diatas, bukan hanya dalam konteks dimana Nabi disuruh oleh malaikat Jibril membaca saat turun wahyu pertama saja, akan tetapi bisa kita tafsirkan secara luas dalam konteks masa kini. Dimana membaca adalah awal dari berpikir. Awal dari mencari tahu dan melakukan penyelidikan, awal dari menganalisa serta awal dari suatu pemahaman ataupun kesimpulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari surah diatas kita bisa belajar banyak hal, bahwa Tuhan sendiri sejak awal tidak menyuruh manusia untuk mematikan rasio atau kemampuan intelegensianya, sebaliknya manusia disuruh untuk membaca kekuasaan Tuhannya, mewajibkan manusia menganalisa melalui ilmu kedokteran untuk mencari tahu bagaimana proses awal dari kelahiran manusia itu sendiri sehingga diharapkan manusia itu menjadi sadar betapa kompleks dan rapinya karya Tuhan dalam penciptaan, karena itu secara sadar dan logis kitapun diharapkan untuk memuliakan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik memang, bahwa ayat pertama yang turun justru memerintahkan kepada manusia agar berpikir dan berdzikir, bukan sebaliknya berdzikir baru berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya Tuhan ingin kita ini cerdas dan berilmu, bukan menjadi sampah masyarakat, menjadi orang bodoh ataupun yang menurut istilah Aa’ Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar) menjadi orang yang kehadirannya tidak membawa pengaruh bagi orang lain dan ketidak hadirannya justru disyukuri oleh lingkungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks agama, berdzikir sering di-identikkan dengan dzikrullah atau mengingat ALLAH yang secara khusus diterapkan dalam sholat atau bacaan-bacaan seperti tasbih, tahmid, tahlil, istighfar dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kembalikan makna dzikrullah ini pada analogi sebelumnya, maka dzikrullah pun harus didahului dengan tindakan pikir, yaitu menganalisa apa saja yang akan dilafaskan atau diperbuatnya dalam kerangka dzikrullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengertian lain, bahwa untuk berdzikir kepada ALLAH juga memerlukan ilmu atau pengetahuan yang cukup agar dzikir yang dilakukan menjadi benar dan amalnya tidak sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda dalam 4 hadistnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa orang berbuat suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka perbuatannya itu ditolak - Hadist Riwayat Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengada-adakan dalam ajaran Islam ini &lt;br /&gt;yang tidak ada sumbernya dari Islam, maka urusan itu ditolak &lt;br /&gt;Hadist Riwayat Bukhari-Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dari perbuatan yang berlebihan dalam Islam &lt;br /&gt;Karena sesungguhnya kehancuran umat-umat dimasa lalu &lt;br /&gt;Diakibatkan perbuatan yang berlebihan (dalam agamanya) &lt;br /&gt;Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap sesuatu yang dibuat tanpa ada petunjuknya (Bid’ah) adalah sesat ; Dan tiap-tiap kesesatan itu dineraka &lt;br /&gt;Hadist Riwayat Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pikir sebelum dzikir dalam urusan agama, memiliki hubungan yang sangat erat karena menentukan amalan yang dihasilkan dari dzikir tadi apakah diterima atau justru ditolak oleh ALLAH sebagaimana firman-Nya juga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya &lt;br /&gt;Qs. 18 al-kahfi : 104 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdzikrullah tidak hanya habis dengan sholat, membaca tasbih, tahlil dan tahmid ataupun istighfar saja, sebab jika konteks mengingat Tuhan dibatasi seperti ini,maka akan berlawanan dengan banyak ayat al-Qur’an lainnya serta bertentangan dengan pemikiran yang wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kepada Tuhan (dzikrullah) secara luas bisa dilakukan dengan melakukan observasi atau penelitian terhadap alam semesta yang disebut sebagai ‘Arsy (singgasana) ALLAH yang terbentang luas dihadapan kita, karenanya Tuhan berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi &lt;br /&gt;dan terjadinya malam dan siang, &lt;br /&gt;terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki pikiran &lt;br /&gt;(yaitu) yang mengingat ALLAH sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring - Qs. 3 ali imron : 190 - 191 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas secara logika sehat, tidaklah mungkin kita mampu melafaskan kalimat tasbih, tahlil atau tahmid dalam setiap waktu seperti isi lahiriah dari ayat tersebut, karena jika demikian adanya maka tidak akan ada satupun pekerjaan lain yang bisa diselesaikan akibat ketiadaan waktu karena dihabiskan hanya untuk dzikrullah tersebut padahal dalam firman sebelumnya ALLAH justru mengajak kita agar menggunakan akal pikiran dalam memahami penciptaan langit dan bumi serta malam dan siang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami ayat ini dengan kewajiban manusia (bahkan Jin) melakukan penggalian ilmu secara simultan atau terus-menerus mulai dari pagi hingga petang, baik ketika sedang berdiri atau duduk dalam melakukan penelitian maupun dalam waktu istirahatnya (di-istilahkan dengan berbaring) guna menyibak rahasia alam semesta dengan cara menemukan teknologi modern sehingga tersibaklah kebesaran sang maha pencipta yang menjadikan semuanya tanpa sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai masyarakat jin dan manusia, &lt;br /&gt;jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lakukanlah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan &lt;br /&gt;Qs. 55 ar-rahman : 33 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan disini merupakan terjemahan dari kata “Sulton”, dan saya cenderung setuju dengan penafsiran kata tersebut sebagai teknologi canggih sebagaimana penafsiran sejumlah ilmuwan Islam masa kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kesimpulan akhir dari tulisan ini adalah hendak memberikan teguran bagi kita semua untuk mau berpikir, mencari ilmu didalam beribadah agar apa yang dilakukan memang berguna dan mendatangkan amal disisi Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik belum tentu benar, sedangkan benar pastilah baik. &lt;br /&gt;Sholat subuh 2 rakaat, jika kita tambah 2 rakaat lagi tentu secara logika baik sekali, namun perbuatan itu justru menjadi sia-sia, karena tidak ada tuntunannya dari Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir itu baik, namun jika dzikir yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan dari ALLAH atau Nabi-Nya, maka dzikirnya akan nol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik untukmu, &lt;br /&gt;dan bisa saja kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk untukmu, karena ALLAH itu mengetahui sementara kamu tidak tahu apa-apa - Qs. 2 al-baqarah : 216 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang beriman, &lt;br /&gt;ikutilah seruan Allah dan ikutilah seruan Rasul apabila ia menyeru kamu &lt;br /&gt;Qs. 8 al-anfal : 24 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? &lt;br /&gt;padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. - Qs. 22 al-Hajj : 46 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak ada ilmu didalamnya &lt;br /&gt;sungguh pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya - Qs. 17 al-israa’ : 36 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi : &lt;br /&gt;1. Bid’ah-bid’ah di Indonesia, Drs. KH. Badruddin Hsubky, Gema Insani Press 1994 &lt;br /&gt;2. Soal Jawab masalah agama 3 – 4, A. Hassan, Penerbit Persatuan &lt;br /&gt;3. Tafsir al-furqon, A. Hassan, 1956 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright© 2006, Armansyah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://swaramuslim.net  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;armansyah_skom@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-9182138211231550014?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/9182138211231550014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=9182138211231550014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9182138211231550014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/9182138211231550014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/03/pikir-dan-dzikir.html' title='PIKIR DAN DZIKIR'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-6365237044192108279</id><published>2007-02-27T15:03:00.000+07:00</published><updated>2007-02-27T15:10:49.545+07:00</updated><title type='text'>JANGAN MENGHINA YANG LAIN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Barang siapa yang ta’at kpd Allah dan RasulNya,maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian yang besar   ( Al  Ahzab : 71 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah sama maklum,bahwa telah menjadi Sunnatullah,bahwasanya manusia hidup diatas dunia ini,mempunyai suatu sifat yang lazim:yaitu suka berkumpul,suka bergaul satu dengan yang lain.Karena didalam berkumpul dan bergaul itu,mengandung hikmah faedah yang amat besar,yang berguna untuk kemajuan manusia didunia ini.Berkat dari pergaulan itu juga manusia dapat tukar menukar kebutuhan hidupnya,sehingga keadaan masyarakat menjadi maju,dapat bantu membantu satu dengan yang lain dalam mencapai apa yang menjadi kebutuhan dalam hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan sendirinya,kerena pergaulan itu juga,maka timbullah masaalah yang pelik2.Oleh karena itu untuk menjaga agar suasana pergaulan manusia itu selalu baik,maka sudah sewajarnyalah apabila tiap2 manusia didunia ini,selalu berdaya upaya agar pergaulannya tidak retak,baik pergaulannya dengan keluarganya sendiri,pergaulan dengan tetangganya, maupun dengan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usaha untuk menjaga keutuhan lancarnya pergaulan antara sesama manusia itu,guna mewujudkan pergaulan hidup yang teratur,baik dan harmonis,hendaknyalah sesama kita manusia,jangan suka remeh meremehkan antara satu dengan yang lain.Jangan suka cemoh mencemohkan,dan jangan rendah merendahkan.Pendek kata jangan sampai yang satu menghina kepada yang lain,baik hinaan itu dengan perkataan.atau dengan tulisan,maupun dengan perbuatan.Karena ingatlah,bahwa menghina adalah termasuk akhlak yang MADZMUMAH,yaitu akhlak yang tercela,dan yang sangat dimurkai Allah swt.Perbuatan menghina kepada yang lain itu,sangat tidak sesuai dengan ajaran agama kita yang suci ini Allah swt ada berfirman  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang2 yang beriman ,janganlah suatu kaum memburukkan kaum yang lain,karena bolehjadi yang diburukkan itu lebih baik dari yang memburukkan  (Al . Hujurot 11 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,berdasarkan ayat tersebut,teranglah bahwa Islam memerintahkan kepada segenap pemeluknya,baik lelaki maupun perempuan,baik yang tua maupun yang muda,yang kaya maupun yang miskin kepada semuanya dianjurkan jangan sampai suka menghina kepada yang lain.Sebab penghinaan itu dapat menimbulkan fitnah yang amat berbahaya bagi kesejahteraan bersama,dapat meretakkan persahabatan,bahkan dapat memecahkan persaudaran.Juga penghinaan itu dapat menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan antara sesama manusia,yang akibatnya akan timbullah perpecahan ditengah2 masyarakat,sehingga menjadi kacau balau dan bercerai berai.Padahal bercerai berai itu sangat dilarang didalam agama yang kita cintai ini.&lt;br /&gt;Bukankah Allah swt telah berfirman didalam Surah Al Imran 103 yang berbunyi ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berpeganglah kamu pada agama Allah,dan janganlah bercerai berai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sudah tidak kita ragukan lagi,bahwa bercerai berai itu,mengakibatkan lemah.Oleh karena itu kita harus menjauhi penghinaan yang menyebabkan terjadinya bercerai berai itu.Bahkan kadang2 kata2 yang mengandung penghinaan itu,lebih berat dirasakan orang lain daripada hantaman dengan tangan.Sebagaimana telah dikatakan “                                                         “ ( Banyak perkatan yang lebih berbahaya daripada tikaman ). Terkadang orang yang kemarin menjadi teman kita,tetapi oleh karena telah merasa dihina dan diremehkan,akhirnya dia berbalik menjadi musuh yang sukar untuk ditarik kembali menjadi teman.Itu adalah salah satu contoh gambaran akibat dari penghinaan yang dilakukan oleh manusia kepada sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku kalau kita renungkan secara mendalam,banyak sekali faktor manusia yang menyebabkan suka menghina kepada yang lain.Diantaranya adalah,sifat ke akuan yang sangat berlebihan,ada kalanya sifat tamak yang berkecamuk didalam dadanya.Boleh jadi karena merasa dirinya lebih sempurna dari yang lain.Atau merasa dirinya yang paling baik,paling benar,paling pintar dll.Padahal bagi tiap2 sesuatu itu mempunyai keistimewaan sendiri2.Kalau gajah mempunyai kekuatan yang besar,namun ia tidak dapat masuk kelubang yang kecil seperti tikus,sebaliknya tikus tidak dapat menumbangkan pohon seperti gajah.Kijang dapat lari kencang ,tetapi tidak dapat terbang seperti burung,burung dapat terbang diudara,tetapi tidak dapat menyelam seperti ikan di air,begitulah seterusnya.Oleh karena itu tak ada alasan bagi manusia untuk menghina satu dengan yang lain,karena manusia itu juga mempunyai kelebihan masing2.Tidak ada alasan bagi yang tua untuk menghina yang muda,atau yang muda menghina yang tua,tidak ada alasan yang rendah menghina yang tinggi,yang kaya menghina yang miskin,demikian juga sebaliknya.dsb. Rasulullah ada bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sempurna iman kamu sebelum kamu mencintai saudaramu,seperti mencintai diri kamu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu apabila kita ummat islam khususnya,dan rakyat Indonesia umumnya menginginkan persatuan yang kokoh,kuat kekal dan abadi,bersatu padulah didalam mengarungi lautan hidup,hidup yang penuh dalam kerukunan.Untuk itu diantara yang harus kita lakukan,dan menjadi perhatian kita bersama adalah,jangan hendaknya kita suka menghina kepada yang lain.Tetapi sebaliknya harus ada rasa hormat kepada yang lain,harus ada rasa mau menerima dan memberi,lapang dada dalam pergaulan,jangan sampai terburu nafsu,jangan lekas marah dll.Hendaknya kita dapat menghormati pendapat saudara kita,penuh toleransi selagi belum menyimpang dari ajaran agama.Dengan demikian terciptalah Ukhwah Islamiah sejati,terhindar dari percekcokan,terhindar dari dendam kesumat yang tidak ada artinya.Maka timbullah rasa harga menghargai,menuju kearah yang di Ridhoi Allah swt,berbahagia didunia sampai keakhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul kalam,mudah2an kita mendapat taufiq dan hidayah dari Allah,untuk menjadi manusia yang berguna bagi dirinya,masyarakatnya,nusabangsa,dan agamanya,dapat memelihara utuhnya pergaulan dengan cara yang baik,termasuk golongan orang yang beriman dan beramal sholeh serta berbahaga dari dunia ini sampai keakhirat kelak.Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;disusun oleh Setia Budi Putra Asahan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-6365237044192108279?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/6365237044192108279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=6365237044192108279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6365237044192108279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/6365237044192108279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/02/jangan-menghina-yang-lain.html' title='JANGAN MENGHINA YANG LAIN'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-4711467872323101123</id><published>2007-02-20T20:45:00.000+07:00</published><updated>2007-02-27T16:18:57.339+07:00</updated><title type='text'>Tips Agar Kuat Iman</title><content type='html'>Allah swt. mengumpamakan iman yang kuat seperti pohon yang akarnya menghunjam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit, berdaun lebat, dan selalu berbuah.“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (Laa Ilaha Illallah) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke atas langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya selalu ingat.”&lt;br /&gt; (Q.S. Ibrahim 14 : 24-25)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar pohon tetap subur dan kokoh, perlu dipelihara dengan memberinya air yang bagus dan pupuk yang berkualitas. Iman pun demikian, harus dirawat dan dipupuk. Di antara strategi agar iman tetap dalam keadaan kokoh yaitu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Muhasabatunnafsi Melakukan introspeksi diri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengidentifikasi apa saja kekurangan, kelemahan, dan kealfaan kita, lalu memperbaikinya dengan sungguh-sungguh. Apabila melakukan amal keburukan, cepatlah bertaubat dengan memperbanyak istighfar yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai amal kebajikan yang Allah ridoi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Hasyr/59: 18).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Riyadhah RuhiyahLatihan membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah seperti shaum sunah, shalat Dhuha, Shalat Tahajud, Shalat Witir, dan amalan–amalan sunah lainnya yang berfungsi untuk menyuburkan ruhiyah, sehingga senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Tadabbur QuranMembaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan Al Quran. Syukur-syukur kita bisa mengajarkannya. Usman bin ‘Affan r.a., berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al Quran, kemudian mengajarkannya.” (H.R. Bukhari).Al Quran adalah kitab Allah sebagai petunjuk bagi manusia. Apabila menemukan fenomena-fenomena yang menimbulkan keraguan, maka solusinya adalah dengan mentadabburi Al Quran.“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah 2: 2).Dengan tadabbur Quran, hati menjadi bercahaya karena Al Quran berfungsi sebagai cahaya (penerang) bagi orang yang dalam kegelapan, yang diliputi oleh keragu-raguan, kebimbangan dalam menjalani kehidupan, sehingga mendapatkan kemampuan membedakan dengan jelas mana yang benar dan mana yang batil.“Mengapa mereka tidak mentadabburi (memperhatikan) Al Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad 47: 24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Dzikrullah (banyak mengingat Allah) Dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tentram. Ketentraman itu terasa dari jiwa ihsan, yaitu merasakan Allah selalu melihatnya sehingga setiap aktivitasnya senantiasa ada dalam tataran fitrahnya (mengikuti petunjuk Allah), yaitu ada dalam situasi tentram dan damai, penuh keimanan yang merupakan cahaya didalam menjalani kehidupannya. “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al Ahzab 33: 41-43).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Memperbanyak do’aMemohon pertolongan Allah agar hidup senantiasa ada dalam petunjuk-Nya, senantiasa berada dalam jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang yang telah mendapatkan anugerah nikmat-Nya seperti para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para siddiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman-teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. An-Nisa 4: 69). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Mencintai fakir miskin dan anak yatim. Abu Hurairah r.a. bercerita, sseseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan qalbu yang dialaminya. Beliau saw., menegaskan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Bila engkau mau menghidupkan qalbumu, beri makanlah orang-orang miskin dan cintai anak yatim.” (H.R. Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mencintai mereka diaplikasikan dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, dan kegiatan-kegiatan sosial yang dilandasi tujuan membahagiakan fakir, miskin, dan yatim sebagai ekspresi dari jiwa syukur atas anugerah kenikmatan Allah. Syukur adalah aktivitas yang lahir dari keyakinan bahwa harta yang dimilikinya adalah titipan Allah yang harus dipergunakan secara proporsional sesuai yang dikehendaki-Nya. Allah akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Semakin banyak membahagiakan orang lain, akan semakin banyak kenikmatan hidup yang akan diraih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. “...Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Q.S. Ibrahim/14: 7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah di antara strategi agar iman tetap kokoh. Sehingga iman yang kita miliki dapat diibaratkan seperti pohon yang kokoh, berdaun rindang, berbuah lebat, dapat dijadikan tempat berteduh, bersandar, dan berlindung orang-orang yang kepanasan dan kecapean. Apabila ada angin atau badai datang menimpanya, pohon tersebut akan tetap kokoh berdiri tegak, elegan, gagah, indah, dan mempesona. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,12072.0.html"&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,12072.0.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-4711467872323101123?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/4711467872323101123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=4711467872323101123&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4711467872323101123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/4711467872323101123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/02/tips-agar-kuat-iman.html' title='Tips Agar Kuat Iman'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8041534173579004428</id><published>2007-02-19T12:20:00.000+07:00</published><updated>2007-03-14T20:48:44.158+07:00</updated><title type='text'>Hadirkan Hatimu, Saat Membaca Kitab Rabbmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu seorang shahabat yang mulia, berkisah: “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: ‘Bacakanlah Al-Qur`an untukku.’ Aku bertanya heran: ‘Wahai Rasulullah, apakah aku membacakan untukmu sementara Al-Qur`an itu diturunkan kepadamu?’ Beliau menjawab: ‘Iya, bacalah.’ Aku pun membaca surat An-Nisa` hingga sampai pada ayat :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيْدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلىَ هَؤُلاَءِ شَهِيْدًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Maka bagaimanakah jika Kami mendatangkan seorang saksi bagi setiap umat dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka itu.” (An-Nisa’: 41)&lt;br /&gt;&lt;span="fullpos"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span="fullpos"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span="fullpos"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau bersabda: ‘Cukuplah.’ Aku menengok ke arah beliau, ternyata aku dapati kedua mata beliau basah berlinang air mata.”1Saudariku muslimah, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatimu! Demikianlah keadaan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika membaca Al-Qur`an dan mendengarkannya. Sementara beliau adalah orang yang paling tahu kandungan Al-Qur`an serta paling paham maknanya. Beliau juga adalah orang yang telah diampuni dosa-dosanya. Namun bersamaan dengan itu, beliau tetap tersentuh hatinya kala mendengarkan bacaan Al-Qur`an. Bahkan, beliau pernah shalat dalam keadaan dada beliau bergemuruh karena isak tangis saat membaca surat Al-Qur`an2.Allah Subhanahu wa Ta'ala memang telah menyebutkan kandungan Al-Qur`an berupa janji dan ancaman, kisah surga dan kenikmatannya berikut neraka dengan azabnya. Yang kesemua itu mestinya menggugah ambisi untuk menggapai surga-Nya dan menangis karena takut akan neraka beserta azabnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;/span="fullpos"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;اللهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللهِ ذلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur`an yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabb mereka, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu berzikir (mengingat) Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu, Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (Az-Zumar: 23)&lt;br /&gt;Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuji suatu kaum dalam firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَقُوْلُوْنَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلاً. وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman. Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur di atas wajah mereka sujud kepada Allah, seraya berkata: ‘Maha suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.’ Dan mereka menyungkur di atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.” (Al-Isra`: 107-109)Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah menganjurkan umatnya untuk khusyuk, menghinakan diri, dan menangis saat membaca Al-Qur`an karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau bersabda :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;عَيْنَانِ لاَ تَمُسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيْلِ اللهِ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: (pertama) mata yang menangis karena takut kepada Allah, (kedua) mata yang bermalam dalam keadaan berjaga di jalan Allah.”3Bahkan beliau menerangkan, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan masuk ke dalam surga-Nya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ ...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai susu (yang diperah) bisa kembali ke kantung susu (kambing) ….”4Para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Qur`an dengan menghadirkan hati, merenungi dan mengambil pelajaran dari ayat-ayatnya, hingga mengalirlah air mata mereka dan khusyuk hati mereka. Mereka mengangkat tangan mereka kepada Rabb mereka dengan menghinakan diri memohon kepada-Nya agar amal-amal mereka diterima dan berharap ampunan dari ketergelinciran mereka. Mereka merindukan kenikmatan nan abadi yang ada di sisi-Nya. Diriwayatkan bahwasanya Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu ketika masih di Makkah, membangun tempat shalat di halaman rumahnya. Beliau shalat di tempat tersebut dan membaca Al-Qur`an, hingga membuat wanita-wanita musyrikin dan anak-anak mereka berkumpul di sekitarnya karena heran dan takjub melihat apa yang dilakukan Abu Bakr. Sementara Abu Bakr radhiyallahu 'anhu adalah sosok insan yang sering menangis, tidak dapat menahan air matanya saat membaca Al-Qur`an5.‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu 'anhu pun punya kisah. Beliau shalat mengimami manusia dan menangis saat membaca Al-Qur`an dalam shalatnya, hingga bacaannya terhenti dan isaknya terdengar sampai shaf ketiga di belakangnya. Beliau membaca ayat :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِيْنَ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celakalah orang-orang yang berbuat curang.”Ketika sampai pada ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb semesta alam.”Beliau menangis hingga terhenti bacaannya.Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji orang-orang yang menangis karena membaca/mendengar bacaan Al-Qur`an ketika mengabarkan tentang para nabi dan para wali-Nya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;إِنَّ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَقُولُوْنَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلاً&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur di atas wajah mereka sujud kepada Allah, seraya berkata: ‘Maha suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi’.” (Al-Isra`: 107-108)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Ar-Rahman, mereka tersungkur dalam keadaan sujud dan menangis.” (Maryam: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan mereka menyungkur di atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (Al-Isra`: 109)Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa tangisan karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala itu menambah kekhusyukan mereka. Sementara hanya orang-orang berilmulah yang memiliki rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana dalam firman-Nya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Hanyalah yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya adalah para ulama.” (Fathir: 28)Dengan demikian orang yang paling kenal dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dialah yang paling takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena itulah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;أَمَا وَاللهِ، إِنِّي لأَخْشَاكُمْ لِلّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada-Nya….” 6Abu Raja` berkata: “Aku pernah melihat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, di bawah kedua matanya ada garis semisal tali sandal yang usang karena sering dialiri air mata.”7Saudariku… Demikianlah keadaan salaful ummah, orang-orang shalih dan orang-orang terbaik dari kalangan umat ini. Bila salah seorang mereka melewati penyebutan tentang neraka, terasa lepas hatinya karena takut dari neraka dan ngeri akan siksanya. Bila melewatinya sebutan surga dan kenikmatannya, serasa gemetar persendian mereka karena khawatir diharamkan dari merasakan kenikmatannya yang kekal. Dua keadaan ini demikian memberi pengaruh, hingga meneteslah air matanya dan khusyuk hatinya. Ia pun berusaha menyembunyikan tangisan itu dari orang-orang di sekitarnya. Namun tak jarang tangis itu terdengar dan mereka pun tahu keadaannya. Demikianlah tangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan amal yang ikhlas karena mengharap wajah-Nya.Apa yang dilakukan orang-orang belakangan dengan mengeraskan suara dan isakan ketika menangis dalam shalat bukanlah kebiasaan salaf. Karena hal itu justru akan mengganggu orang-orang yang shalat di sekitarnya, dan dikhawatirkan akan jatuh ke dalam perbuatan riya‘ serta menyelisihi petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Semestinya seseorang menyembunyikannya dari manusia semampunya, karena hal itu lebih baik dan lebih utama.Termasuk perkara yang perlu menjadi perhatian sehubungan dengan pembacaan Al-Qur`an adalah beradab terhadap Al-Qur`an dengan diam mendengarkannya, dalam rangka mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apabila dibacakan Al-Qur`an maka dengarkanlah dan diamlah, mudah-mudahan kalian dirahmati.” (Al-A’raf: 204)Sepantasnya bagi seorang muslim untuk menjaga apa yang telah dihapalnya dari Al-Qur`an dan terus menerus membacanya agar tetap tersimpan di dadanya. Karena Al-Qur`an begitu cepat lepasnya (hilang dari ingatan) apabila tidak dijaga. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;تَعَاهَدُوْا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِي عُقُلِهَا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Biasakanlah untuk terus menerus membaca Al-Qur`an karena demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya sungguh dia (bacaan/hafalan Al-Qur`an) itu lebih cepat lepas/hilangnya daripada unta dari tali pengikat kakinya.”8Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Orang-orang sebelum kalian memandang Al-Qur`an sebagai surat-surat dari Rabb mereka. Mereka pun mentadabburinya pada waktu malam dan merealisasikannya di waktu siang.”Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Pembawa Al-Qur`an adalah pembawa bendera Islam. Tidak pantas baginya bermain-main bersama orang yang main-main, dan tidak pula lalai bersama orang yang lalai, tidak berbuat laghwi (sia-sia) bersama orang yang berbuat laghwi, dalam rangka mengagungkan hak Al-Qur`an.” (At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur`an, hal. 44)Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.(Diringkas dengan sedikit tambahan oleh Ummu Ishaq Al-Atsariyyah dari kitab Al-Mukhtar lil Hadits fi Syahri Ramadhan Yastafidu Minhul Wa’izh wal Khathib, hal. 118-125)1 HR. Al-Bukhari no. 50502 Sebagaimana dalam hadits dari Mutharrif dari ayahnya Abdullah bin Asy-Syikhir bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu, ia berkata :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَفِي صَدْرِهِ أَزِيْزٌ كَأَزِيْزِ الرَّحَى مِنَ الْبُكَاءِ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat dalam keadaan dada beliau berbunyi keras seperti suara periuk yang mendidih karena tangisan beliau.” (HR. Abu Dawud no. 904, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Abi Dawud)&lt;/div&gt;&lt;p&gt;3 HR. At-Tirmidzi no. 1639, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Al-Misykat no. 3829&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 HR. At-Tirmidzi no. 1633, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Al-Misykat no. 3828&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 HR. Al-Bukhari no. 3905&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 HR. Al-Bukhari no. 5063&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Siyar A’lamin Nubala`, 3/352&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=397"&gt;http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=397&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-8041534173579004428?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8041534173579004428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/8041534173579004428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/02/hadirkan-hatimu-saat-membaca-kitab.html' title='Hadirkan Hatimu, Saat Membaca Kitab Rabbmu'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-1307823684725118432</id><published>2007-02-11T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-02-06T15:39:42.638+07:00</updated><title type='text'>Jangan Serakah</title><content type='html'>Penulis : H. Mulyadi Al-Fadhil, S.Sos.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KotaSantri.com : "Barangsiapa yang menjadikan (motivasi) dunia sebagai cita-citanya, Allah akan menjadikan kefakiran di hadapan matanya, dan akan menjadikan kacau segala urusannya. Sedangkan dunia (yang dicarinya sungguh-sungguh) tak ada yang datang menghampirinya melainkan sesuai dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah atas dirinya; pada sore dan siang harinya dia selalu dalam kefakiran." (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah SAW dalam hadits di atas menerangkan, jika seorang hamba Allah menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, maka sebanyak apapun harta yang dipunyainya selalu dirasakannya kurang. Ia selalu merasa miskin dan ingin memiliki harta melebih apa yang dianugerahkan Allah kepada orang lain. Siang dan malam yang dipikirkannya hanyalah harta. Ia terus memutar otak, membuat perencanaan, atau mengatur strategi agar usahanya sukses sehingga kekayaannya bisa terus bertambah, bertambah, dan bertambah. Baginya, ungkapan "waktu adalah uang" merupakan motto hidup. Orang yang serakah menurut Uwes al-Qarni dalam 60 Penyakit Hati, dapat terjadi pada seseorang sebagai dampak dari penyakit hubbud-dunya. Sangatlah logis bila seseorang tidak mampu lagi mengendalikan dorongan duniawi yang dicintainya. Seluruh waktunya akan dihabiskan, tenaga dan pikirannya akan dikuras untuk semata-mata mencari harta dunia. Dalam agendanya, tidak tertulis waktu untuk mengadukan segala keluhan batinnya kepada Allah. Tak terbetik dalam hatinya untuk meniatkan usahanya semata-mata demi ibadah mencari keridhaanNya. Semua program hidupnya penuh dengan program-program duniawi yang profit oriented, sehingga tak sekejap pun berpaling dari ukuran materi. Orang tertular penyakit serakah meskipun keadaannya berkecukupan secara lahiriyah, sebenarnya dia selalu kekurangan. Bahkan, dapat disebut miskin. Dia tidak pernah menemukan penyelesaian dari segala problem hidup yang diatasinya. Dia akan senantiasa dibingungkan dan dipusingkan dengan tumpukan problema yang tak ada habisnya. Itu semuanya, karena ketidakpuasan nafsunya atas semua rezeki yang dianugerahkan Allah kepadanya. Sebelum ia menyadari bahwa dunia penuh permainan dan tipu daya, atau sebelum kematian menemuinya, orang yang serakah tidak akan pernah berhenti dari kondisi ini, meskipun secara fisik dia tidak mampu lagi berbuat apa-apa. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak Adam akan mengalami masa tua (pikun), kecuali yang dua; kerakusan terhadap harta benda, dan kerakusan terhadap (panjang) umur." (HR. Bukhari Muslim). Orang yang serakah tidak akan pernah puas terhadap semua kekayaannya. Saat ia memiliki satu rumah misalnya, ia menginginkan dua atau tiga rumah. Setelah memiliki dua atau tiga rumah, ia ingin memiliki empat atau lima rumah. Begitu seterusnya. Yang akan menghentikannya hanyalah kematian atau ia bertobat kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya seorang anak Adam telah memiliki dua lembah harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiganya. Dan tak akan merasa puas perutnya, melainkan dengan dimasukkan ke dalam tanah."  (HR. Bukhari Muslim). Menurut Al-Qarni, orang yang serakah telah buta mata hatinya dalam memandang hakikat yang harus dicari. Seharusnya, setiap muslim menyadari bahwa sesuatu yang harus dicarinya dengan sungguh-sungguh adalah ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah. Karena, jatah rezeki untuk kelangsungan hidupnya di dunia sudah disediakan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (QS. Huud [11] : 6). Harta yang merupakan kelebihan dan keperluan utamanya, sebenarnya bukan rezeki yang berhak ia gunakan. Kelebihan harta itu mesti digunakan semata-mata untuk beribadah. Setiap muslim seharusnya menjauhi sifat serakah. Jangan biarkan diri kita diperbudak nafsu, karena nafsu terhadap dunia akan mendorong kita berbuat maksiyat kepada Allah. Tentu saja, kita tidak dilarang untuk memiliki harta. Yang penting, kita dapat menggunakannya sebagai sarana berdakwah dan berjuang di jalan Allah. Agar kita tidak dikendalikan nafsu serakah terhadap dunia, maka sebaiknya kita memiliki sifat zuhud, wara' (hati-hati), qanaah (merasa puas atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kita), pandai mengatur waktu untuk kepentingan dunia dan akhirat, dan pandai mensyukuri nikmat yang ada. Selain itu, kita juga harus meluruskan seluruh niat dalam berusaha, yaitu semata-mata dalam rangka mengabdi kepada Allah guna mendapatkan ridhaNya. Wallahu a'lam bishshawwab. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; [Swadaya-54/ V/0207]URL : &lt;a href="http://kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Detail&amp;sid=375" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://kotasantri. com/mimbar. php?aksi= Detail&amp;amp;sid=375&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32439875-1307823684725118432?l=rizalpulungan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/feeds/1307823684725118432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32439875&amp;postID=1307823684725118432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1307823684725118432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32439875/posts/default/1307823684725118432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizalpulungan.blogspot.com/2007/02/jangan-serakah.html' title='Jangan Serakah'/><author><name>Syahrizal Pulungan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13600729690531476550</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i64.photobucket.com/albums/h166/yafi_syahwindi/1042.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32439875.post-8657122016408385656</id><published>2007-01-29T18:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-29T18:41:36.964+07:00</updated><title type='text'>Hari 'Asyura</title><content type='html'>Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua telah di aturAllah swt silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎إِنَّ عِِدَّةََ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اِثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِيكِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ والأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ‏حُرُمٌ. ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan,dalam ketetapan Allah di waktu ‎Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram (At-Taubah 36).‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sungguh berbahagia, karena kita masih diberi kesempatan untuk dapatmemasuki salah satu ‎bulan haram, yang memiliki sejarah besar tentangorang-orang sebelum kita yaitu bulan Muharram, yang ‎tidak mungkindilupakan oleh segenap kaum muslimin. Dan marilah kita lebih mensyukurinikmat ‎Allah, sebab sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 10 Muharramyang lebih dikenal dengan Hari ‎Asyura’, yang mana kita ingat kembalibetapa para Nabi mendapat kemenangan pada hari itu. ‎Hari Asyura’ juga dianggap sebagai hari besar umat Islam, karena adabeberapa peristiwa penting ‎yang terjadi pada saat itu.  Bahwasanya padahari asyura’ itu, para Nabi dan Rasul banyak mendapat ‎anugrah dari Allahswt yang maha suci, sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab salafdiantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‎‎1.‎ Nabi Adam as diterima taubatnya oleh Allah swt pada hari asyura’,karena ketika masih di surga, ‎beliau telah memakan buah larangan(khuldi), sehingga beliau bersama istrinya (Hawa) di turunkan ‎kedunia,sejak itu beliau mempergiat kebaktian (ibadahnya) kepada Allah swtsehingga di terima ‎taubatnya. Dalam ibadahnya Nabi Adam as selalu membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ‎‏"رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لمَْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِِرِيْنَ".  ‏&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkautidak mengampuni kami dan ‎memberi rahmat kepada kami, niscaya kamitermasuk orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt; (QS. Al-Arraf: 23).‎‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.‎ Nabi Idris as pada hari asyura’ memperoleh derajat yang luhur,disebabkan karena beliau bersifat ‎belas kasihan kepada sesamanya. Danbeliau sangat memper
